“KATAKAN tidak pada kekerasan!”. Itulah himbauan narasumber sekaligus psikolog dari Binus Universitas, Estee Fina Pleyto, M.Psi., Psikolog.
Seminar setengah hari (Selasa, 14 Juni 2022) di ruang pertemuan lantai 3 SMA Xaverius 1 Palembang diselenggarakan berkat kerja sama pihak sekolah SMA Xaverius 1 dengan Binus University.
“Mencegah terjadinya kekerasan, bullying di satuan pendidikan” merupakan latar belakang diselenggarakan seminar ini, kata Kepala SMA Xaverius 1 Palembang, Ibu Dra Estri Murwani, M.Si. Selanjutnya terima kasih kepada lembaga Binus University yang telah membantu memberikan kesadaran dan pemahaman yang tepat bagi Bapak Ibu guru.
Di tengah kesibukan mengolah nilai semester genap bagi siswa-siswi kelas X dan XI, Bapak dan Ibu guru antusias mengikuti seminar. Materi dan pencerahan dalam seminar ini memberikan bekal yang baik agar semakin waspada dalam bersikap dan bertindak ketika proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
Siswa-siswi harus merasa nyaman selama berada di sekolah. Kekerasan di lingkungan sekolah harus dihindarkan. Tidak terjadi, misalnya, guru memukul siswa hanya gara-gara terlambat. Jauhi, guru memukul siswa hanya karena tidak mengerjakan atau mengumpulkan tugas.
Rasa nyaman
“Nyubit, tampar hanya karena tidak mengumpulkan PR” merupakan contoh kecil yang harus dihindari dari ruang lingkup sekolah, tegas Ibu Estee.

Kekerasan fisik berupa hukuman fisik: jewer, cubit, sentil meskipun dengan tujuan mendisiplinkan siswa. Kekerasan psikologis berupa sebutan-sebutan lucu, ejekan dan kritikan pedas. Kekerasan seksual meliputi sentuhan yang tidak dinginkan (dirangkul, dipeluk) sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kekerasan-kekerasan seperti di atas hendaknya dijauhi dan tidak terjadi di lingkungan sekolah. Bullying dengan tujuan menyakiti yang dibullyingi, secara agresif dan sering, serta berulang-ulang.
Kekerasan, bullying bagi siswa-siswi akan berdampak trauma, tidak konsentrasi dalam belajar, rusak mental, dan depresi (yang berat yakni keinginan bunuh diri). Sekolah hadir memberikan rasa nyaman bagi peserta didik di sekolah. Hentikan kekerasan di dunia pendidikan!*** (Ignas Iwan Waning)