Belajar Memimpin dari Perjalanan Velicia di OSISKA
Bagi sebagian siswa, sekolah sering kali terasa seperti rutinitas yang sama: datang pagi, mengikuti pelajaran, lalu pulang. Namun bagi Velicia, siswi kelas XIA.1.2.2, masa SMA adalah kesempatan yang terlalu berharga jika hanya diisi dengan pola “sekolah–pulang–sekolah–pulang”.
Karena itulah ia memilih melangkah lebih jauh: terlibat dalam organisasi siswa, OSISKA.
Dari Minat Berorganisasi
Ketertarikan Velicia pada organisasi sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Sejak SMP ia sudah aktif di OSIS. Pengalaman itu membuatnya sadar bahwa organisasi bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi ruang belajar yang sangat nyata tentang kehidupan.
Ketika memasuki SMA, ia pun tidak ragu melanjutkan langkahnya.
“Saya mengikuti OSISKA karena memang suka berorganisasi,” katanya. “Selain itu saya ingin menambah pengalaman, belajar bagaimana berorganisasi dengan benar, dan memperluas pertemanan.”
Pada periode sebelumnya, Velicia bergabung di Sekbid 8, bidang yang banyak berkaitan dengan kegiatan seni, budaya, dan kreativitas siswa.

Belajar di Tengah Kesibukan
Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Velicia adalah ketika tim OSISKA mempersiapkan FORXA, sebuah rangkaian kegiatan besar di sekolah.
Persiapan acara itu tidaklah ringan. Banyak hal harus disiapkan: koordinasi panitia, pengaturan lomba, hingga memastikan semua kegiatan berjalan dengan baik.
“Yang paling berkesan adalah saat-saat persiapan FORXA dan hari-H acara,” kenangnya.
Kesibukan itu bahkan membuatnya untuk pertama kalinya pulang malam dari sekolah. Bagi sebagian orang, itu mungkin melelahkan. Tetapi bagi Velicia, pengalaman itu justru membuka mata bahwa sebuah kegiatan besar tidak pernah lahir dari kerja satu orang saja.
Ia belajar bahwa kerja tim, tanggung jawab, dan ketekunan adalah kunci agar sebuah program dapat berhasil.
Tidak Ingin Masa SMA Berlalu Biasa Saja
Setelah melewati satu periode kepengurusan, Velicia sebenarnya bisa saja memilih berhenti dan kembali menjalani kehidupan sekolah seperti biasa.
Namun ia merasa ada sesuatu yang kurang jika masa SMA hanya diisi dengan rutinitas belajar.
“Saya berpikir, kalau hanya sekolah lalu pulang, rasanya masa SMA saya jadi sia-sia,” ujarnya.
Dari pemikiran sederhana itulah ia mengambil keputusan penting: mendaftar kembali menjadi pengurus OSISKA pada periode berikutnya, bahkan dengan keinginan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Mengambil Peran Lebih Besar
Pada periode OSISKA 70, Velicia dipercaya menjadi Sekretaris 1.
Peran ini tentu berbeda dengan sebelumnya. Jika dahulu ia lebih banyak terlibat dalam kegiatan bidang, kini ia harus memastikan berbagai administrasi organisasi berjalan dengan rapi: mulai dari pencatatan kegiatan, pengelolaan dokumen, hingga membantu koordinasi antarbidang.
Tugas itu menuntut ketelitian, disiplin, dan kemampuan komunikasi yang baik.
Namun justru di situlah Velicia melihat kesempatan untuk bertumbuh.
Belajar dari Masa Lalu
Sebagai bagian dari kepengurusan baru, Velicia dan timnya juga menyadari bahwa setiap organisasi selalu memiliki ruang untuk berkembang.
Salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah memperbaiki kekurangan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya.
“Bagaimana caranya agar event yang kami jalani bisa lebih baik dan lebih menarik,” katanya.
Selain itu, mereka juga berusaha memperbaiki hal yang sering menjadi tantangan dalam banyak organisasi: miskomunikasi dalam tim.
Untuk mengatasi hal itu, para pengurus OSISKA 70 berusaha membangun hubungan yang lebih dekat satu sama lain. Mereka belajar untuk lebih terbuka, saling mendengarkan, dan memahami satu sama lain.
Karena mereka percaya bahwa organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh program yang hebat, tetapi juga oleh relasi yang sehat di dalam tim.
Sekolah Kehidupan
Perjalanan Velicia menunjukkan satu hal penting: organisasi siswa adalah sekolah kehidupan.
Di dalamnya para siswa belajar hal-hal yang sering tidak diajarkan secara langsung di ruang kelas:
Pengalaman seperti ini membentuk karakter yang akan sangat berguna di masa depan.
Lebih dari Sekadar Pengurus
Bagi Velicia, menjadi pengurus OSISKA bukan hanya soal jabatan atau kegiatan. Lebih dari itu, ini adalah perjalanan untuk membuat masa SMA menjadi lebih bermakna.
Karena pada akhirnya, masa sekolah bukan hanya tentang nilai dan ujian. Masa sekolah juga tentang belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berani mencoba, dan siap memimpin.
Dan Velicia telah memilih jalan itu.
Bukan sekadar datang ke sekolah lalu pulang,
tetapi meninggalkan jejak kecil yang berarti bagi komunitasnya. *** (Ignas)