Suasana Clasmeeting Genap 2026 di SMA Xaverius 1 Palembang pada Kamis, 11 Juni 2026, tidak hanya diramaikan oleh berbagai perlombaan dan aktivitas siswa. Di salah satu area pada halaman tengah sekolah, tampak antrean siswa yang ingin membeli Cimol Keju dan Milktea. Di balik kesibukan itu, ada sebuah cerita menarik tentang kreativitas, keberanian mencoba, dan semangat belajar berwirausaha.
Program yang diberi nama SOJU (Saatnya OSISKA JUalan) ini menjadi salah satu langkah nyata pengurus OSISKA untuk belajar mengembangkan potensi diri melalui dunia usaha. Meski hanya menjual satu jenis makanan dan satu jenis minuman, antusiasme siswa ternyata jauh melampaui harapan.

Hyerrovina Revanelli, siswi kelas X-10 sekaligus pengurus OSISKA, mengaku bahwa pada awalnya mereka tidak memasang target yang terlalu tinggi.
“Sebelum berjualan, harapan kami saat itu hanyalah balik modal dan untung. Namun setelah melihat antusiasme siswa-siswi SMA Xaverius 1 Palembang, kami jadi lebih bersemangat lagi untuk berjualan pada event-event selanjutnya,” tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi tim OSISKA. Mereka menyadari bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual, tetapi juga oleh keberanian untuk memulai dan kesediaan untuk terus berinovasi. Ke depan, mereka berharap dapat menyajikan makanan dan minuman yang lebih menarik sehingga semakin banyak siswa yang merasa puas dengan produk yang ditawarkan.
Di balik lahirnya program SOJU, ada sebuah gagasan sederhana namun penuh makna. Pascalis Adian Agung, Ketua OSISKA SMA Xaverius 1 Palembang, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar para pengurus tidak terbiasa bergantung pada bantuan dana semata.
“Saya berpikir, bagaimana caranya agar apa yang diberikan itu bisa berkembang menjadi lebih besar, seperti seorang hamba yang diberi talenta. Kami ingin belajar memanfaatkan peluang yang ada dan mengembangkan kreativitas dalam berwirausaha,” ungkapnya.

Hasilnya sungguh menggembirakan. Dengan modal awal sebesar Rp400.000, tim SOJU berhasil menghasilkan pemasukan hingga Rp1.200.000 dengan laba bersih mencapai Rp800.000.
“Bangga sekali karena apa yang kami usulkan dan rencanakan berjalan dengan baik,” tambah Pascalis.
Keberhasilan SOJU bukan sekadar soal angka keuntungan. Lebih dari itu, program ini menjadi ruang belajar yang nyata bagi para pengurus OSISKA tentang kerja sama, perencanaan, tanggung jawab, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang. Nilai-nilai tersebut merupakan bekal penting yang akan berguna tidak hanya selama mereka bersekolah, tetapi juga dalam kehidupan mereka di masa depan.
Dari semangkuk Cimol Keju dan segelas Milktea, para pengurus OSISKA telah membuktikan bahwa ide sederhana dapat berkembang menjadi sesuatu yang luar biasa ketika dikerjakan dengan tekun dan penuh semangat. SOJU mungkin baru langkah pertama, tetapi dari langkah kecil inilah tumbuh mimpi-mimpi besar tentang kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan generasi muda Xaverian.*** (Ignas)