Info Sekolah
Kamis, 30 Apr 2026
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
4 Oktober 2025

Dave, Sang Penjaga Tempo di Balik Drum

Sab, 4 Oktober 2025 Dibaca 257x

SETIAP musisi punya kisah awal yang sederhana, kadang hanya berawal dari rasa penasaran. Begitu pula Dave Christian. Siswa kelas XIIA.2.1 ini ketertarikannya pada drum lahir bukan dari panggung besar atau gemerlap konser, melainkan dari rasa ingin tahu yang mendalam: bagaimana cara menjaga tempo, bagaimana memukul dengan tepat. Dari sanalah langkah kecil itu berubah menjadi perjalanan seriusnya sebagai drummer.

Bagi Dave, inspirasi terbesar datang dari seorang drummer kenamaan Indonesia, Echa Soemantri. Nama Echa tentu tidak asing di telinga pecinta musik tanah air. Ia dikenal sebagai penggebuk drum bagi musisi papan atas seperti Tompi, Isyana Sarasvati, bahkan sempat tampil bersama Planetshakers. “Yang membuat saya kagum bukan hanya tekniknya yang luar biasa, tapi juga sikap rendah hatinya. Itu yang menginspirasi saya untuk terus belajar,” ujar Dave.

Tak heran bila Dave punya lagu-lagu favorit saat tampil di panggung. Dua di antaranya adalah Kesempurnaan Cinta dan Ya Saman. Menurutnya, kedua lagu itu punya tantangan tersendiri, apalagi saat ia dan teman-temannya menambahkan variasi hit dan sinkop baru yang berbeda dari versi asli. “Rasanya menyenangkan, apalagi saat dimainkan bersama teman-teman waktu kelas 11,” kenangnya.

Namun, menjadi drummer bukan tanpa tantangan. Dave menyebut ada dua hal yang paling berat: menjaga tempo dan menjaga ego. Sedikit saja drummer meleset dari tempo, maka seluruh penampilan band bisa kacau. Di sisi lain, ia juga mengakui adanya ego antarpersonel. “Kadang ada yang ingin paling menonjol, lalu over fill-in. Padahal musik itu harus seimbang. Kalau satu alat terlalu menonjol, yang lain jadi tenggelam,” jelasnya.

Meski begitu, Dave punya cara sederhana tapi efektif untuk menjaga kekompakan timnya, Neo Elxaba. Bukan dengan latihan ekstra keras semata, melainkan lewat kebersamaan di luar ruang latihan. “Kami sering makan bersama setelah latihan atau lomba. Kadang juga bercanda dan berbagi cerita. Dari situlah kekompakan kami tumbuh,” ujarnya sambil tersenyum.

Foto: Dave

Ke depan, Dave punya impian untuk berkolaborasi dengan musisi besar. Salah satu band yang paling ia kagumi adalah Bakucakar, kelompok musik jazz yang pernah menjadi band pengiring mendiang Glenn Fredly. Baginya, gaya bermain Bakucakar yang khas dan bernuansa jazz memberi warna baru dalam bermusik. “Saya ingin sekali bisa merasakan energi mereka di panggung,” tutupnya.

Dave mungkin masih muda, tetapi lewat drum, ia sudah menemukan panggilannya: menjadi penjaga tempo sekaligus pengikat harmoni dalam setiap penampilan.*** (Ignas)

Agenda

15
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
20
Jan 2025
waktu :
Agenda telah lewat
16
Nov 2024
waktu : 18:00
Agenda telah lewat