Bagi Katryn Cecilia, siswi kelas XIA.3.2 SMA Xaverius 1 Palembang, seni bukan sekadar kegiatan tambahan di sela padatnya jadwal sekolah. Ia meyakini, seni adalah bagian dari hidup yang memberi warna sekaligus tantangan dalam proses pertumbuhannya sebagai remaja.
Putri kedua dari dua bersaudara ini dikenal memiliki banyak bakat: bernyanyi, menari, memasak, berenang, hingga seni bertutur. Namun, jika harus memilih satu yang paling disukai untuk mengisi waktu santai, Katryn tak ragu menyebut bernyanyi.
“Dengan menyanyi, saya bisa mengeluarkan emosi saya,” ungkapnya.
Grogi di Balik Tari Tanggai
Pengalaman terbarunya adalah saat tampil di depan ratusan penonton dalam pembukaan Ekspo Ke-20 Perguruan Tinggi di SMA Xaverius 1 Palembang, Sabtu (19/9/2025) di Xaverius Centrum Studiorum, XCS, Jalan Bangau No 60 Palembang. Bersama teman-temannya, Katryn membawakan tari tanggai, tarian tradisional khas Palembang.
“Setiap kali akan tampil, saya selalu merasa takut dan gemetaran di atas panggung. Saya khawatir lupa gerakan,” tuturnya polos. Perasaan itu kembali ia alami saat ekspo. Bedanya, meski masih diliputi grogi, ia berhasil menyelesaikan tarian dengan penuh semangat.

Bagi Katryn, tantangan terbesarnya adalah soal ingatan. Berbeda dengan teman-temannya yang sudah pernah membawakan tari tanggai, ia justru baru pertama kali. “Saat latihan, saya harus mengejar mereka. Saya sering lupa gerakan tertentu, jadi lebih banyak mengikuti,” katanya.
Antara Belajar dan Bakat
Meski aktif di banyak bidang, Katryn tetap memegang prinsip: belajar adalah yang utama.
“Saya selalu mendahulukan belajar. Kalau ada latihan menari atau memasak, saya akan izin kepada guru, lalu sepulangnya langsung mengerjakan tugas,” ujarnya. Cara ini membuatnya tetap bisa menekuni minat tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.
Jika diberi kesempatan libur sehari penuh tanpa tugas sekolah, Katryn memilih untuk berenang. Aktivitas itu membuatnya senang sekaligus menjaga kesehatan tubuh.
Seni yang Menghidupkan
Baginya, seni bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan. “Seni ada pada setiap individu. Hanya saja, tidak semua orang sadar atau mau mengasahnya,” kata Katryn. “Bagi saya, seni adalah bagian dari hidup yang mewarnai dan memberi tantangan dalam proses perkembangan saya sebagai siswi SMA Xaverius 1 Palembang.”

Dari lantunan lagu hingga gerak tari, dari dapur hingga kolam renang, Katryn Cecilia sedang belajar satu hal penting: bahwa hidup remaja tak hanya soal nilai rapor, tetapi juga keberanian mengekspresikan diri.*** (Ignas)