SENIN pagi, 30 Maret 2026, di lapangan hijau warga SMA Xaverius 1 Palembang menjadi saksi sebuah momen penting: pelantikan dan serah terima pengurus OSISKA (Organisasi Siswa Intra Sekolah Katolik) dari angkatan 69 kepada angkatan 70. Dalam balutan upacara bendera yang khidmat, bukan sekadar jabatan yang berpindah tangan, tetapi juga semangat, tanggung jawab, dan harapan untuk masa depan sekolah yang lebih baik.
Periode baru telah dimulai, Maret 2026 hingga Februari 2027. Sebuah perjalanan yang tentu tidak ringan, tetapi penuh peluang untuk bertumbuh, belajar, dan memberi makna.
Dalam amanatnya, Kepala SMA Xaverius 1 Palembang, Bapak A. Sudarsana, M.Pd., menegaskan pentingnya keterampilan komunikasi dan pergaulan sebagai fondasi kepemimpinan. Pesan ini terasa sederhana, namun sangat mendalam. Sebab sejatinya, kepemimpinan bukan hanya soal mengatur program, tetapi tentang bagaimana membangun relasi, mendengarkan, dan merangkul banyak pihak dalam satu gerak bersama.

Momen serah terima ini juga diwarnai dengan refleksi dan harapan dari dua generasi pemimpin OSISKA.
Gregorius Aurelian Silvano, Ketua OSISKA 69, dengan penuh rasa syukur menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga sekolah yang telah mendukung perjalanan kepengurusan mereka. Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada rekan-rekan pengurus yang telah setia berproses bersama, melewati dinamika, tantangan, dan pembelajaran yang membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih matang.
Kepada pengurus baru, Gregorius berpesan sederhana namun bermakna: tetaplah bersemangat dan nikmati setiap dinamika. Sebab dalam setiap proses, selalu ada pelajaran berharga yang akan membentuk karakter seorang pemimpin.
Tongkat estafet kini berada di tangan Pascalis Adian Agung, Ketua OSISKA 70. Dengan rendah hati, ia menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah sebuah kehormatan besar. Namun lebih dari itu, ia mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Lingkungan sekolah yang berkarakter unggul lahir dari guru dan siswa yang berkarakter baik,” ungkapnya. Sebuah ajakan yang menegaskan bahwa kualitas sekolah tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi oleh pribadi-pribadi di dalamnya.
Pascalis juga mengundang semua pihak untuk bergerak bersama. merawat karakter, membangun kebersamaan, dan mendukung setiap langkah OSISKA 70. Karena perubahan tidak pernah lahir dari satu orang, melainkan dari kolaborasi banyak hati yang memiliki tujuan yang sama.

Pelantikan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari kisah baru. Kisah tentang keberanian mengambil peran, tentang kesediaan untuk melayani, dan tentang semangat untuk terus bertumbuh.
Di lapangan hijau itu, harapan-harapan baru ditanam. Dan kini, saatnya OSISKA 70 merawatnya, dengan kerja nyata, semangat kebersamaan, dan hati yang siap melayani.*** (Ignas)