Pagi itu, Senin, 11 Mei 2026, suasana di lapangan sepak bola SMA Xaverius 1 Palembang terasa tdak biasa. Dalam upacara bendera yang diikuti seluruh warga sekolah: guru, karyawan, serta siswa kelas X, XI, dan XII, dilaksanakan pelepasan 309 siswa kelas XII yang telah menyelesaikan masa belajar mereka.
Di tengah kesederhanaan acara, tersimpan makna yang mendalam. Bukan sekadar melepas para lulusan, tetapi juga merayakan perjalanan panjang yang telah mereka tempuh selama tiga tahun di bangku SMA Xaverius 1 Palembang.
Dalam amanatnya, Kepala SMA Xaverius 1 Palembang, Bapak Andreas Sudarsana, mengingatkan bahwa salah satu tujuan pendidikan adalah mengubah kondisi hidup menjadi lebih baik. Karena itu, para lulusan yang akan melanjutkan studi di perguruan tinggi diajak untuk memilih bidang yang sesuai dengan cita-cita, menekuninya dengan sungguh-sungguh, dan tetap fokus pada tujuan hidup yang ingin dicapai.
Namun, momen yang paling menyentuh justru terjadi setelah upacara berakhir. Satu per satu, 309 siswa kelas XII maju untuk bersalaman dengan para guru. Sebuah tradisi sederhana yang sarat makna.

Di balik jabat tangan itu tersimpan ucapan terima kasih, permohonan maaf, rasa hormat, dan doa-doa yang mungkin tidak terucapkan. Para siswa mengenang bimbingan yang mereka terima, sementara para guru melepas anak-anak didiknya dengan tulus dan ikhlas, berharap mereka mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Pelepasan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah baru. Lapangan sekolah yang pagi itu menjadi saksi perpisahan juga menjadi saksi lahirnya harapan-harapan baru.
Selamat kepada 309 lulusan SMA Xaverius 1 Palembang. Teruslah melangkah, tetaplah berjuang, dan jangan pernah kehilangan arah dalam mengejar cita-cita. Karena pendidikan sejatinya adalah perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan sesama.*** (Ignas)