Info Sekolah
Kamis, 28 Mei 2026
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
  • SMA Xaverius 1 Telah membuka pendaftaran baru Tahun ajaran 2026/2027 lengkapnya website : https://ppdb.smaxaverius1.sch.id/
29 Agustus 2025

Salah Boleh, Bohong Jangan: Filosofi Hidup Seorang Guru Matematika

Jum, 29 Agustus 2025 Dibaca 332x

SEJAK tahun 2000 hingga kini, Pak Sahala menjadi salah satu sosok guru Matematika yang tak tergantikan di SMA Xaverius 1 Palembang. Meski awalnya bercita-cita menjadi insinyur, jalan hidup membawanya menjadi pendidik, dan di situlah ia menemukan panggilan sejatinya.

Perjalanan Pak Sahala hingga bisa mengajar di SMA Xaverius 1 bukanlah hal yang singkat. “Desember 1992 saya pertama kali datang ke Palembang dari Lampung. Saat itu saya mengajar di beberapa sekolah, mulai dari SMA Bina Warga 1, STM YPT, SMA Arinda, SMP Xaverius 7, SMK Xaverius, hingga SMA Xaverius 4. Baru pada 25 Agustus 2000, saya resmi bergabung di SMA Xaverius 1 setelah diminta langsung oleh Bapak Y. Sitohang,” kenangnya.

Padahal, sejak awal Pak Sahala tidak pernah membayangkan menjadi guru. Ia sempat bercita-cita masuk Fakultas Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (USU). Sayangnya, dua kali mencoba, ia belum berhasil. Namun, pilihan kedua membawanya ke IKIP Medan (sekarang Unimed). “Mungkin memang sudah jalan Tuhan. Lagi pula, ayah saya seorang guru sekolah dasar, jadi ada darah pendidik dalam diri saya,” ujarnya tersenyum.

Bagi Pak Sahala, tantangan mengajar Matematika terletak pada beberapa materi seperti Geometri dan Trigonometri. Namun ia selalu menekankan kepada siswa bahwa kesalahan bukanlah hal yang harus ditakuti. “Saya selalu bilang: Salah boleh, bohong jangan. Karena kesalahan terbesar manusia adalah tidak melakukan apa-apa,” pesannya.

Di balik kesibukannya mengajar, ia juga tak lupa menjaga kesehatan. Baginya, kunci hidup sehat bukan hanya olahraga, tetapi juga hati yang damai. “Penyakit itu pasti datang, yang bisa kita lakukan hanya membatasinya. Obat paling mujarab bukan aspirin atau vitamin, melainkan membuang rasa benci di hati,” ucapnya sambil mengutip Kitab Suci Efesus 4:26.

Lebih dari dua dekade mengabdi, Pak Sahala tidak hanya mewariskan ilmu Matematika kepada para siswa, tetapi juga nilai kehidupan yang sederhana namun penuh makna.*** (Ignas)

 

Agenda

15
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
20
Jan 2025
waktu :
Agenda telah lewat
16
Nov 2024
waktu : 18:00
Agenda telah lewat