RABU pagi, 19 November 2025, di Universitas Musi Charitas (UKMC) Palembang para peserta lomba beradu kreativitas. Salah satu tim tampil mencuri perhatian lewat karya yang bukan hanya apik secara visual, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Mereka adalah Tim KokoCiciPik dari SMA Xaverius 1 Palembang, juara pertama kategori Educational Video yang digelar oleh Musi Charitas English Education Student Association.
Di balik kemenangan itu, ada wajah-wajah muda yang penuh kepedulian: Clairine Aurellia Lie (X-10), Fynn Angelo Tjhen (X-3), Gratia Magna Nua Busen (X-3), dan Jonathan Lie (X-3). Mereka bukan hanya datang untuk bertanding, tetapi membawa sebuah pesan penting bagi generasi mereka sendiri.
Mental Health, Pesan dari Gen Z untuk Gen Z
“Tema yang kami pilih mental health,” ujar Clairine usai perlombaan.
“Karena Gen Z sekarang rentan mengalami gangguan mental akibat tekanan media sosial dan ekspektasi tinggi. Edukasi tentang kesehatan mental dapat membantu mereka mengelola stres dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental.”

Jawaban Clairine terdengar sederhana, namun menyimpan realitas besar. Di era digital, Gen Z seperti dikejar dua mata pisau: dunia maya memberi akses belajar yang luas, tetapi sekaligus menghadirkan standar kebahagiaan, prestasi, dan penampilan yang seringkali tidak realistis. Tidak semua remaja siap menghadapi sorotan dan perbandingan tanpa henti.
Tim KokoCiciPik menang bukan semata karena videonya memukau, tetapi karena mereka paham apa yang ingin disampaikan. Mereka berbicara tentang luka, tekanan, dan kecemasan, isu yang kadang dianggap tabu di lingkungan sekolah, namun dengan nada positif: bahwa meminta pertolongan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.
Saat Sekolah Jadi Ruang Aman untuk Tumbuh
Kemenangan ini membawa pesan lebih luas: pendidikan bukan hanya soal angka rapor dan kompetisi akademik. Sekolah juga harus menjadi ruang yang aman untuk bertumbuh sebagai manusia seutuhnya: fisik, sosial, spiritual, termasuk mental.
Apa yang dilakukan keempat peserta ini membuktikan bahwa:
Mereka mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati bukan hanya mencetak siswa pintar, tetapi manusia yang peduli dan peka terhadap kehidupan.
Dari UKMC untuk Para Remaja di Mana Pun
Tim KokoCiciPik pulang membawa piala juara pertama. Namun lebih dari itu, mereka membawa pulang keyakinan bahwa suara anak muda layak didengar, terlebih ketika berbicara tentang kesehatan mental.

Video yang mereka hasilkan mungkin tidak menyembuhkan semua luka, tetapi setidaknya membuka pintu kesadaran: setiap orang berhak untuk merasa aman, didengarkan, dan dicintai, termasuk dirinya sendiri.
Dan jika pesan ini terus disebarkan, bukan tidak mungkin generasi yang kerap dicap rapuh ini akan tumbuh menjadi generasi paling kuat: bukan karena tidak pernah jatuh, tetapi karena tahu cara bangkit bersama.*** (Ignas)