SEKILAS INFO
20-01-2022
  • 4 bulan yang lalu / Penerimaan siswa-siswi baru SMA Xaverius1 Palembang Jalur PMK akan di buka Tgl 1 September – 30 September 2021, ayo silahkan bergabung dan segera daftar secara online melalui situs resmi ppdb SMA Xaverius 1 : ppdb.smaxaverius1.sch.id
  • 4 bulan yang lalu / Penerimaan siswa-siswi baru SMA Xaverius1 Palembang Jalur PMK akan di buka Tgl 1 September – 30 September 2021, ayo silahkan bergabung dan segera daftar secara online melalui situs resmi ppdb SMA Xaverius 1 : ppdb.smaxaverius1.sch.id, atau bisa melalui klik link di menu  Portal SMA Xaverius 1 website ini.
4
Des 2021
91 Tahun Yayasan Xaverius Palembang, Mgr Harun Yuwono: Hidup Bijaksana dan Rendah Hati

“PADA-MU Tuhan aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu”. Itulah tema misa syukur pesta pelindung Yayasan Xaverius Palembang (YXP) dan sekolah-sekolah Katolik di Keuskupan Agung Palembang (KAPal).

Perayaan syukur yang dipimpin Uskup Agung Palembang, Mgr Yohanes Harun Yuwono diselenggarakan secara tatap muka terbatas di Hall XCS (Xaverius Centrum Studiorum) YXP pada hari Jumat, 3 Desember 2021, mulai pkl 10.30 -11.30 WIB.

91 orang

Secara simbolik dan cantik panitia hanya mengikut-sertakan 91 umat atau tamu undangan dalam perayaan ekaristi yang dikemas dalam sub-tema: “MENDIDIK -generasi milenial yang cerdas dan berkarakter Xaverius- DENGAN HATI”.

Ke-91 peserta misa offline menandakan usia Yayasan Xaverius Palembang yang ke 91 tahun. Usia YXP yang tergolong tidak muda lagi dan memiliki 60 unit sekolah yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu.

Ke-91 peserta yang hadir secara tatap muka adalah pegawai dan staf YXP, perwakilan guru dan karyawan dari masing-masing unit sekolah TK, SD, SMP, SMA dan SMK Xaverius yang berada di kota Palembang.

Tidak sedikit umat (guru dan karyawan sekolah-sekolah Xaverius yang beragama Katolik) baik yang berada di kota Palembang maupun di luar kota Palembang mengikuti misa syukur secara online via youtube YXP. Sekadar contoh, para guru dan karyawan SMA Xaverius 1 Palembang, yang hanya dipisahkan dengan tembok, bersebelahan dengan gedung pelaksanaan misa, secara bersama dan berkumpul mengikuti misa secara online di ruang pertemuan lantai 3 SMA Xaverius 1 Palembang.

Untuk hidup

Mgr Harun Yuwono dalam homilinya mengutip ungkapan Latin: non scholae, sed vitae discimus (artinya: kita belajar bukan untuk sekolah, tapi untuk hidup).

Kata-kata filsuf Romawi, Lucius A Senecaitu dijelaskan secara gamblang oleh Mgr Harus diharapan umat yang mayoritas pendidik, maksudnya, sekolah tidak hanya untuk meraih ijasah, kedudukan, pangkat, pekerjaan dan status sosial lainnya tetapi sekolah untuk hidup. Hidup yang dihayati dengan penuh sukur, bijaksana, rendah hati, dan penuh rasa persaudaraan.

Para konselebran (dari kiri ke kanan): Bendahara YXP (Rm Surawan), Kepala Kantor YXP (Rm Supardi), Uskup Agung Palembang (Mgr Y Harun Yuwono), dan Ketua Yayasan Xaverius Palembang (Rm Dominggus Koro). Foto: Ibu Estri.

Sekolah-sekolah Katolik hendaknya, mampu membukakan cakrawala bagi para siswanya. Peserta didik hendaknya mendapatkan kabar gembira, kepedulian yang utuh, tegas Mgr Harun yang didampingi para imam yang berkarya di YXP: Rm Dominggus Koro, Rm Surawan, dan Rm Supardi.

Perbedaan itu berkat

Seperti Fransiskus Xaverius yang adalah seorang pekerja keras, teguh beriman, dan memikirkan untuk kemuliaan Allah, St Fransiskus Xaverius tidak menghadirkan permusuhan dan perbedaan. Perbedaan justru merupakan berkat bagi keberagaman sebagai anak bangsa, harap Mgr Harun.

Potong tumpeng. Secara sederhana, seusai misa syukur 91 tahun Yayasan Xaverius Palembang dan pesta pelindung sekolah-sekolah Xaverius di KAPal, para guru mengikuti acara pemotongan tumpeng sekaligus makan bersama di ruang guru, Jumat, 3 Desember 2021. Foto: Ibu Anna.

Mgr Harun Yuwono yang beberapa bulan lalu ditunjuk oleh Paus Fransiskus sebagai Uskup Agung Palembang memohon agar gelorakan terus nilai-nilai kebangsaan dan kemajemukan untuk diwariskan bagi kaum muda kita.

Wartakan senantiasa dalam hidup kita semangat kerendahan hati, kepedulian, dan persaudaraan sejati, imbuh Mgr Harun.*** (Ignas Iwan Waning)