Info Sekolah
Minggu, 17 Mei 2026
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
15 November 2025

“Kuliah, Kerja, dan Kehidupan: Ternyata Tidak Seseram yang Dibayangkan”

Sab, 15 November 2025 Dibaca 278x

Di SMA Xaverius 1 Palembang, setiap cerita adalah jembatan. Setiap pengalaman para alumni adalah lentera yang menyala di tengah kegelisahan para peserta didik kelas XII yang sebentar lagi akan melangkah keluar dari gerbang sekolah. Karena itu, program Sharing Profesi Alumni IKAXA selalu menjadi salah satu momen paling ditunggu setiap tahun, bukan hanya sebagai agenda rutin, tetapi sebagai ruang belajar yang hidup, konkret, dan menyentuh.

Jumat, 14 November 2025, delapan kelas XII menerima kedatangan para alumni lintas profesi. Mereka datang bukan sekadar membawa nama besar, tetapi membawa kisah perjalanan, luka, kegagalan, keberuntungan, keberanian, dan kemenangan mereka masing-masing. Dan di kelas XIIA.1.1.2 serta XIIA.1.1.1, peristiwa itu menjadi pengalaman yang tidak hanya informatif, tetapi juga emosional.

Ketika Cerita Karier Menjadi Sumber Cahaya

Cheryne Vieny, dari XIIA.1.1.2, mengawali refleksinya dengan antusias. Baginya, sesi ini bukan hanya bincang-bincang santai, tetapi ruang aman untuk bertanya tentang “bagaimana dunia di luar sana sebenarnya”. Di kelasnya, hadir Yufrizal Ari, alumnus 1991 yang kini berprofesi sebagai fotografer profesional.

Perjalanannya tidak lurus. Ia pernah menempuh informatika, tetapi justru menemukan dirinya di balik lensa kamera. “Passion muncul saat kita berani mencoba,” katanya. Kata sederhana, tetapi bagi Cheryne, kalimat itu seperti menggugah pintu baru: ternyata salah jurusan bukan kiamat; itu bisa menjadi awal.

Selain Kak Yufrizal, hadir pula Catharina Audrey Gumulya, arsitek lulusan 2018, serta Jefriyanto dari Dexa Medica. Setiap alumni datang dengan gaya bercerita yang berbeda, tetapi semuanya memancarkan energi yang sama: keberanian untuk mencari jalan sendiri.

“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini,” tulis Cheryne, “karena saya jadi tahu bagaimana kehidupan setelah lulus SMA, kuliah, kerja, dan perjalanan menemukan diri sendiri.”

Ketika Kejujuran Akan Perjuangan Menyentuh Hati

Jesselyne Tanudjaja menuliskan kesannya dengan penuh perasaan. Ia melihat bahwa kisah nyata jauh lebih tajam daripada teori motivasi mana pun.

“Mereka tidak pantang menyerah,” tulisnya. Ada alumni yang salah memilih jurusan. Ada yang gagal berkali-kali. Ada yang harus berbelok arah. Ada yang berhasil justru dari pintu yang tidak mereka duga. Ketika mendengar itu semua, Jesselyne merasa terharu, karena ternyata jalan menuju masa depan tidak pernah mulus, tetapi selalu mungkin ditempuh.

Di benaknya, tertanam satu pesan penting yang terus diulang-ulang oleh para alumni:
“Ikuti passion-mu.” Karena pekerjaan yang dipilih dari hati tidak akan terasa sebagai beban.

Ketika Kegagalan Justru Menjadi Kompas Baru

Dari kelas XIIA.1.1.2, Clarissa Gita Wibawa dan Mishell Carolin menyaksikan beragam profesi hadir: dokter, apoteker, arsitek, hingga profesional ekonomi. Namun ada satu kisah yang paling menginspirasi mereka.

Seorang alumni bercerita bahwa ia lintas jurusan: awalnya memilih sains, gagal, mencoba lagi, lalu berbelok ke ekonomi. Dan justru di situlah ia menemukan pekerjaannya sekarang, sebuah tempat yang ia sukai dan syukuri.

Clarissa menegaskan, “Dari sharing itu, kami belajar bahwa tidak masalah jika kita tiba-tiba berubah arah, selama kita menemukan tujuan yang sesuai.” Sebuah pelajaran penting bagi para remaja yang sering cemas apakah pilihan mereka nanti tepat atau tidak.

Para alumni juga menekankan dua kemampuan penting: pengalaman dan public speaking. Dua hal yang tidak diajarkan di buku, tetapi justru menentukan kelak di dunia kerja.

Ketika Tantangan Menjadi Guru Kehidupan

Di kelas XIIA.1.1.1, Viona Amanda Limski membawa pulang pengalaman reflektif. Baginya, cerita alumni tidak hanya tentang profesi, tetapi tentang bagaimana seseorang tumbuh menghadapi tantangan kehidupan.

Ia mendengar kisah tentang sulitnya mencari jurusan, tantangan menyesuaikan diri saat kuliah, hingga berbagai tekanan di dunia profesional. Itulah kehidupan nyata, dan ternyata, tantangan itulah yang membentuk seseorang menjadi kuat.

Setelah mendengar semua itu, Viona menulis: Saya semakin termotivasi dan berani melangkah. Saya berharap dapat menjadi pribadi yang penuh semangat juang, pantang menyerah, dan tidak ragu untuk melangkah.”

Lebih Dari Sekadar Acara Tahunan

Program Sharing Profesi Alumni IKAXA bukan hanya rangkaian duduk, dengar, dan tanya jawab. Ia adalah perjumpaan lintas generasi. Ia adalah laboratorium mimpi, tempat masa depan dipelajari bukan dengan teori, tetapi dengan kisah hidup.

Para alumni tidak hanya datang sebagai tamu, mereka hadir sebagai kakak, sahabat, dan inspirator. Para peserta didik tidak hanya menjadi pendengar, mereka adalah pewaris masa depan IKAXA yang sebentar lagi akan berdiri di panggungnya sendiri.

Pada akhirnya, cerita-cerita itulah yang tinggal: bahwa hidup tidak harus lurus, bahwa passion bisa ditemukan di tengah jalan, bahwa kegagalan bisa menjadi petunjuk, dan bahwa setiap orang berhak sukses dengan caranya sendiri.

Di sekolah ini, setiap November, api kecil itu ditularkan. Dan tahun ini, api itu kembali menyala, lebih hangat, lebih terang, lebih memotivasi. *** (Ignas)

Agenda

15
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
20
Jan 2025
waktu :
Agenda telah lewat
16
Nov 2024
waktu : 18:00
Agenda telah lewat