“Bagi saya, mengikuti marathon bukan sekadar mengejar garis finis. Saya ingin memecahkan rekor saya sendiri.”
Kalimat sederhana itu menggambarkan semangat Alfito Verion, siswa kelas XIIA.1.2.1 SMA Xaverius 1 Palembang, yang berhasil mewujudkan impiannya mengikuti BTN Jakarta International Marathon 2026. Bagi Alfito, marathon bukan sekadar olahraga, melainkan perjalanan untuk mengenal diri, menguji ketangguhan, dan terus melampaui batas kemampuan yang dimilikinya.
Siapa sangka, semua itu berawal dari hal yang sangat sederhana. Saat duduk di kelas XI semester pertama, Alfito mulai tertarik berlari karena terinspirasi oleh teman-temannya yang rutin jogging. Ketertarikan itu perlahan berubah menjadi kebiasaan, kemudian menjadi hobi, hingga akhirnya mengantarkannya ke salah satu ajang lari paling bergengsi di Indonesia.
Lahir di Palembang pada tahun 2009, Alfito merupakan alumnus SD dan SMP Xaverius Emmanuel Tanjung Enim. Sejak kecil ia menyukai olahraga, terutama futsal. Namun, di balik permainan beregu yang penuh dinamika itu, ia menemukan tantangan baru yang jauh berbeda: lari jarak jauh, olahraga yang menuntut disiplin, ketekunan, dan kekuatan mental.
Perjalanan Alfito sebagai pelari dimulai dari berbagai ajang yang diikutinya, seperti Musi Half Marathon 2025 dan Runka Fun Running. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga sebelum akhirnya ia mengikuti BTN Jakarta International Marathon yang digelar pada 14 Juni 2026.

Mengikuti lomba di Jakarta memberikan pengalaman yang sama sekali berbeda. Jalan-jalan utama ibu kota dipenuhi ribuan pelari dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Suasana kompetisi terasa semarak dengan sorak-sorai penonton, dukungan para relawan, serta semangat para peserta yang saling menyemangati untuk mencapai garis finis.
Pada ajang tersebut, Alfito tidak berlari seorang diri. Ia bersama teman-temannya, yaitu Rioku, Steve, Piki, Rizky, Bayu, Michael Simbolon, Lucky Bernadi, dan Kenrik Liko. Kehadiran mereka menjadi penyemangat sepanjang perjalanan, saling menguatkan ketika rasa lelah mulai menghampiri.
Tantangan terbesar hadir ketika Alfito mengikuti kategori marathon penuh sejauh 42 kilometer. Menempuh jarak tersebut bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga tentang kemampuan mengendalikan pikiran. Seorang pelari harus mampu menjaga ritme, mengatur napas, mengelola energi, dan tetap fokus selama berjam-jam hingga mencapai garis finis.
Namun, justru di tengah perjuangan itulah Alfito menemukan pengalaman yang paling berharga.
“Yang paling berkesan adalah saya berhasil memecahkan rekor pribadi dan mampu melampaui batas diri sendiri,” tuturnya.
Bagi Alfito, kemenangan bukan hanya soal medali atau posisi di garis finis. Kemenangan sejati adalah ketika seseorang mampu menjadi lebih baik daripada dirinya sendiri. Itulah nilai yang diajarkan marathon: setiap langkah adalah proses pertumbuhan, setiap kilometer adalah pelajaran tentang kesabaran, dan setiap rasa lelah adalah kesempatan untuk membangun mental yang lebih kuat.
Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Alfito menunjukkan bahwa pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan. Disiplin berlatih, kemampuan mengatur waktu, menjaga kesehatan, serta komitmen terhadap tujuan menjadi bekal penting, baik di lintasan lari maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Ke depan, Alfito berharap dapat terus berkembang di dunia lari.
“Saya ingin berkembang lebih pesat dalam dunia lari dan lebih siap menghadapi ajang-ajang marathon berikutnya.”
Harapan tersebut mencerminkan semangat seorang pelajar yang tidak cepat puas dengan pencapaiannya. Ia ingin terus belajar, berlatih, dan menantang dirinya untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Kisah Alfito Verion menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu lahir dari bakat semata. Prestasi tumbuh dari keberanian memulai, konsistensi berlatih, dan kemauan untuk terus melangkah ketika orang lain memilih berhenti. Dari seorang siswa yang awalnya hanya mengikuti teman-temannya jogging, kini ia mampu menyelesaikan tantangan marathon penuh dan memecahkan rekor terbaiknya sendiri.

Di balik setiap kilometer yang ditempuh, tersimpan nilai-nilai karakter yang sangat penting bagi seorang pelajar: disiplin, kerja keras, konsistensi, keberanian menghadapi tantangan, serta kemauan untuk terus bertumbuh.
Sebab pada akhirnya, marathon bukan sekadar perlombaan menaklukkan jarak 42 kilometer. Lebih dari itu, marathon adalah perjalanan panjang untuk mengalahkan rasa takut, menaklukkan keraguan, dan menemukan versi terbaik dari diri sendiri.
“Prestasi tidak selalu dimulai dari mimpi yang besar. Terkadang, ia berawal dari keberanian mengambil satu langkah kecil, lalu terus melangkah hingga batas yang dulu terasa mustahil dapat dilampaui.” ***(Ignas)