Page 46 - Gita Edisi Juli 2025-Mei 2026
P. 46

Sosok






             Sebagai guru Ekonomi dan Akuntansi sekaligus pemimpin di
              bidang kesiswaan, bagaimana Bapak memadukan nilai akademis


              dengan pembinaan karakter siswa?

             Sebagai guru Ekonomi dan Akuntansi, saya meyakini bahwa pembelajaran tidak

             hanya berhenti pada penguasaan konsep akademis, tetapi juga harus
             membentuk karakter siswa. Prinsip ini sebenarnya berlaku untuk semua mata
             pelajaran. Saya berusaha memadukan keduanya dalam kegiatan belajar dan

             pembinaan sehari-hari. Misalnya, saya menekankan pentingnya kejujuran dalam
             proses belajar. Sebagai pemimpin kesiswaan, saya fokus pada disiplin,
             tanggung jawab, dan keberanian mengambil keputusan.

             Ketika siswa melanggar aturan, mereka tidak hanya menerima sanksi, tetapi
             juga diajak untuk merefleksikan konsekuensi tindakan mereka. Kegiatan
             ekstrakurikuler dan program kesiswaan dirancang untuk mengembangkan nilai-

             nilai seperti disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab. Nilai akademis mengukur
             kemampuan kognitif, sementara pembinaan karakter mengukur kualitas pribadi.
             Keduanya saling melengkapi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya

             pintar, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi kehidupan nyata.




                Apa program atau terobosan yang ingin Bapak kembangkan agar
                siswa tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga
                dalam sikap, kepemimpinan, dan kepedulian sosial?


             Saya ingin mengembangkan pelatihan kepemimpinan berbasis outdoor
             learning yang melatih siswa untuk memimpin, mengambil inisiatif,
             memecahkan masalah, dan menjaga kekompakan. Kegiatan ini akan

             menumbuhkan tanggung jawab, keberanian, dan solidaritas. Selain itu,
             kami sedang mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam kegiatan
             harian, seperti disiplin waktu, budaya antre, menjaga kebersihan, dan
             saling menghargai, yang menjadi bagian dari tata tertib sekolah yang

             mendidik, bukan hanya mengikat.
             Saat ini, saya dan tim sedang menyempurnakan tata tertib peserta
             didik untuk membantu siswa mengembangkan diri, disiplin, sekaligus
             menghormati orang lain, misalnya dalam hal penggunaan media sosial,

             berkendara, dan pencegahan perundungan (bullying). Kami juga
             melibatkan masukan dari guru, orang tua, dan pihak lain untuk
             memastikan pendekatan yang menyeluruh sesuai dengan nilai-nilai
             SMA Xaverius 1 Palembang.
                                                                                                              46
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51