Info Sekolah
Senin, 04 Mei 2026
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
6 Desember 2025

Suara-Suara di Tengah SAS 2025: Belajar, Fokus, dan Harapan

Sab, 6 Desember 2025 Dibaca 215x

SUASANA di SMA Xaverius 1 Palembang sejak tanggal 1 hingga 11 Desember 2025 terasa berbeda. Koridor yang biasanya riuh kini lebih sunyi, langkah-langkah siswa melambat. Inilah masa Sumatif Akhir Semester (SAS) Ganjil 2025, momen penting yang selalu menghadirkan campuran antara tegang, semangat, dan harapan.

Di balik lembar soal dan meja-meja yang tersusun rapi, tersimpan cerita-cerita kecil dari para peserta ujian. Cerita tentang cara mereka menjaga fokus, strategi mengatasi tekanan, hingga harapan sederhana yang menggerakkan tekad mereka.

Tasia: Ujian Dua Minggu yang Justru Membuat Tenang

Bagi Tasia Aghatia Winarto dari kelas XI.1.2.2, jadwal SAS yang berlangsung hampir dua minggu bukanlah beban, tetapi justru memberi kenyamanan.

“Pembagian mata pelajarannya adil, tidak ada hari yang terlalu berat,” tuturnya. Ia merasa jadwal yang disusun sekolah sangat matang, tidak terburu-buru dan memberi ruang untuk bernapas. Daripada memadatkan banyak mata pelajaran dalam waktu singkat, ritme ujian panjang seperti ini membuat siswa lebih siap dan hasilnya lebih memuaskan.

Tentang cara menjaga fokus, Tasia punya kebiasaan unik. “Saya biasanya menutup mata untuk membayangkan materi yang saya pelajari,” ujarnya. Jika suasana kelas terlalu berisik, ia menutup telinga, dan ketika tenang, ia memilih membaca soal berulang-ulang sambil merenungkan jawabannya. Sederhana, namun baginya itulah cara terbaik untuk tetap terpusat.

Levinne: Dukungan Keluarga yang Menjadi Tenaga Cadangan

Sementara itu, Levinne Emerson Mulia dari XII.1.2.1 merasakan kenyamanan ujian bukan karena jadwalnya saja, tetapi karena dukungan yang mengalir dari orang tua dan teman-teman.

“Orang tua saya bahkan mengajak jalan-jalan sebelum SAS mulai. Itu membuat saya lebih rileks,” katanya. Di akhir pekan, keluarga kembali membawa suasana tenang lewat aktivitas bersama, sekadar untuk melepaskan penat sebelum pekan ujian berikutnya.

Untuk menjaga fokus, Levinne punya formula lengkap: berdoa, tidur cukup, sarapan, mengerjakan soal yang mudah terlebih dahulu, dan mengolah emosi lewat afirmasi positif. “Berdoa itu penting. Membuat saya tenang dan percaya diri,” tambahnya.

Chelsea: Antara Materi Sehari-Hari dan Keinginan Membantu Orang Tua

Bagi Chelsea Nively dari XI.2.2, mata pelajaran yang paling mudah justru adalah Agama dan Pendidikan Pancasila, karena menurutnya, dua pelajaran ini dekat dengan kehidupan sehari-hari. “Kalau sudah paham materinya, lebih gampang menjawabnya. Uraiannya juga tinggal memberikan contoh konkret,” jelasnya.

Namun di balik kesan ringan itu, Chelsea menyimpan harapan besar: “Saya ingin mempertahankan peringkat supaya dapat potongan SPP. Itu sangat membantu orang tua saya.” Ia menegaskan bahwa orang tuanya tak pernah menuntut soal peringkat, namun tekad itu muncul dari dirinya sendiri. Sebuah keteguhan yang tumbuh dari rasa syukur dan cinta kepada keluarga.

Kayna: Antara Padat dan Nyaman, Fokus dan Doa

Kayna Zahira Naila, juga dari XI.2.2, merasakan jadwal SAS tahun ini “cukup nyaman walaupun sedikit padat”. Namun ia mengakui bahwa ritme tersebut masih bisa diikuti dengan baik.

Untuk menjaga fokus, Kayna selalu memulai dengan doa, lalu membaca soal dengan tenang, mengerjakan dari yang paling ia pahami. “Supaya tetap fokus, mulai dari yang paling gampang dulu, Pak,” tuturnya lugas.

Sesyl: Ketika Harapan Lebih Besar dari Kesulitan

Dari kelas XII.1.1.1, Sesyl Desynvia mengungkapkan hal yang berbeda. Baginya, belum ada pelajaran yang benar-benar mudah. Semua ujian terasa cukup menantang, meski ia punya minat khusus pada Kimia.

Namun justru dari sanalah inspirasi itu tumbuh. “Kalau pun saya dapat nilai kecil, saya tetap akan berusaha lagi,” katanya, matanya berbinar. “Saya ingin membanggakan orang tua saya. Mereka tidak menuntut apa pun, tapi saya ingin memberikan yang terbaik.”

Dalam nada suaranya terselip kegigihan yang jarang ditemukan: tidak menyerah, tidak putus asa, dan selalu bangkit untuk mencoba lagi.

Di Antara Kertas Jawaban Itu, Tersimpan Ketabahan

SAS bukan sekadar rangkaian tes. Ia adalah cermin kecil tentang dinamika perjalanan belajar para siswa. Ada yang menemukan kenyamanan dalam jadwal yang teratur, ada yang mengambil kekuatan dari keluarga, ada yang menyandarkan fokus pada doa, dan ada pula yang memperjuangkan mimpi untuk membuat orang tua tersenyum.

Di SMA Xaverius 1 Palembang, suara-suara muda itu mengajarkan sesuatu: bahwa ujian bukan semata soal benar atau salah, tetapi tentang proses menjadi lebih tenang, lebih matang, dan lebih bertanggung jawab.

Ketika kalender menunjukkan 11 Desember nanti, nilai-nilai mungkin akan tertulis di rapor, tetapi yang lebih penting, perjalanan belajar, dengan segala kisah kecilnya, akan selalu melekat sebagai bagian dari kedewasaan.

Dan dari ruang-ruang kelas itulah, masa depan sedang disusun perlahan, oleh tangan-tangan muda yang penuh tekad dan harapan. *** (Ignas)

Agenda

15
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
20
Jan 2025
waktu :
Agenda telah lewat
16
Nov 2024
waktu : 18:00
Agenda telah lewat