Ada yang berlari untuk mengejar prestasi, kesehatan, atau sekadar mencapai garis finis. Bagi A Gwennisya Prasetya, atau Gwen, berlari memiliki arti yang lebih dalam. Siswi kelas XIA.1.2.1 SMA Xaverius 1 Palembang ini menemukan ketenangan, kebahagiaan, sekaligus ruang untuk bertemu banyak orang melalui setiap langkahnya.
Gwen mulai menekuni lari sejak kelas VIII SMP Negeri 4 Palembang. Selain berlari, ia gemar bernyanyi dan menggambar serta menikmati badminton, tenis meja, dan jogging.
“Menurut saya, lari bisa membawa ketenangan,” ungkapnya.
Ketenangan itu justru ia temukan di tengah keramaian. Saat berlari, Gwen menikmati sapaan dan semangat warga di sepanjang rute serta perjumpaan dengan para pelari dari berbagai tempat. Baginya, lari bukan sekadar olahraga, melainkan pengalaman yang selalu menghadirkan energi positif.
Menembus Batas Kota
Kecintaannya pada lari membawa Gwen mengikuti berbagai kegiatan di Palembang, Yogyakarta, Bandung, dan Pekanbaru. Setiap kota menghadirkan rute, suasana, dan tantangan yang berbeda.
Salah satu pengalaman yang membekas terjadi pada 19 Juli 2026. Di tengah perlombaan, Gwen merasakan kebahagiaan sederhana: berlari sambil melihat warga menyemangati para peserta hingga akhirnya mencapai garis finis.
Bagi Gwen, medali bukan sekadar penghargaan. Medali adalah pengingat akan proses, latihan, lelah, perjuangan, dan keberanian untuk terus melangkah.
Momen mengambil medali dan berfoto bersama keluarga menjadi salah satu yang paling ia sukai.
“Saya merasa tenang dan senang ketika berlari sambil melihat warga menyemangati para pelari. Saat mengambil medali dan berfoto bersama keluarga, saya merasa semua usaha saya dalam proses berlari menjadi lega,” tuturnya.
Satu Langkah yang Masih Dinanti
Perjalanan Gwen belum selesai. Ia masih ingin berlari di lebih banyak kota. Salah satu yang paling ia nantikan adalah Pekanbaru, tempat ayahnya bekerja.
Namun, kali ini Gwen memiliki harapan yang lebih personal: berlari bersama abahnya.
Tidak harus mengejar podium. Tidak harus mengejar catatan waktu. Cukup berlari bersama, menikmati perjalanan, dan berbagi kebahagiaan.
Dari Gwen, kita belajar bahwa olahraga bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai di garis finis. Berlari mengajarkan disiplin, ketekunan, keberanian, kebersamaan, dan penghargaan terhadap proses.
Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukanlah seberapa cepat seseorang berlari, melainkan seberapa jauh ia bertumbuh dalam setiap langkahnya.
Dan Gwen masih terus melangkah.

Karena bagi dirinya, setiap langkah bukan sekadar menuju garis finis, melainkan cara untuk menemukan ketenangan, merayakan proses, dan menjadi pribadi yang lebih kuat.*** (Ignas)