Morris Manullang, siswa kelas X.4, mengaku mengalami culture shock ketika pertama kali menjejakkan kaki di SMA Xaverius 1 Palembang. “Saat pertama kali masuk ke sekolah ini, cukup berbeda dengan sekolah saya sebelumnya, mulai dari orang-orangnya, fasilitasnya, hingga guru-gurunya,” ujarnya jujur.
Perbedaan yang paling terasa bagi Morris adalah usia guru. “Di sini, saya baru pertama kali mendapatkan guru yang usianya jauh di atas saya, jadi mungkin gurunya lebih sensi sedikit. Sebelumnya dari TK hingga SMP, guru-guru saya tidak ada yang berusia lebih dari 30 tahun, jadi suasananya lebih santai dan enjoy,” jelasnya.
Meskipun awalnya kaget, Morris perlahan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Ia mulai memahami sikap dan metode mengajar guru-guru di SMA. “Saya juga sudah mulai beradaptasi dengan cara mengajar yang mendengar dan mencatat. Di sekolah saya yang lama, kami lebih banyak praktik, jadi tes tertulis itu jarang,” ujarnya.
Sejauh ini, Morris mengaku belum menghadapi kendala berarti dalam belajar di SMA Xaverius 1. Namun, pengalaman belajar Bahasa Inggris bersama Mr. Ahmed menjadi salah satu momen yang paling berkesan baginya. “Kesan saya belajar Bahasa Inggris bersama Mr. Ahmed cukup baik. Beliau orangnya sangat fun, dan saya sangat enjoy belajar karena banyak ice breaking, games, dan kegiatan seru lainnya,” katanya.

Dari pengalaman Morris, jelas terlihat bahwa penyesuaian di lingkungan baru bukan hal yang mudah, tetapi dengan semangat dan keterbukaan, siswa bisa menemukan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memotivasi. SMA Xaverius 1 Palembang, dengan guru-guru yang inspiratif dan metode mengajar yang menarik, menjadi tempat di mana siswa seperti Morris bisa berkembang, belajar, dan menikmati prosesnya.*** (Ignas)