Akhir pekan biasanya menjadi waktu bersantai bagi para remaja. Namun, bagi Gracevia Huang, siswi kelas XI SMA Xaverius 1 Palembang, justru dari rasa bosan di hari Sabtu dan Minggu ia menemukan sesuatu yang baru: dunia modeling makeup.
Awalnya sederhana. Dari beranda media sosial, ia melihat seorang model makeup yang berani tampil dan memberi inspirasi. “Setiap orang punya potensi uniknya masing-masing, jadi jangan takut melangkah,” begitu pesan yang ia tangkap. Kalimat itu menyalakan motivasi dalam dirinya. Gracevia pun tergerak untuk mencoba, dengan harapan suatu saat ia juga bisa memberi inspirasi bagi orang lain.
Langkah pertama menjadi muse, istilah bagi wajah yang dijadikan kanvas makeup artist, membawa perasaan yang campur aduk. Senang karena diberi kesempatan, tetapi juga gugup karena merasa masih jauh dari para model senior. “Aku takut hasilnya tidak sebaik mereka,” kenangnya. Namun rasa ragu itu ia tepis dengan usaha terbaiknya. Hasilnya justru menggembirakan: sang makeup artist puas, dan ia pun makin yakin dengan jalannya.
Dari sekian banyak gaya makeup, Gracevia paling jatuh hati pada douyin dan korean look. Menurutnya, gaya ini pas dengan usianya yang masih remaja: segar, manis, dan natural, tanpa membuatnya tampak lebih tua. “Kalau bold makeup, malah bikin aku kelihatan jauh lebih dewasa dari usia sebenarnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski tampak menyenangkan, menjadi model makeup di usia remaja juga punya tantangan. Salah satunya ketika tawaran untuk menjadi model datang di hari sekolah. Ia kerap merasa bimbang, tetapi sadar penuh bahwa belajar tetap prioritas. “Aku biasanya menolak dengan halus, karena sekolah nomor satu,” tuturnya. Sikap itu menjadi cermin bagaimana Gracevia berusaha menjaga keseimbangan antara passion dan tanggung jawab.
Untuk menjaga rasa percaya diri, ia punya cara sederhana: berlatih di rumah dan mengenali kelebihan dirinya. Dengan itu, ia lebih siap ketika wajahnya dijadikan “kanvas hidup” oleh para makeup artist. “Aku selalu ingat bahwa aku punya kemampuan, dan itu bikin aku lebih tenang,” katanya.
Ke depan, Gracevia menyimpan mimpi. Jika diberi kesempatan bekerja sama dengan makeup artist profesional, ia ingin menampilkan tema favoritnya: douyin look. Menurutnya, gaya itu paling cocok dengan kepribadian serta karakter wajahnya. Segar, manis, dan tetap natural.

Dari rasa bosan di akhir pekan, kini Gracevia menemukan dunia yang memberinya ruang berekspresi. Ia bukan hanya tampil cantik di depan kamera, tetapi juga belajar tentang keberanian, prioritas, dan keyakinan pada potensi diri. Dan siapa tahu, lewat perjalanan ini, ia benar-benar bisa menjadi inspirasi, sebagaimana dulu ia terinspirasi.*** (Ignas)