Ekspo Perguruan Tinggi Ke-21 SMA Xaverius 1 Palembang
Memilih perguruan tinggi bukan perkara sederhana. Di balik pertanyaan, “Nanti mau kuliah di mana?”, ada banyak hal yang perlu dipikirkan: jurusan apa yang sesuai dengan minat, seperti apa kehidupan perkuliahannya, bagaimana proses pendaftarannya, berapa biaya yang dibutuhkan, hingga peluang mendapatkan beasiswa.
Bagi siswa SMA, pertanyaan-pertanyaan tersebut kadang terasa masih jauh. Namun, ketika kelulusan semakin dekat, masa depan mulai terasa nyata.
Kesempatan untuk mengenal dunia perguruan tinggi secara lebih dekat hadir melalui Ekspo Perguruan Tinggi Ke-21 SMA Xaverius 1 Palembang, yang berlangsung di Gedung XCS (Xaverius Centrum Studiorum), Kamis–Jumat, 1–2 Oktober 2026.
Sebanyak 30-an perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri ikut ambil bagian. Panitia juga menyediakan 38 stand yang menjadi ruang bagi siswa untuk mencari informasi, bertanya, berdiskusi, dan mengenal berbagai pilihan pendidikan tinggi.
Tidak hanya membaca brosur
Bagi Karen Amberly Rusli, ekspo menjadi kesempatan untuk mendapatkan informasi secara langsung dari perwakilan perguruan tinggi.
“Bagi saya, ekspo ini menarik karena saya bisa bertanya langsung kepada perwakilan universitas tentang kehidupan perkuliahan, fasilitas, jurusan yang tersedia, dan beasiswa,” ungkapnya.
Menurut Karen, percakapan langsung tersebut membuatnya lebih memahami gambaran kehidupan setelah SMA. Ia juga dapat mempertimbangkan pilihan perguruan tinggi yang sesuai dengan minatnya.

Hal serupa dirasakan Marissa Anabelle Sibarani. Baginya, salah satu hal menarik dari ekspo adalah kesempatan berinteraksi langsung dengan mahasiswa.
Ia tidak hanya mendapatkan informasi dari brosur, tetapi juga dapat bertanya tentang jurusan, proses pendaftaran, hingga beasiswa.
“Bukan hanya sekadar baca dari brosur,” demikian kesan Marissa.
Percakapan langsung membuat informasi yang sebelumnya terasa formal dan cukup jauh menjadi lebih nyata. Siswa dapat bertanya berdasarkan apa yang benar-benar ingin mereka ketahui.
Ketika pilihan kuliah mulai terlihat
Bagi Nachia Memina Alvaro, ekspo memberikan pengalaman yang lebih luas. Ia tidak hanya mencari informasi mengenai perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga melihat kemungkinan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Ketertarikannya untuk kuliah di luar negeri membuat informasi mengenai program pendidikan dan beasiswa menjadi sangat penting.
“Sekarang saya jadi punya gambaran yang lebih jelas dan beberapa pilihan untuk didiskusikan bersama orang tua,” katanya.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa memilih perguruan tinggi bukan keputusan yang harus dibuat sendirian oleh siswa. Informasi yang diperoleh di ekspo dapat menjadi bahan pembicaraan bersama keluarga.
Dari sekadar datang dan melihat-lihat stand, siswa pulang membawa sesuatu yang lebih penting: gambaran tentang pilihan masa depan.
Bertanya langsung, tidak lagi menebak-nebak
Sementara itu, Devlin Alvaro Pratama merasakan manfaat lain dari ekspo. Bersama teman-temannya, ia dapat bertanya secara langsung dan lebih rinci kepada pihak perguruan tinggi yang diminati, terutama perguruan tinggi yang berasal dari luar kota.
Kesempatan seperti ini membuat siswa tidak harus hanya mengandalkan informasi yang ditemukan secara mandiri. Mereka dapat langsung menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan dari pihak yang memahami perguruan tinggi tersebut.

Bagi siswa kelas XII, pengalaman seperti ini tentu memiliki arti tersendiri. Waktu untuk menentukan pilihan semakin dekat. Semakin banyak informasi yang dimiliki, semakin banyak pula hal yang dapat dipertimbangkan.
Ekspo bukan sekadar pameran kampus
Pada akhirnya, Ekspo Perguruan Tinggi Ke-21 bukan hanya tentang puluhan stand yang dipenuhi brosur dan informasi perguruan tinggi.
Lebih dari itu, ekspo menjadi ruang perjumpaan antara siswa yang sedang mencari arah dan perguruan tinggi yang menawarkan berbagai kemungkinan masa depan.
Ada siswa yang sedang mencari jurusan. Ada yang ingin mengetahui beasiswa. Ada yang mulai mempertimbangkan kuliah di luar negeri. Ada pula yang masih mencoba memahami pilihan yang tersedia.
Semua datang dengan pertanyaan yang berbeda. Dan di antara percakapan singkat di setiap stand, mungkin ada satu hal yang perlahan mulai terbentuk: gambaran tentang langkah berikutnya setelah SMA.
Bagi sebagian siswa, keputusan mungkin belum langsung ditemukan dalam dua hari ekspo. Itu bukan masalah. Sebab, memilih perguruan tinggi memang membutuhkan waktu, informasi, pertimbangan, dan percakapan bersama orang tua.
Yang penting, siswa tidak lagi hanya bertanya, “Saya mau kuliah di mana?”
Melalui ekspo ini, mereka mulai belajar bertanya lebih jauh: “Apa yang ingin saya pelajari?” “Apa yang sesuai dengan minat dan kemampuan saya?” “Kesempatan apa yang bisa saya ambil?” “Dan ke mana saya ingin melangkah setelah SMA?”
Mungkin itulah makna paling penting dari sebuah ekspo perguruan tinggi. Bukan memberikan satu jawaban tentang masa depan, tetapi membuka lebih banyak pintu agar setiap siswa dapat menemukan pilihannya dengan lebih sadar.*** (Ignas)