SEKILAS INFO
30-11-2022
  • 1 bulan yang lalu / FORXA (Fun Work with Xaverius One) mengadakan market day dan aneka lomba (Jumat-Sabtu, 14-15 Oktober 2022) di Lapangan dan kelas-kelas SMA Xaverius 1 Palembang. Hadir dan saksikanlah!
  • 1 bulan yang lalu / EKSPO Perguruan Tinggi dilaksanakan pada Kamis-Jumat, 27-28 Oktober 2022.
  • 2 bulan yang lalu / Projek Pertama, Nitha: Pemilihan Duta Lingkungan yang Memakai Pakaian Unik
21
Okt 2021
Amelia Agatha: Bermazmur Untuk Kemulian Tuhan

HOBINYA menyanyi dan melukis. Lantaran kesukaan menyanyi, Amelia Agatha terus berkontribusi dalam melantunkan mazmur di gereja. Tidak hanya itu, Amel, biasa disapa, menggapai kejuaraan lomba mazmur. Yang terkini, tahun 2021, ia menjadi peserta lomba mazmur pesparani tingkat nasional, kategori remaja, mewakili Sumatera Selatan.

Berikut, petikan percakapan dengan Amelia, siswi kelas XII MIPA 7 SMA Xaverius 1 Palembang dan anak kedua dari dua bersaudara ini:

Sejak kapan Amel tertarik untuk bermazmur di gereja dan mengikuti lomba mazmur?

Amel mulai tertarik untuk bermazmur di gereja ketika masuk kelas 3 SMP. Saat itu Amel sangat hobi menyanyi.

Di  sekolah, saya sering mengikuti kegiatan koor gereja, vocal grup, ataupun menyanyi solo. Itulah yang mendorong Amel untuk ikut bergabung dalam komunitas pemazmur di paroki Santo Yoseph Palembang.

Dengan bermazmur, saya dipacu untuk meningkatkan kepercayaan diri. Bagi saya, guru musik saya seperti Ibu Yayuk, Ibu Helena Pende dan Kak Diki sangat mempengaruhi dalam perkembangan menyanyi. Mereka sangat mendukung saya.

Selama mengikuti dan bergabung dalam komunitas pemazmur di gereja, saya sebelumnya tidak cukup pede dengan diri saya sendiri. Saya kadang gugup saat tampil di hadapan umat yang hadir. Namun, ada satu hal yang saya selalu ingat bahwa “Kita bernyanyi untuk Tuhan”, kalimat ini menolong saya untuk fokus dan mengurangi rasa grogi saya dihadapan umat.

Mengapa tertarik mengikuti lomba-lomba Mazmur?

Awalnya saya tidak begitu tertarik dalam mengikuti lomba-lomba mazmur. Lomba mazmur lebih bersifat perorangan. Saya lebih suka mengikuti lomba yang berkelompok seperti paduan suara. Namun, nyanyian mazmur sangatlah menarik dan enak untuk dinyanyikan, oleh sebab itu saya tertarik mengikuti lomba-lomba mazmur.

Saya sekarang cukup aktif menjadi pemazmur di gereja. Dengan mengikuti lomba-lomba mazmur dapat meningkatkan pengalaman dan wawasan saya terhadap lagu-lagu dan makna dari mazmur seperti mazmur sukacita, permohonan, pujian, dan seterusnya.

Sejauh ini, apa saja kesulitan dalam bermazmur?

Jujur, kesulitan yang sering saya temukan dalam bermazmur adalah ketika saya bertugas sebagai pemazmur pada pagi hari di gereja. Biasanya, saya bertugas mazmur pada misa 1, dan mulai pukul 06:30.

Kesulitannya, saya sebelum bernyanyi biasanya harus pemanasan vokal terlebih dahulu (vokalizing), karena hal ini sudah menjadi kebiasaan saya sejak saya kelas 1 SMP. Namun, ketika saya tidak pemanasan vokal terlebih dahulu, suara saya rasanya tidak keluar atau suaranya tidak panas, dan masih banyak hal yang mengganjal di tenggorokan.

Di pagi hari, sulit bagi saya untuk melakukan vokalizing, karena akan mengganggu tetangga sebelah rumah dengan suara saya yang volumenya cukup besar. Oleh sebab itu saya merasa belum cukup memberikan secara maksimal saat bermazmur di gereja.

Amelia Agatha ketika bermazmur di gereja, mengundang umat umtuk memuliakan dan memuji Tuhan

Selain itu, kadang-kadang ada mazmur yang ayat mazmurnya panjang, dan hendaknya dibawa dengan satu kalimat utuh. Di sini nafas saya tidak kuat, sehingga mengharuskan saya memilih kata yang harus dipenggal.

Apa saja harapan dengan lomba-lomba mazmur?

Harapan saya, dengan mengikuti lomba-lomba mazmur ini, saya bisa meningkatkan pengalaman dan kemampuan saya dalam bermazmur, cara bernyanyi dengan baik, dan bukan semata-mata hanya demi lomba.

Hal terpenting, menurut saya bagaimana agar makna mazmur itu sendiri bisa saya sampaikan kepada umat yang mendengarkan dengan baik. Misalnya pada mazmur permohonan yang mengajak kita untuk menanggapi sabda Tuhan dengan doa, mazmur pujian yang mengajak kita memuji Allah atas kebaikan-Nya, dan mazmur sukacita yang mengundang kita untuk meluapkan kegembiraan sebagai tanggapan atas karunia Allah.

Beberapa prestasi/ kejuaraan Amel ketika mengikuti lomba mazmur?

Beberapa prestasi ketika Amel, yang lahir di Palembang, 19 September 2004, mengikuti lomba mazmur, antara lain menjuarai lomba-lomba mazmur yang diselenggarakan se-dekanat 1 Palembang, juara 1 (champion) lomba mazmur kategori remaja Pesparani Sumatera Selatan, 2021 dan juara 1 lomba mazmur BKSN 2021 se Keuskupan Agung Palembang, KAPal.*** (Ignas Iwan Waning)