SEKILAS INFO
20-05-2024
  • 11 bulan yang lalu / PPDB Jalur TES dibuka Maret 2024  s.d. Mei 2024. Melalui website : ppdb.smaxaverius1.sch.id INFO lebih jelas bisa di lihat di menu Info PPDB diatas.
7
Apr 2022
Memilih Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang dan Akuntansi

“SAYA tertarik dengan bahasa Jepang. Lagi pula saya suka dan termotivasi untuk mengajar sehingga saya merasa cocok dan memilih pendidikan bahasa Jepang”, tulis Keizya Chadwi.

Tiga siswa-siswi kelas XII IPS 2 yang lulus SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2022. Mereka adalah Marchell Destandeo Baginta Tarigan, Melina Vaniatan, dan Keizya Chadwi.

Keizya Chadwi yang biasa disapa Chacha memilih jurusan Pendidikan Bahasa Jepang di Universitas Pendidikan Indonesia, sedangkan Marchell masuk jurusan Akuntansi di Universitas Sumatera Utama dan Melina lulus di jurusan Akuntansi Universitas Sriwijaya.

Senang Akuntansi

Marchell kelahiran Pekanbaru, 09 Desember 2004 mengatakan alasan ketertarikannya memilih jurusan akuntansi karena yang hobi olahraga voli ini dapat menguasai ilmu-ilmu akuntansi dan dapat mempelajari cara-cara perhitungan dalam akuntansi.

Awal ketertarikan Marchell memilih jurusan akuntansi karena kesenangannya dalam pelajaran ekonomi terkhususnya pada saat materi akuntansi, jelas Marchell yang sulit melepaskan kebiasaan bermain game.

Melina Vaniatan, Lulus SNMPTN Jurusan Akuntansi Unsri

Melina Vaniatan yang suka bermain piano mengemukakan alasan memilih jurusan Akuntansi. “Alasan saya memilih jurusan akuntansi adalah karena memang saya menyukai pelajaran akuntansi. Ini berawal ketika saya berada di kelas 11 (XI), saat itu kebetulan saya sedang pelatihan bersama guru ekonomi di sekolah dan membahas materi akuntansi. Saat mengerjakan soalnya saya merasa enjoy dan sangat tertarik dengan materi akuntansi. Dengan alasan itu, akhirnya saya memantapkan pilihan saya di jurusan akuntansi, jelas Melina yang lahir di Palembang, 25 Mei 2004 ini.

Konsisten dan tekun

Menurut Melina, tantangan dari dalam dirinya ketika mengikuti perkuliahan nanti “lebih berkaitan dengan ketekunan dan konsistensi saya dalam mendalami ilmu akuntansi itu sendiri, sedangkan tantangan ekstern yang mungkin akan saya hadapi yaitu penyesuaian diri dengan lingkungan baru karena sepertinya akan bertemu dengan lebih banyak teman-teman dari daerah dan latar belakang yang berbeda”.

Keizya Chadwi memilih Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang, UPI

Sedangkan bagi Chacha mengalami kesulitan dalam mempelajari Bahasa Jepang karena “Saya belum sepenuhnya hafal dengan huruf Hiragana, Katakana dan Kanji sehingga hal tersebut akan menjadi tantangan terbesar bagi saya karena saya kuliah di jurusan yang mengharuskan untuk hafal dan mengerti huruf-huruf Jepang tersebut”, aku Chacha kelahiran Baturaja, 23 April 2004 ini.

“Tantangan dari dalam saya harus selalu fokus pada jurusan akuntansi yang saya pilih karena banyak orang menganggap jurusan akuntansi membuat pusing dan tantangan dari luar saya harus memulai dari awal berbaur dengan lingkungan baru di perkuliahan saya nanti”, tulis Marchell.

Ketika mengetahui lulus SNMPTN, “Perasaan orang tua saya senang dan bangga. Orang tua saya senang karena saya dapat lulus seleksi SNMPTN, yang sejak awal dirasa kemungkinan kecil lulus seleksi, namun terdapat rasa sedih karena saya akan jauh dari orangtua” aku Marchell.

Hal yang sama dirasakan orangtua Melina dan Chacha. “Orangtua saya pasti merasa bangga dan bahagia untuk saya karena merasa saya telah memetik hasil dari usaha saya selama di SMA ini”.

Jujur dan sukses

“Harapan orangtua kepada saya yaitu agar saya selalu semangat dalam mengejar impian saya dan bisa selalu menjadi orang baik dalam keadaan sulit sekalipun dan sukses dalam hidup”, kata Melina.

“Semoga saya bisa menjadi manusia yang jujur dan berguna bagi negara”, tulis Chacha yang suka menonton film.

Marchell Destandeo Baginta Tarigan memilih Jurusan Akuntansi, USU.

Kepada Marchell, orangtuanya berharap agar “selalu menjadi orang yang memiliki kepribadian yang baik, tidak mengikuti pergaulan yang kurang baik di tempat kuliah baru, menjadi orang yang sukses melebihi orang tua”. *** (Ignas Iwan Waning)