Page 23 - Gita Edisi Juli 2025-Mei 2026
P. 23
refleksi
Aldyth Matveyrick | Kelas: XII A.2.2
Dari Siswa Baru
hingga Kakak Pendamping,
Sebuah Perjalanan Pembelajaran Foto: Dokumentasi Pribadi
Setahun kemudian, keadaan berbalik. Saya berdiri di
MPLS (Masa Pengenalan posisi yang dulu diisi oleh kakak pendamping, kini
Lingkungan Sekolah) sebagai bagian dari OSISKA angkatan 68. Tugas saya
tidak lagi menerima, melainkan memberi: membantu
selalu menjadi bab awal adik-adik kelas X4 beradaptasi, mendampingi kegiatan,
yang menentukan hingga menjadi teman diskusi di sela-sela MPLS. Dari
sinilah saya menyadari bahwa MPLS bukan hanya tentang
bagaimana seorang siswa mengenalkan aturan atau fasilitas sekolah, tetapi tentang
menghadirkan rasa aman dan semangat belajar sejak
memandang sekolah awal.
barunya. Bagi saya, MPLS
bukan sekadar tiga atau Sebagai siswa baru, saya masih ingat betul rasa cemas
dan gugup ketika memasuki kelas X7. Semua terasa
empat hari kegiatan, asing, meski ada beberapa teman lama yang membuat
tetapi sebuah suasana sedikit lebih ringan. Di balik perkenalan
sederhana, nama, hobi, dan alasan memilih SMA
pengalaman yang Xaverius 1 Palembang, tersimpan harapan besar akan
memberi makna ganda: perjalanan tiga tahun ke depan. Hari-hari MPLS penuh
dengan materi, kegiatan, hingga latihan pentas seni.
pertama, sebagai siswa Namun yang paling saya rasakan bukan sekadar
informasi yang diterima, melainkan suasana hangat
baru pada 2023; kedua, yang diciptakan kakak pendamping. Senyum, yel-yel,
sebagai kakak dan games sederhana membuat kami merasa diterima,
bukan sekadar “murid baru”.
pendamping OSISKA pada
2024. 23

