SENIN pagi, 2 Februari 2026, suasana SMA Xaverius 1 Palembang terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas belajar-mengajar, hari itu sekolah berubah menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang hidup. Di setiap sudut, tampak antusiasme, harapan, dan tanggung jawab yang menyatu dalam satu peristiwa penting: Pemilihan Ketua OSISKA Angkatan 70 Periode 2026–2027.
Hari itu bukan hanya tentang memilih pemimpin. Ia adalah tentang belajar menjadi warga sekolah yang dewasa, jujur, dan peduli pada masa depan bersama.
Persiapan yang Mendidik
Proses menuju hari pemilihan tidak terjadi begitu saja. Panitia OSISKA bekerja dengan penuh kesungguhan. Tim KPU dan Bawaslu dibentuk sebagai wujud komitmen pada transparansi dan keadilan. Setiap tahapan dirancang agar siswa tidak hanya “ikut memilih”, tetapi juga memahami makna proses demokrasi.
Di sinilah pendidikan karakter berlangsung secara nyata: disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan integritas dipraktikkan, bukan sekadar diajarkan.
Debat: Ruang Dialog, Bukan Adu Gengsi
Atrium St. Yohanes Paulus II menjadi saksi perjumpaan gagasan tiga kandidat terbaik: Pascalis, Hugo, dan Petra. Dalam suasana tertib dan penuh respek, sesi debat berjalan lancar.

Setiap kandidat menjawab pertanyaan moderator dengan percaya diri. Mereka saling menanggapi, bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memperkaya perspektif. Tidak ada kata-kata kasar, tidak ada ambisi berlebihan. Yang ada hanyalah semangat untuk menawarkan yang terbaik bagi sekolah.
Debat itu mengajarkan bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekayaan.
Digital dan Demokratis
Usai debat, seluruh warga sekolah: siswa, guru, dan karyawan, bergerak menuju ruang pertemuan lantai tiga. Di sana, enam bilik komputer siap digunakan. Dengan sistem digital, setiap orang memberikan suara secara mandiri dan bertanggung jawab.
Satu klik sederhana menjadi simbol partisipasi besar: suara hati untuk masa depan bersama.
Dalam suasana tertib dan penuh kesadaran, demokrasi tidak hanya dipraktikkan, tetapi dihidupi.
Saat Amanah Diterima
Hasil pemilihan menetapkan Pascalis Adian Agung sebagai Ketua OSISKA terpilih. Namun baginya, kemenangan bukanlah puncak, melainkan awal perjalanan.
“Perasaan saya campur aduk,” tuturnya. “Kaget, sangat bersyukur, sekaligus memikul rasa tanggung jawab yang besar.”
Delapan bulan sejak bergabung di SMA Xaverius 1, Pascalis kini memasuki masa transisi penting dalam hidupnya. Ia menyadari bahwa jabatan bukan tentang kehormatan pribadi, melainkan amanah untuk melayani.
“Ini bukan sekadar kemenangan pribadi,” lanjutnya, “tetapi tanggung jawab untuk kesejahteraan seluruh warga sekolah.”
OSIS yang Inklusif dan Berbudaya
Pascalis membawa visi yang sederhana namun mendalam: menjadikan OSIS sebagai rumah bersama.
Ia ingin membangun OSIS yang inklusif, humanis, dan berakar pada nilai-nilai Katolik. Melalui penguatan media digital dan kegiatan yang lebih variatif, ia berharap setiap suara siswa mendapat ruang.
“OSIS bukan hanya milik pengurus,” tegasnya, “tetapi milik seluruh warga sekolah.”
Baik di bidang akademik, seni, maupun olahraga, ia ingin setiap siswa merasa dihargai dan didukung untuk berkembang dengan semangat Xaverian.
Merangkul dengan Kekeluargaan
Dalam membangun tim, Pascalis tidak mengandalkan kekuasaan, melainkan relasi.
“Kuncinya adalah pendekatan personal dan keterbukaan,” ungkapnya.
Ia ingin menciptakan suasana kerja yang santai namun profesional. Setiap ide didengar. Setiap anggota dihargai. Setiap perbedaan dirangkul.
Bagi siswa secara umum, ia memilih jalan kolaborasi, bukan instruksi sepihak. Ia ingin OSIS hadir sebagai sahabat, bukan sekadar pengatur.
“Kita adalah satu keluarga,” katanya mantap, “yang bergerak untuk satu tujuan.”
Pendidikan Demokrasi yang Hidup
Pemilihan Ketua OSISKA 2026 bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah laboratorium kehidupan. Di sana, siswa belajar tentang kejujuran, sportivitas, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang melayani.
Hari itu mengajarkan bahwa demokrasi bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang proses bersama untuk menemukan yang terbaik.

Dan melalui langkah-langkah kecil yang penuh makna, SMA Xaverius 1 Palembang terus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, beriman, dan berbelarasa.
Di bawah kepemimpinan Pascalis Adian Agung, harapan itu kini mulai bertumbuh, perlahan, pasti, dan penuh keyakinan. *** (Ignas)