OLEH: Hugo Tjahjadi Zheng | X.5
Nama Lengkap: Hugo Tjahjadi Zheng (Hugo)
Tempat, Tanggal Lahir: Palembang, 6 Oktober 2009
Anak ke-2 dari 2 bersaudara
Riwayat Pendidikan:
TK Xaverius 1 – SD Xaverius 1 – SMP Xaverius Maria
Hobi: Bermain golf
Mata pelajaran favorit: IPS dan Pendidikan Pancasila
Mengapa Memilih SMA Xaverius 1 Palembang?
Saya memilih SMA Xaverius 1 Palembang, atau yang akrab disebut Bangau, karena sekolah ini sudah menjadi bagian dari kisah keluarga saya selama empat generasi. Dari nenek, ayah, hingga anggota keluarga lainnya, semuanya pernah menempuh pendidikan di sini. Nenek dikenal sebagai murid yang aktif dan cekatan, sementara ayah saya pernah menjabat sebagai Sekretaris OSIS.
Melihat bagaimana Bangau membentuk karakter dan arah hidup mereka, saya terinspirasi untuk mengikuti jejak yang sama. Bagi saya, SMA Xaverius 1 bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga tempat tumbuh, berkarya, dan belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab.
Saya ingin menjadi bagian dari perjalanan besar Bangau, membawa nama sekolah ini ke tingkat yang lebih luas, bahkan mungkin internasional. Namun yang terpenting, saya ingin memanfaatkan tiga tahun ini untuk belajar, berproses, dan menjadi versi terbaik dari diri saya.
Target Belajar di SMA
Selama di Bangau, saya ingin belajar dengan sungguh-sungguh, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam kegiatan non-akademik. Saya ingin aktif di OSIS, mengikuti lomba-lomba, dan bergabung dalam forum seperti Parlemen Remaja atau Duta SMA.
Saya juga tertarik ikut ajang-ajang seperti Putera-Puteri atau Idol untuk melatih rasa percaya diri dan belajar mewakili sekolah di berbagai kesempatan. Bagi saya, proses belajarnya lebih penting daripada hasil, bagaimana saya bisa berkembang, mencoba hal-hal baru, dan tumbuh bersama teman-teman di SMA.
Kesan Selama MPLS
MPLS meninggalkan kesan yang sangat hangat bagi saya. Suasana yang ramah membuat saya merasa diterima dan tidak pernah sendirian. Saya merasa dikenali, disambut, dan diberi ruang untuk mulai mengenal lingkungan sekolah.
Yang paling menyenangkan, saya bisa langsung berinteraksi dengan banyak guru, dan lebih membahagiakan lagi saat mengetahui bahwa mereka juga mengenal saya. Itu membuat saya merasa dihargai sebagai bagian dari keluarga besar Bangau.*** (Ignas)
