Info Sekolah
Jumat, 17 Apr 2026
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
8 April 2026

Pembentukan Pengurus Komunitas Altar: Dari Altar, Iman Bertumbuh

Rab, 8 April 2026 Dibaca 59x

SENIN sore, 30 Maret 2026, ruang serba guna di lantai satu SMA Xaverius 1 Palembang terasa berbeda. Suasana hangat, tenang, sekaligus penuh harapan. Siswa-siswi kelas X dan XI yang beragama Katolik berkumpul, bukan sekadar untuk sebuah kegiatan organisasi, tetapi untuk sesuatu yang lebih dalam: sebuah panggilan untuk melayani.

Di bawah pendampingan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Pak Herman, proses pembentukan Pengurus Komunitas Altar pun berlangsung. Sederhana, tetapi sarat makna. Dari pertemuan itu, lahirlah para pelayan muda yang akan menghidupi semangat iman di sekolah untuk masa bakti April 2026 hingga Maret 2027.

Nama-nama itu kini bukan sekadar daftar, tetapi harapan: Denis sebagai ketua, Nuel sebagai wakil ketua, Bremana sebagai sekretaris, Elena sebagai bendahara. Disusul para koordinator yang akan menghidupkan pelayanan: Edbert dan Anton (misdinar), Nikita dan Kenza (lektor), Putri dan Galuh (mazmur), Theo dan Petra (organis), serta Marveh dan Yansen (komunikasi sosial).

Namun lebih dari struktur, yang terasa adalah denyut kehidupan rohani yang mulai bergerak.

Petra Kirana Haksajiwo, siswi kelas X.10 yang dipercaya sebagai koordinator organis, mengungkapkan harapannya dengan sederhana namun menyentuh. Baginya, komunitas altar ini bukan hanya wadah kegiatan, tetapi ruang perjumpaan.

Ia melihat sesuatu yang sering luput dari perhatian: bahwa pelayanan rohani di sekolah bukan sekadar tugas tambahan, melainkan kesempatan untuk bertumbuh bersama. “Dengan adanya komunitas ini, teman-teman bisa lebih terlibat aktif, tidak hanya di paroki, tetapi juga di sekolah,” ungkapnya.

Ada semangat yang pelan-pelan tumbuh, semangat untuk saling mengenal, membangun relasi, bahkan menemukan panggilan dalam kebersamaan. Di tengah dunia remaja yang sering dipenuhi kesibukan dan distraksi, komunitas ini menjadi semacam oase: tempat untuk kembali, untuk hening, dan untuk memberi diri.

Menariknya, Petra dan tim organis tidak berhenti pada mimpi. Mereka mulai merancang langkah konkret: mencari pelayan organis di sekolah, bahkan merencanakan latihan bersama. Programnya memang masih sederhana, “masih kasar” katanya, tetapi justru di situlah letak keindahannya, karena pelayanan selalu dimulai dari niat kecil yang setia.

Momen ini mengingatkan kita bahwa iman tidak pernah tumbuh dalam ruang hampa. Ia hidup ketika diberi ruang, diberi kesempatan, dan dipercayakan kepada mereka yang mau melangkah, meski belum sempurna.

Komunitas altar ini adalah benih. Ia mungkin kecil, mungkin belum terlihat hasilnya hari ini. Tetapi jika dirawat dengan kesetiaan, ia akan bertumbuh, menjadi tempat di mana siswa belajar melayani, belajar rendah hati, dan belajar mencintai tanpa banyak sorotan.

Di tengah dunia yang sering mengukur segalanya dari prestasi dan pencapaian, mereka memilih jalan yang berbeda: jalan pelayanan.

Dan mungkin, justru di situlah letak keindahannya.

Selamat Paskah, seperti sapaan Petra di awal pesannya. Sebuah ucapan sederhana, tetapi mengandung makna mendalam: harapan akan hidup baru. Komunitas altar ini pun adalah tanda kecil dari kebangkitan itu, bahwa iman tetap hidup, tumbuh, dan berbuah… di hati para kaum muda. *** (Ignas)

Agenda

15
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
20
Jan 2025
waktu :
Agenda telah lewat
16
Nov 2024
waktu : 18:00
Agenda telah lewat