Page 34 - Gita Edisi Juli 2025-Mei 2026
P. 34
Kembali ke masa silam. Pada musim panas tahun 1985, Mr. Miyagi berkisah kepada Daniel LaRusso
yang saat itu masih remaja tentang asal usul karate keluarga Miyagi dan hubungan keluarga Miyagi
dan Han. Di sinilah Pat Morita tampil sebagai Mr Miyagi dalam rekaman dari The Karate Kid II
(1984).
Leluhur Mr. Miyagi pada abad ke-17 berakhir di China saat sedang menangkap ikan di lepas pantai
Jepang. Keluarga Han menampungnya dan mengajarkannya kung fu, yang kemudian ia kembangkan
menjadi karate khas keluarga Miyagi setelah Han kembali ke Okinawa.
Pada masa kini, Mr. Han adalah shifu yang dihormati, guru sebuah wuguan, sekolah kung fu di
Beijing. Salah satu murid dan sekaligus keponakan ketiganya yaitu Li Fong. Ibu Li meminta Li
berhenti berlatih bela diri setelah saudara laki-lakinya, Bo terbunuh.
Kembali ke masa sekarang. Untuk membela dan membuktikan dirinya, Li akhirnya memutuskan
untuk mengikuti sebuah kompetisi karate bergengsi. Demi menghadapi lawan yang kuat Li pun mulai
berlatih di bawah bimbingan gurunya, Mr Han yang langsung datang ke New York. Karena Mr. Han
sadar diri bahwa usianya tak muda lagi, ia meminta bantuan Daniel LaRusso (diperankan Ralph
Macchio), mantan murid Mr Miyagi.
Mr Han bahkan menemui Daniel secara
langsung. Meski awalnya ragu, Daniel
akhirnya datang ke New York
bergabung dan ikut melatih Li. Mereka
menciptakan teknik bela diri baru yang
menggabungkan dua seni bela diri
yaitu kung fu dan karate. Dengan
penuh semangat dan latihan keras, Li
pun mempersiapkan diri menghadapi
pertarungan terbesarnya. Dan kalian
Foto: IMDB tahu bagaimana akhir film tersebut.
Bagi orang yang pernah menyaksikan film ini di era tahun 1980an dan tahun 1990an film ini tentu
bernuansa nostalgia. Hanya film ini terlalu bergerak cepat menuntaskan plot sehingga karakter
pemainnya kurang mendalam. Alur cerita dianggap formulaik, beberapa karakter tokohnya
kurang dikembangkan. Misalnya Connor sebagai tokoh antagonis perannya terkesan datar dan
stereotip. Hadirnya Macchio dianggap sebagian sebagai “nostalgia semata”, khususnya
kemunculannya menjelang akhir film terkesan agak dipaksakan.
Akting Ben Wang memperoleh pujian; aktingnya alami, enerjik, dan atraktif. Banyak kritikus film
yang menyebutnya "layak jadi bintang aksi baru." Di sisi lain, terbangunnya chemistry antara
Jackie Chan dan Ralph Macchio memperkuat film ini, meski kehadiran Macchio hanya 30 menit,
tentu saja memicu nostalgia sekuel film The Karate Kid yang populer di era tahun 1980an dan
tahun 1990an.
34

