Info Sekolah
Kamis, 30 Apr 2026
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
21 Februari 2026

Imlek 2026: Merayakan, Memaknai, Menghidupi

Sab, 21 Februari 2026 Dibaca 127x

DI halaman SMA Xaverius 1 Palembang, Jumat, 20 Februari 2026, warna merah bukan sekadar warna. Ia menjelma menjadi semangat, harapan, dan jembatan persaudaraan. Perayaan Imlek yang diselenggarakan oleh OSISKA hari itu bukan hanya sebuah agenda tahunan, melainkan ruang belajar yang hidup, tempat budaya, karakter, dan kebersamaan bertemu dalam satu panggung: fashion show.

Setiap kelas mengirimkan satu perwakilan. Laki-laki atau perempuan, bebas. Yang penting: berani tampil, sopan dalam berbusana, dan setia pada tema Imlek. Gaun dan setelan di bawah lutut, aksesori dan gaya rambut yang kreatif, semuanya berpadu dalam harmoni warna dan makna. Namun sesungguhnya, yang dinilai bukan hanya kain dan potongan desain. Yang diuji adalah pemahaman dan penghayatan.

Dua pertanyaan sederhana dilontarkan kepada para peserta lomba fashion show: Mengapa merah identik dengan Imlek? Nilai apa yang ingin kamu hidupi di sekolah?

Ardraristo Xavier menjawab dengan penuh kesadaran akan keberagaman. Baginya, merah adalah simbol semangat dan keberuntungan baru. Tetapi lebih dari itu, ia berharap busana adat, bukan hanya Tionghoa, melainkan seluruh pakaian adat Nusantara, dapat dikenakan di sekolah sebagai kebanggaan bersama. Ia melihat Imlek bukan milik satu etnis, melainkan milik kebersamaan. Dari sana, ia menangkap dua nilai penting: kebersamaan dan rasa syukur. Bersyukur karena melihat berbagai etnis berbaur dan saling menghargai di sekolah yang sama.

Jacqueline Virginia memaknai merah sebagai lambang keberuntungan, kebahagiaan, dan semangat baru. Lewat busana yang ia kenakan, ia menyampaikan doa sederhana: semoga tahun ini penuh keberhasilan, kesehatan, dan energi positif. Namun ia menegaskan, perayaan bukan hanya soal tampil cantik. Nilai kebersamaan, saling menghargai, dan semangat memperbaiki diri harus nyata dalam keseharian.

Nicholas Jodany berbicara singkat namun mengena. Merah adalah kebahagiaan. Dan ia berharap kebahagiaan itu tidak berhenti di panggung, tetapi mengalir dalam relasi antara teman dan guru. Sementara Grania Zefanya Munthe mengenakan hanfu merah dengan kesadaran mendalam. Baginya, merah melambangkan perlindungan dari hal buruk dan energi positif di awal tahun. Ia ingin tahun ini dipenuhi kebahagiaan, kesehatan, prestasi, dan persahabatan yang erat. Tetapi yang paling indah adalah refleksinya: menghargai budaya bukan hanya soal apa yang dikenakan, melainkan bagaimana nilai kebaikan itu dihidupi. Ia berkomitmen menjadikan kebersamaan sebagai tindakan nyata, bukan sekadar ketikan.

Di sinilah pendidikan menemukan wajahnya yang paling autentik. Fashion show berubah menjadi ruang pembentukan karakter. Panggung menjadi kelas. Busana menjadi teks pembelajaran. Dan merah menjadi metafora: tentang keberanian merayakan perbedaan.

Sebagai sekolah yang berdiri dalam semangat iman dan kemanusiaan, SMA Xaverius 1 Palembang sedang menanam benih penting: bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan anugerah. Bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan tanggung jawab untuk dihidupi.

Imlek hari itu mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam: ketika siswa berani memahami makna di balik tradisi, mereka sedang belajar menjadi manusia seutuhnya. Dan mungkin, itulah kemenangan yang paling indah, lebih dari sekadar gelar juara di atas panggung. *** (Ignas)

Agenda

15
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
20
Jan 2025
waktu :
Agenda telah lewat
16
Nov 2024
waktu : 18:00
Agenda telah lewat