HARI Pramuka Ke 63 dirayakan pada Rabu 14 Agustus 2024. Secara massal, sekolah-sekolah Katolik kota Palembang memusatkan kegiatan di kompleks SD Xaverius 9, SMP Xaverius 7 dan SMAK Xaverius Sako, Palembang.
SMA Xaverius 1 Palembang mengutus 23 orang yang terdiri dari seorang pembina, 4 orang panitia dan 18 orang peserta. Ke 18 peserta ini terdiri dari 2 regu dengan masing-masing 9 orang regu putra dan 9 orang regu putri.
Berikut disajikan pengalaman yang berkesan dari salah seorang peserta, Gisela Keely Jade, Kelas XI A3-1.
Saya juga teringat terus dengan petugas upacara yang menyebutkan UUD 1945, sepertinya dia sangat grogi sehingga intonasinya tidak jelas dan temponya sangat cepat. Suaranya bergetar seperti ingin menangis.
Selain itu tadi pembacaan doanya banyak sekali, ada doa secara agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Di sana saya bertemu banyak teman lama saya dari dulu TK, SD, dan SMP. Saya dan teman-teman saya mengambil beberapa foto sebelum kembali ke sekolah untuk belajar.
Lebih serius latihan
Untuk persiapan tampil sebelum upacara dimulai, kami memulainya pada hari Rabu dan Kamis (7-8 Agustus) minggu lalu, dan dilanjutkan pada Senin dan Selasa (12-13 Agustus) kemarin. Dengan waktu yang singkat ditengah padatnya jadwal masing-masing, kami tentu harus serius dalam latihan.
Namun sebaliknya, banyak diantara kami yang kurang serius saat latihan, seperti tidak mendengarkan komando karena sibuk mengobrol, jika disuruh berbaris malah duduk-duduk, dan sibuk sendiri.

Hal-hal seperti itu membuat situasi bantara menjadi beruap, sehingga waktu latihan dan tenaga kami berkurang untuk marahi orang yang sulit diatur itu. Pada akhirnya ka Fely turun tangan untuk menegur dan agar dapat lebih serius dalam latihan. Ka Fely memantau kami pada hari Senin dan Selasa kemarin. Mulai pada hari Seninlah kami dapat lebih serius saat latihan.
Terima kasih Gisela atas pengalaman yang telah ditulis dan dibagikan ini. Semoga pengalaman dan evaluasi ini membantu tim bantara SMA Xaverius 1 semakin benderang dan menjadi panutan berkaitan dengan kedisiplinan.*** (Ignas)