Page 31 - Gita Edisi Juli 2025-Mei 2026
P. 31

Sosok

                                                                                                     Alumni






                                             Kini, lebih dari satu dekade saya tinggal di

                                             Jerman, sejak 2013 menetap di kota
                                             Hannover, saya semakin menyadari nilai

                                             penting dari tradisi literasi itu. Dunia terus

                                             berubah, teknologi kian maju, dan gaya

                                             komunikasi pun bergeser. Namun, GITA

                                             tidak tinggal diam. Saya salut melihat
                                             bagaimana majalah ini mampu beradaptasi:

                                             hadir di media sosial, bahkan didistribusikan

                                             secara daring, lengkap dengan artikel teks,

                                             visual, hingga format podcast.



           Inovasi itu membuktikan satu hal: GITA tidak hanya bertahan, tetapi
           juga tumbuh mengikuti zaman.




           Menjelang usianya yang ke-70, saya menyimpan harapan besar bagi

           majalah ini. Semoga GITA terus menjadi media yang mencerdaskan,

           menginspirasi, sekaligus mempererat semangat kekeluargaan di antara
           pembacanya. Kualitas informasi, kreativitas tim, dan keberanian

           menyuarakan isu-isu penting adalah warisan yang patut dijaga.




           Dan kepada adik-adik di Xaverius 1, saya ingin berpesan: terlibatlah

           dalam proses pembuatan majalah ini. Menulis bukan sekadar
           merangkai kata, melainkan juga membangun cara berpikir kritis,

           melestarikan budaya literasi, dan meninggalkan jejak yang bisa

           dikenang generasi berikutnya.




           Dari Palembang hingga Hannover, gema GITA tetap saya bawa
           sebagai bagian dari perjalanan hidup, sebuah bukti bahwa tulisan

           mampu melintasi waktu, tempat, dan batas.*** (Ig)




                                                                                                              31
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36