SEKILAS INFO
02-12-2023
  • 6 bulan yang lalu / PPDB Jalur TES dibuka Rabu, 1 November 2023 s.d. Rabu, 31 Januari 2024. Melalui website : ppdb.smaxaverius1.sch.id INFO lebih jelas bisa di lihat di menu Info PPDB diatas.
23
Apr 2022
Lulus Jurusan Pendidikan Dokter, Desain Komunikasi Visual, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Teknik Biomedis

GRACE, Karen, Samuel dan Rebecca adalah siswa-siswi kelas XII MIPA 5 yang lulus SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional), 2022.

Grace Anastasya Aulia yang suka membaca, belajar dan menulis diterima pada jurusan pendidikan dokter, Unsri. Karen Kurniawan yang senang melukis lulus pada jurusan desain komunikasi visual, Universitas Sebelas Maret.

Samuel Binsar Partogi Panjaitan dan Rebecca Paramitha Chandra yang hobi membaca buku diterima di jurusan perencanaan wilayah dan kota pada Institut Teknologi Sumatera.

Grace Anastasya Aulia lulus pada Fakultas Kedokteran UNSRI

Berikut petikan hasil wawancara tertulis dari mereka berempat: Grace, Karen, Samuel dan Rebecca.

Cita-cita sejak kecil: dokter

Grace yang lahir di Palemang 08 Oktober 2004 menulis, motivasi atau alasan saya memilih jurusan tersebut ialah karena memang kedokteran sudah menjadi cita-cita saya sedari kecil.

Dulu saya berpikir bahwa dokter adalah pekerjaan yang sangat keren karena dapat membantu orang banyak yang membutuhkan pertolongan. Namun, dewasa ini saya sudah tidak lagi memikirkan alasan itu. Alasan saya ingin menjadi dokter ialah karena menurut saya tidak perlu alasan untuk membantu orang yang membutuhkan.

Berbuat baik tidaklah membutuhkan alasan ataupun mengharapkan suatu imbalan. Apalagi kalau perbuatan baik itu hasil kerja keras dari ilmu yang telah kita dapat di sekolah.

Karen yang lahir di Palembang, 5 Oktober 2004 mencatat, alasan memilih jurusan desain komunikasi visual karena hobi dan bakat saya dalam menggambar dan melukis mulai muncul terutama saat kelas 12 ini. Sehingga pada akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil jurusan tersebut untuk masa depan kuliah saya.

Motivasi atau alasan Samuel yang lahir di Palembang 19 Mei 2004 memilih jurusan perencanaan wilayah dan kota karena jurusan yang saya pilih merupakan prospek yang baik untuk Indonesia di masa depan karena Indonesia negara pembangunan.

Rebecca Paramitha Chandra yang hobi membaca buku lulus pada Jurusan Teknik Biomedis pada Institut Teknologi Sumatera

Sedangkan Kaka atau Becca yang lahir di Palembang 24 Juni 2004, memilih jurusan teknik biomedis karena sejalan dengan kriteria saya yakni meningkatkan kualitas diri dalam dunia medis.

Fokus kuliah

Masuk dunia kampus bukan tanpa tantangan baik secara intern maupun secara eksten. Bagi Grace, “mungkin saya akan sangat sibuk dengan urusan kuliah saya, baik itu berupa tugas, ujian, kerja kelompok, dan sebagainya. Hal ini menjadikan interaksi sosial saya sedikit terbatas karena fokus perhatiannya ditumpahkan pada kuliah”.

Selain itu, lanjut Grace “seperti yang kita ketahui, bahwa kuliah kedokteran tidaklah membutuhkan biaya yang sedikit. Hal ini menjadi tantangan terbesar saya karena saya juga mendambakan beasiswa ketika berkuliah nantinya agar mampu meringankan beban orang tua”.

Rajin melukis

Bagi Karen, tantangan intern tentu saja ada, dimana saya harus rajin dalam melatih diri terutama dalam bidang menggambar dan melukis. Pergumulan hati saya melawan rasa malas demi mencapai PTN impian saya.

Rebecca melihat tantangan saya yang dialami saat kuliah sesuai jurusan saya ialah membagi waktu dikarenakan jurusan yang diambil merupakan jurusan multidisiplin.

Hidup mandiri

Sedangkan bagi Samuel, tantanga saya yang dialami saat kuliah sesuai jurusan yang saya hadapi adalah hidup mandiri karena saya akan ngekost nantinya.

Tidak menutup mata bahwa ada tantangan secara ekstern (tantangan dari luar) yang akan terjadi saat kuliah kelak. Sebenarnya tantangan yang sedikit membuat saya bimbang adalah dalam hal pergaulan. Apakah saya bisa beradaptasi dengan teman baru di perkuliahan nanti? Saya harap tantangan dalam hal pergaulan bisa teratasi dengan baik, tulis Grace.

Bagi Karen, kalau untuk tantangan eksternal, adanya penguploadan portofolio yang ditentukan (gambar suasana, gambar komposisi benda, dan gambar bebas) disini saya harus bisa membagi waktu saya dalam membuat 3 karya tersebut dan belajar menjelang hari TO saat itu.

Tak henti berdoa

Tanggapan keluarga atau orangtua ketika mengetahui lulus SNMPTN, “kedua orang tua saya bahkan nenek saya sangat senang ketika mengetahui saya lulus SNMPTN. Karena saya meminta mereka semua tak henti-hentinya mendoakan kelulusan SNMPTN saya. Hal ini dikarenakan saya percaya bahwa doa orang tua bagi anak-anaknya sangat penting dan pasti didengar oleh Tuhan”, tulis Grace.

Karen menulis, “tanggapan orang tua saya ketik mengetahui saya lulus SNMPTN adalah tentu saja bangga dan terharu. Karena rencana awal saya sendiri jika tidak lulus SNMPTN adalah langsung ke universitas swasta. Namun, harganya sendiri sangat mahal jika ke universitas swasta. Hal ini juga yang menjadi pemikiran berlebih saya jika saya tidak lulus SNMPTN”.

Lulus tepat waktu

Harapan orangtua Becca, “lulus tepat waktu, mendapatkan kerja yang sebanding dengan dipelajari selama kuliah”.

Karen Kurniawan yang senang melukis diterima pada Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Sebelas Maret

“Saya adalah saya menjadi anak yang baik, berprestasi, dan patuh kepada orang tua saya. Orang tua saya berharap bahwa dengan lolosnya saya di SNMPTN dan terpisah cukup jauh dari mereka, saya bisa menjadi pribadi yang mandiri dan dapat sukses dalam masa depan saya nanti”, harapan orangtua Karen.

Tanggung jawab

Kepada Grace, yang dalam beberapa kesempatan meraih peringkat umum dalam jurusan MIPA, orangtuanya berharap “saya mampu menyelesaikan pendidikan dokter saya di universitas nanti dengan lancar dan penuh tanggung jawab. Meskipun mungkin nanti saya akan mendapatkan kesulitan, namun orang tua saya selalu berharap saya tidak cepat putus asa. Selain itu, orang tua saya berharap bahwa kelak apabila saya sudah menjadi dokter, bukan materi yang saya utamakan namun rasa kemanusiaan itu sendiri”. *** (Ignas Iwan Waning)