Oleh: Rebecca Javellin Liberty | XI A2.1
Ketika musik mulai dimainkan dan sebelas dancer bergerak mengikuti irama, perhatian penonton langsung tertuju ke lapangan. Gerakan yang terlihat kompak dan penuh energi itu ternyata tidak muncul begitu saja. Ada latihan, audisi, kerja sama, dan tentu saja semangat yang dibangun bersama.
Kami adalah tim dance DBL SMA Xaverius 1 Palembang yang tampil dalam rangkaian Roadshow DBL pada Kamis, 3 September 2026. Tim ini beranggotakan 11 siswi dari berbagai kelas, yaitu Elena (X.5), Rebecca (XI A2.1), Irene (XI A3.2), Lulu (XI A3.3), Maria (XI A3.1), Caca (X.2), Garneta (X.2), Davina (X.2), Fenesia (X.8), Keyra (X.9), dan Livya (X.3).
Di balik persiapan, ada sosok pelatih yang mendampingi dan mengarahkan latihan, yaitu Ce Choni.
Berawal dari audisi
Persiapan untuk DBL dimulai pada 30 Juli 2026. Namun, sebelum latihan bersama dimulai, para calon anggota terlebih dahulu mengikuti audisi.
Audisi menjadi tahap penting untuk menentukan siapa saja yang akan menjadi bagian dari tim. Kemampuan menari, mengikuti gerakan, serta kesiapan untuk menjalani proses latihan menjadi bagian dari perjalanan menuju tim utama.

Setelah anggota terpilih, latihan pun dimulai. Waktu yang tersedia tidak panjang, sehingga setiap anggota harus berusaha mengikuti koreografi dan menjaga kekompakan tim.
Bukan sekadar hafal gerakan
Menjadi dancer DBL bukan hanya tentang mampu menari. Setiap anggota harus belajar bergerak sebagai satu tim.
Satu gerakan yang terlambat atau tidak kompak dapat terlihat jelas ketika sebelas orang tampil bersamaan. Karena itu, latihan dilakukan untuk menyamakan gerakan, tempo, ekspresi, hingga formasi.
Proses tersebut tentu tidak selalu mudah. Ada gerakan yang perlu diulang berkali-kali sampai semua anggota dapat melakukannya dengan kompak. Namun, justru dari proses itulah rasa kebersamaan mulai terbentuk.
Dari latihan ke panggung
Setelah melewati proses latihan dan persiapan, tibalah saatnya tampil di hadapan siswa SMA Xaverius 1 Palembang.

Begitu musik dimulai, rasa lelah selama latihan seolah terbayar. Sebelas dancer tampil dengan penuh energi. Sorakan dan tepuk tangan penonton membuat suasana semakin meriah.
Bagi tim dance DBL, penampilan tersebut bukan hanya tentang menunjukkan kemampuan menari. Ada proses panjang yang ikut tampil bersama: keberanian saat audisi, latihan sejak akhir Juli, belajar kompak, dan saling mendukung sebagai satu tim.
Dari ruang latihan hingga ke tengah lapangan, pengalaman DBL mengajarkan satu hal sederhana: penampilan yang terlihat beberapa menit di atas panggung bisa lahir dari latihan dan kerja sama yang panjang.
Dan bagi sebelas dancer Xaverius, perjalanan itu menjadi salah satu cerita yang akan selalu diingat dari masa SMA.*** (Ignas)