Palembang, 1–2 Oktober 2026. Memilih perguruan tinggi bukan sekadar menentukan nama kampus yang akan dituju. Di balik pilihan itu ada minat, cita-cita, kemampuan, pertimbangan keluarga, hingga gambaran tentang masa depan. Karena itu, semakin banyak informasi yang diperoleh, semakin matang pula keputusan yang dapat dibuat.
Kesempatan untuk mengenal berbagai pilihan pendidikan tinggi hadir dalam Ekspo Perguruan Tinggi Ke-21 SMA Xaverius 1 Palembang yang berlangsung pada Kamis–Jumat, 1–2 Oktober 2026, di Gedung XCS (Xaverius Centrum Studiorum).
Tahun ini, sekitar 30 perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri ikut ambil bagian. Panitia juga menyediakan 38 stand yang menjadi ruang bagi para siswa untuk bertanya, berdiskusi, dan mengenal lebih dekat berbagai pilihan studi lanjut.
Bukan sekadar melihat stand
Suasana ekspo tidak hanya dipenuhi informasi mengenai jurusan dan perguruan tinggi. Para siswa juga diajak untuk aktif mencari tahu.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Xaverius 1 Palembang, Andreas Sudarsana, M.Pd., mengingatkan bahwa kegiatan tersebut bukanlah acara yang dipersiapkan secara spontan. Menurutnya, agenda tahunan ini telah direncanakan dan dipersiapkan cukup matang sejak jauh-jauh hari.
Jika yang tampak di panggung adalah penampilan tim band, paduan suara, dan tarian para siswa, di baliknya terdapat banyak orang yang bekerja bersama. Mereka memikirkan dan mempersiapkan berbagai hal, termasuk menghadirkan perguruan tinggi dan biro konsultan pendidikan luar negeri.
Pesan pentingnya sederhana: siswa jangan hanya datang, melihat, lalu pulang.
Para peserta didik kelas X, XI, dan terutama kelas XII didorong untuk mengunjungi setiap stand. Dari sana, mereka dapat mengenali karakteristik masing-masing perguruan tinggi, mulai dari program studi, lingkungan belajar, hingga berbagai peluang yang ditawarkan.

“Kenali ciri khas atau karakteristik dari masing-masing kampus,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada para siswa.
Mulai dari minat dan passion
Memilih kuliah juga berarti belajar mengenali diri sendiri.
Apa yang disukai? Bidang apa yang membuat penasaran? Pelajaran apa yang terasa menarik? Profesi seperti apa yang ingin ditekuni? Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal sebelum menentukan program studi.
Kepala SMA Xaverius 1 Palembang juga mengajak para siswa untuk menentukan minat dan passion, kemudian membicarakannya bersama orang tua.
Dengan demikian, pilihan kuliah tidak hanya lahir karena ikut-ikutan teman, karena kampus sedang populer, atau sekadar berdasarkan informasi yang muncul di media sosial. Pilihan tersebut diharapkan lahir dari proses mengenal diri, mencari informasi, berdiskusi, dan mempertimbangkan masa depan.
Bertanya sebelum menentukan pilihan
Ekspo perguruan tinggi menjadi kesempatan bagi siswa untuk bertanya langsung kepada pihak kampus maupun konsultan pendidikan.
Pertanyaan tentang jurusan, sistem perkuliahan, peluang pengembangan diri, fasilitas, lingkungan kampus, hingga biaya pendidikan dapat dibicarakan secara langsung.
Hal yang tidak kalah penting adalah persoalan biaya hidup. Pihak perguruan tinggi maupun konsultan pendidikan yang hadir diharapkan memberikan informasi secara benar, jujur, dan transparan, termasuk mengenai berbagai biaya yang mungkin muncul selama menjalani pendidikan.
Bagi siswa dan orang tua, informasi yang lengkap seperti ini tentu penting. Pilihan pendidikan tinggi bukan hanya tentang “di mana saya kuliah?”, tetapi juga “apa yang perlu saya persiapkan agar dapat menjalani kuliah dengan baik?”
Ketika palembang diselimuti kabut asap
Ekspo tahun ini berlangsung dalam situasi Kota Palembang yang kurang sehat karena kabut asap masih menyelimuti kota.
Kepala Kantor Yayasan Xaverius Palembang, Romo Dr Supardi dalam sambutannya mengingatkan para peserta perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara efektif dalam memperkenalkan kampus masing-masing kepada siswa.
Di sisi lain, para siswa diajak melihat ekspo sebagai sebuah kesempatan berharga untuk mencari informasi dan mulai menentukan pilihan studi lanjut setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Xaverius 1 Palembang.
Kondisi lingkungan boleh kurang bersahabat, tetapi semangat untuk mencari informasi tentang masa depan tetap dapat dinyalakan.
38 stand, banyak cerita tentang masa depan
Puluhan perguruan tinggi dan 38 stand yang tersedia sebenarnya bukan hanya deretan meja, brosur, atau materi promosi.
Di setiap stand ada cerita tentang pilihan masa depan.
Ada kampus yang mungkin baru pertama kali didengar. Ada jurusan yang sebelumnya belum pernah terpikirkan. Ada pula informasi tentang pendidikan di luar negeri yang membuka wawasan baru.
Karena itu, ekspo ini dapat menjadi semacam “peta awal” perjalanan pendidikan setelah SMA.
Siswa tidak harus langsung menentukan pilihan hanya dalam dua hari. Yang lebih penting adalah pulang membawa pertanyaan baru, informasi baru, dan pemahaman yang lebih baik tentang pilihan yang tersedia.
Dari ekspo menuju keputusan
Pada akhirnya, memilih perguruan tinggi adalah sebuah proses.
Datang ke ekspo merupakan langkah awal. Mengunjungi stand adalah langkah berikutnya. Bertanya, mencatat, membandingkan informasi, berdiskusi dengan orang tua dan guru, lalu mengenali kembali minat dan kemampuan diri merupakan bagian dari perjalanan tersebut.
Bagi siswa kelas XII, perjalanan itu mungkin terasa semakin dekat. Bagi siswa kelas X dan XI, ekspo ini dapat menjadi kesempatan untuk mulai mengenal dunia perguruan tinggi sejak lebih awal.

Sebab, masa depan tidak selalu harus ditentukan sekaligus.
Kadang-kadang, masa depan dimulai dari satu pertanyaan sederhana di sebuah stand: “Kalau saya kuliah di sini, saya akan belajar apa dan menjadi apa?”
Dari pertanyaan itulah, pencarian dimulai. Dan dari pencarian yang serius, sebuah pilihan yang lebih matang dapat tumbuh.*** (Ignas)