Oleh: Kineta Berly Felani/XI A2.1
Menjadi kapten tim basket bukan sekadar mengenakan ban kapten atau berdiri paling depan di lapangan. Ada tanggung jawab untuk menjaga kekompakan, membangun semangat, dan mengajak seluruh anggota tim bergerak menuju tujuan yang sama. Bagi Alvert Gunawan, kapten tim basket SMA Xaverius 1 Palembang, kepercayaan tersebut menjadi kesempatan sekaligus tantangan untuk bertumbuh bersama timnya.
Menjelang kompetisi DBL 2026, persiapan tim tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain, tetapi juga pada kekuatan mental dan chemistry antarpemain. Tantangan ini cukup terasa karena tim masih tergolong baru. Beberapa pemain kelas X pun belum banyak mendapatkan kesempatan bermain sehingga membutuhkan waktu untuk semakin mengenal karakter dan gaya permainan satu sama lain.

Bagi Alvert, kekompakan tidak terbentuk begitu saja. Selain berlatih bersama, para pemain juga berusaha membangun kedekatan di luar lapangan. Salah satunya dengan makan bersama. Hal sederhana ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling mengenal, bercanda, dan mempererat hubungan sebagai satu tim.
Kesibukan latihan pun menjadi bagian dari perjuangan mereka. Dalam seminggu, tim dapat berlatih sekitar enam hingga tujuh kali. Bahkan, selama persiapan DBL, latihan dilakukan pada pagi dan sore hari. Rutinitas tersebut menuntut kedisiplinan dan komitmen dari setiap pemain. Alvert berharap, kerja keras dan kebersamaan yang dibangun selama latihan dapat menjadi bekal untuk tampil lebih kompak saat pertandingan.
Dipercaya menjadi kapten membuat Alvert merasa senang. Namun, ia menyadari bahwa kepercayaan itu juga membawa tanggung jawab besar. Ia perlu membantu mengatur tim, menjaga semangat rekan-rekannya, dan memastikan setiap pemain merasa menjadi bagian penting dari perjuangan bersama.
Baginya, memimpin bukan hanya soal mengarahkan, melainkan juga tentang menjaga kebersamaan agar tim tetap solid. Terlebih, dengan hadirnya pemain-pemain baru, setiap anggota membutuhkan ruang untuk berkembang dan menemukan perannya di lapangan.

Harapan Alvert pun tidak berhenti pada satu kompetisi. Ia ingin tim basket SMA Xaverius 1 Palembang tampil lebih baik, kembali meraih kemenangan, mempertahankan winstreak di DBL, serta menjadi juara dalam kompetisi-kompetisi lainnya.
Perjalanan sebagai kapten baru tentu tidak selalu mudah. Ada tantangan yang harus dihadapi, kekompakan yang perlu terus dibangun, dan target yang membutuhkan kerja sama seluruh pemain. Namun, bagi Alvert, semua itu merupakan bagian dari proses untuk menjadi tim yang lebih kuat.
Sebab, kemenangan bukan hanya tentang siapa yang paling hebat mencetak angka, tetapi juga tentang bagaimana setiap pemain saling percaya, saling mendukung, dan berjuang untuk tujuan yang sama. Di tengah latihan yang padat dan harapan yang besar, Alvert siap menjalani perannya: bukan sekadar sebagai kapten, melainkan sebagai bagian dari tim yang ingin tumbuh dan menang bersama.*** (Ignas)