SEKILAS INFO
20-05-2024
  • 11 bulan yang lalu / PPDB Jalur TES dibuka Maret 2024  s.d. Mei 2024. Melalui website : ppdb.smaxaverius1.sch.id INFO lebih jelas bisa di lihat di menu Info PPDB diatas.
11
Agu 2021
Wajah Baru dan 70 Tahun Sekolah Kita: Memberi Inspirasi

SIANG itu (Sabtu, 24 Juli 2021) saya ke pasar Cinde. Sebetulnya ke Cinde tidak ada kaitan dengan pekerjaan atau urusan sekolah.

Ke pasar, yang telah dibongkar atau dirobohkan beberapa tahun lalu dan hingga kini belum ada tanda-tanda kelanjutan dibangun kembali, hanya urusan pribadi atau keperluan keluarga.

Bapak di pasar yang hendak menyelesaikan urusan saya, orangnya ramah. Beliau suka diajak ngobrol. Banyak hal yang dibicarakan.

Meskipun sangat terbatas, pengenalan kami sudah sangat lama. Rasanya lebih dari 10 tahun sejak pasar lama belum dibongkar. Ketika pasar Cinde dibongkar, bapak yang sehari-hari menjahit pakaian pria itu tidak pindah jauh dari lokasi pasar Cinde.

Benar, pengenalan kami sangat terbatas meskipun sudah sejak lama membangun komunikasi (lebih 10 tahun). Saya mengenal beliau dari penuturannya, misalnya pekerjaan sebagai penjahit pakaian pria, tinggal di daerah Sako dan memiliki 3 orang anak serta beberapa cucu. Ia berasal dari etnis tertentu (maaf saya tidak mau tulis di sini).

Sebaliknya, sejauh saya tangkap dan amati, bapak yang ketika pelanggannya datang, beliau akan menyambut dengan senyum khasnya. Tidak lebih, bapak tadi mengenal saya sangat terbatas.

Beliau hanya mengenal saya misalnya 1) bahwa saya seorang guru, dan belakangan 2) bahwa saya guru di SMA Xaverius 1 Bangau.

Yang tidak kalah menariknya dan bagi saya agak lucu adalah di antara kami tidak saling mengenal nama atau sapaan. Sungguh, saya tidak tahu siapa nama bapak tersebut dan sebaliknya demikian.

Kembali ke topik, sambil menunggu hasil jahitan, banyak hal yang kami bicarakan siang itu. Tidak luput dari pembicaraan kami, misalnya kok lama amat pasar ini mulai dibangun kembali, virus corona, banyak yang sakit dan meninggal karena wabah ini, tentang ekonomi rumah tangga yang memprihatinkan, tentang PPKM, dan lainnya.

Saya agak terkejut ketika bapak ini mengatakan, “Oh ya sekarang ini halaman depan SMA Xaverius Bangau semakin bagus, semakin menarik dan kelihatan lapang”.

“Kok, tahu Pak” sambung saya singkat.

“Iyalah, kan saban hari saya lewat depan situ. Rumah saya kan di Sako.”

“Ohh ya benar Pak”, sambung saya lagi.

Sambil menyampaikan keyakinan dan membenarkan pernyataan sebelumnya dari bapak tadi, saya melanjutkan, “Memang halaman depan SMA Bangau semakin menarik dan kellihatan semakin luas.”

Saya mendapat kesempatan untuk memberikan keterangan panjang lebar tentang sekolah ini yang kini telah berusia 70 tahun (tepatnya 15 Juli 2021).

Rumah kedua

Sebetulnya di SMA Xaverius 1 Bangau sudah banyak yang dibenahi. Tidak hanya halaman depan yang dibangun dan ditata secara baru. Bahkan, ketika masuk ke dalam gedung bertingkat 3 dan 4 ini, semua mata akan memandang dan takjub.

“Tamannya indah. Banyak pohon yang rindang dan memberikan keteduhan. Bunga tumbuh dan mekar dengan menawan”, sambung saya.

Memang, ide dasarnya, lanjut saya kepada bapak yang sedang asyik menjahit, harapannya segenap warga sekolah: pegawai, guru, siswa/i, orangtua murid dan tamu yang masuk ke SMA Xaverius 1 merasa nyaman, damai, dan betah untuk berlama-lama di sini.

Nanti, ketika mulai sekolah tatap muka, diharapkan para siswa yang sudah mulai berdatangan ke SMA Xaverius 1 Bangau pukul 06.00 pagi dan pulang ke rumah pkl 18.00 karena ingin melanjutkan aktivitas lainnya, misalnya, mereka semua merasa nyaman dan betah di sekolah. Sebab, sekolah adalah rumah kedua baginya.

Bapak ini mendengar sambil terus mengangguk (semoga tanda setuju atau amin) atas penjelasan saya.

Memberikan inspirasi

Kisah ini, sekurang-kurangnya hendak mengatakan bahwa di usianya ke 70, SMA Xaverius 1 mendapat bingkisan indah yakni penataan (kembali) ruang taman secara menarik dan tampilan halaman sekolah yang representatif.

Suatu ketika, salah seorang bapak satpam sekolah kita mengatakan, “dengan adanya halaman (baru) di sekolah ini, jika (piket malam) duduk merenung di sini sungguh-sungguh memberikan inspirasi.”*** (Ignas Iwan Waning)