Info Sekolah
Kamis, 30 Apr 2026
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
18 September 2025

LANJAKKELAH, Juara FBC 2025 yang Lahir dari Kekompakan dan Doa

Kam, 18 September 2025 Dibaca 282x

Suasana Lapangan Indoor SMA Xaverius 1 Palembang ramai sepanjang Senin–Rabu (15–17/9/2025). Sorak sorai, yel-yel, dan hentakan musik mengiringi perhelatan Futsal Bangau Championship (FBC) 2025, ajang tahunan yang selalu dinanti keluarga besar sekolah ini.

Aturan ketat yang disusun panitia, di bawah koordinasi Vincent Joe Salim dan Marcella Herlyne Basri, Sekretaris Bidang IV OSISKA, menjadi fondasi. Setiap tim wajib beranggotakan lima pemain inti dan maksimal dua cadangan, memakai jersey seragam, serta hadir tepat waktu sebelum kick-off. Durasi pertandingan hanya 2 x 10 menit dengan istirahat lima menit, tetapi intensitasnya tak kalah dari pertandingan futsal profesional.

Kriteria yang dirumuskan oleh OSISKA tak menyurutkan semangat delapan tim peserta: Alex Champion, Budag Warted, Cees Galo, Dextra, Extoon, Lanjakelah, Olympus, dan Striker FC. Dari sinilah lahir cerita-cerita perjuangan, kekecewaan, sekaligus kemenangan.

Pelajaran dari Kekalahan

Tak semua tim meraih hasil manis. Alfito Verion, salah satu pemain Striker FC, mengakui timnya terjebak konflik internal. “Agak mengecewakan, ada egoisme yang sulit dikendalikan. Tapi saya belajar: kunci permainan bukan hanya teknik, melainkan menurunkan ego dan mau bekerja sama demi kepentingan bersama,” tuturnya.

Meski gagal melaju jauh, Alfito pulang dengan motivasi baru: terus berlatih dan menyiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Lanjakelah: Dari Egoisme ke Harmoni

Beda nasib dialami Lanjakelah, tim beranggotakan tujuh orang: Georgius Arthur, Ardraristo Xavier, Jonathan Chandra, Louise Ferdinand, Rifki Ahmad Athalah, Steven Bonison, dan Fransta Dinata.

Mereka memulai perjalanan dengan tekad yang unik: memperjuangkan gelar pertama bagi Arthur, yang selama ini belum pernah merasakan juara. “Kami berbeda-beda keyakinan, tapi punya satu tujuan. Itu sebabnya slogan kami Tuhan kami banyak. Cara doa kami berbeda, tapi tekad kami sama: menang,” ujar salah satu anggota tim.

Lanjakelah: Tim Futsal yang meraih juara 1 FBC tahun 2025.

Tak ada jalan mulus tanpa cobaan. Egoisme sempat membayangi, tetapi mereka menemukan kunci melalui kebersamaan. “Kunci keberhasilan kami adalah percaya satu sama lain, bekerja sama, dan berani percaya diri. Kalau sudah ragu sejak awal, maka sebelum bertanding pun kami sudah kalah,” ungkap mereka.

Drama di Laga Final

Fransta Dinata, yang juga bagian dari tim inti Bangau, menyebut kemenangan tahun ini sebagai buah mental juara. “Prinsip kami sederhana: kalah bareng, menang bareng. Kami tidak pernah menyalahkan siapa pun. Kalau kebobolan, itu tanggung jawab bersama,” katanya.

Perjalanan menuju final penuh drama. Gol Fransta di semifinal membuka jalan ke partai puncak. Di final, lawan berat dari Seminari membuat laga semakin panas. Lanjakelah unggul lebih dulu 1-0, namun sempat terbalik menjadi 1-2. Dengan dukungan rekan-rekan dan strategi yang solid, mereka membalikkan keadaan lewat dua gol tambahan, termasuk gol penentu Arthur. Skor akhir 3-2 membuat Lanjakelah akhirnya berdiri di podium juara.

Bagi Arthur, air mata haru mengiringi momen itu. Gelar juara pertamanya menjadi kenyataan, bukan hanya miliknya, tetapi seluruh tim yang memperjuangkan bersama.

Mata Tertuju ke Polsri

Kemenangan ini tak membuat mereka cepat puas. Empat pemain inti, Arthur, Jonathan, Fransta, dan Ardraristo, sudah menyiapkan target baru: turnamen futsal Polsri di GOR Dempo, Oktober mendatang.

“Kami ingin membawa nama Bangau agar tak lagi dipandang sebelah mata. Kemenangan FBC hanya batu loncatan. Tahun depan pun, kalau FBC digelar lagi, targetnya tetap sama: juara,” tegas salah seorang tim Lanjakelah.

Lebih dari Sekadar Bola

Turnamen ini menobatkan Lanjakelah sebagai juara 1, disusul Dextra dan Audacia. Namun, di balik trofi dan papan skor, FBC menyisakan pelajaran berharga: tentang menurunkan ego, membangun komunikasi, serta menjadikan tim lebih dari sekadar tim—melainkan keluarga.

Bagi SMA Xaverius 1 Palembang, FBC 2025 bukan hanya pesta olahraga, tetapi juga ruang pendidikan karakter. Bahwa di lapangan futsal, seperti halnya dalam hidup, kemenangan sejati selalu lahir dari kebersamaan, kerja keras, dan doa.*** (Ignas)

Agenda

15
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
20
Jan 2025
waktu :
Agenda telah lewat
16
Nov 2024
waktu : 18:00
Agenda telah lewat