Page 45 - Gita Edisi Juli 2025-Mei 2026
P. 45
Sosok
Wawancara
dengan Pak Herman
(Carista Efferline, Kelas XIA.1.2.2)
“Tanggung Jawab Bukan Pilihan, Tapi Panggilan”. Sosok Pak Herman
di Balik Pembinaan Siswa Xaverius 1 Palembang
Bagaimana perasaan Bapak ketika dipercaya menjadi Wakil Kepala
Sekolah bidang Kesiswaan di SMA Xaverius 1 Palembang, dan apa makna
tanggung jawab baru ini bagi Bapak pribadi?
Jujur, perasaan saya tidak karu-karuan karena tugas ini bukan sesuatu
yang saya kehendaki. Meskipun demikian, saya mengakui bahwa ini
adalah tanggung jawab besar yang harus saya jalankan sebaik-baiknya.
Perasaan “tidak karu-karuan” yang saya maksud adalah, dalam hati
saya bertanya, “Mengapa saya, bukan yang lain?” Apalagi, tugas ini
disertai dengan dorongan bahwa saya harus mau dan tidak boleh
menolak. Namun, saya melihatnya sebagai panggilan untuk memberikan
yang terbaik bagi siswa dan sekolah.
Menurut Bapak, apa tantangan terbesar yang dihadapi siswa-siswi saat
ini, khususnya dalam hal kedisiplinan, perkembangan karakter, dan
tanggung jawab sosial?
Saya setuju bahwa kedisiplinan, perkembangan karakter, dan tanggung jawab
sosial adalah tantangan terbesar bagi siswa saat ini. Di negara-negara maju
seperti Jepang, Singapura, dan Tiongkok, nilai-nilai ini diajarkan sejak dini,
mulai dari sekolah dasar, karena menjadi fondasi dasar bagi pribadi dan
kehidupan sosial, termasuk di dunia kerja.
Di Indonesia, termasuk di SMA Xaverius 1 Palembang, pendekatan kita
berbeda, tetapi nilai-nilai ini tidak bisa ditawar. Pendidikan bukan hanya soal
akademis, tetapi juga tentang membentuk disiplin, karakter, dan tanggung
jawab sosial yang kuat.
45

