{"id":5608,"date":"2026-09-11T08:19:27","date_gmt":"2026-09-11T01:19:27","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=5608"},"modified":"2026-09-11T08:19:27","modified_gmt":"2026-09-11T01:19:27","slug":"menyaksikan-fotosintesis-secara-langsung-melalui-tanaman-hydrilla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=5608","title":{"rendered":"Menyaksikan Fotosintesis Secara Langsung melalui Tanaman Hydrilla"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\"><strong>Oleh: Selena Aurellia Chandra | XII A.1.2.2<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pernahkah kita berpikir bahwa proses fotosintesis yang selama ini hanya kita pelajari melalui buku ternyata bisa disaksikan secara langsung? Pertanyaan itu terjawab ketika kami, siswa kelas XII A.1.2.2, mengikuti praktikum Biologi tentang fotosintesis menggunakan tanaman <strong>Hydrilla<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada <strong>8 September 2025<\/strong>, pukul 08.50\u201309.50, suasana pembelajaran Biologi terasa berbeda. Kami tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, tetapi turun langsung melakukan percobaan di laboratorium. Tujuan praktikum kali ini adalah mengamati proses fotosintesis pada tanaman Hydrilla dan melihat salah satu hasil dari proses tersebut, yaitu oksigen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Sebelum memulai percobaan, kami mendapatkan penjelasan mengenai tujuan, langkah-langkah praktikum, serta cara menggunakan alat dan bahan dengan benar. Setelah itu, setiap kelompok mulai menyiapkan perlengkapan yang diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Hydrilla kemudian diletakkan di dalam air dengan beberapa perlakuan. Ada tanaman yang terkena cahaya matahari, ada yang tidak terkena cahaya matahari, serta perlakuan menggunakan air dingin, air panas, dan larutan <strong>NaHCO<\/strong><strong>\u2083<\/strong> yang tetap mendapatkan cahaya matahari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Awalnya, semuanya terlihat biasa saja. Kami hanya menunggu dan mengamati tanaman yang berada di dalam air. Namun, setelah beberapa waktu, sesuatu yang menarik mulai terlihat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\"><strong>Gelembung-gelembung kecil muncul dari tanaman Hydrilla.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Kami pun semakin penasaran. Ternyata, gelembung yang muncul tersebut menunjukkan adanya gas yang dihasilkan selama fotosintesis. Dalam proses fotosintesis, tumbuhan menggunakan cahaya, air, dan karbon dioksida untuk menghasilkan makanan, sekaligus melepaskan oksigen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Apa yang sebelumnya hanya kami bayangkan dari gambar di buku pelajaran kini dapat kami lihat secara langsung di depan mata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Praktikum pun menjadi semakin seru karena setiap kelompok sibuk mengamati, berdiskusi, dan mencatat hasil pengamatan. Laboratorium terasa ramai dan energik. Meskipun harus menunggu proses percobaan, rasa penasaran membuat kami tetap memperhatikan perubahan yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Namun, menunggu ternyata menjadi tantangan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\">Menurut <strong>Joselyn Londongan<\/strong>, salah satu teman sekelas saya, praktiknya berjalan dengan baik dan tidak mengalami masalah besar. Hanya saja, waktu menunggu hasil pengamatan membuatnya sempat merasa bosan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Hal yang sedikit berbeda dirasakan oleh <strong>Jeslyne Agurellia<\/strong>. Baginya, praktikum ini merupakan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus mengejutkan. Ia merasa senang karena percobaan kali ini menggunakan tumbuhan yang bentuknya unik dan tidak melibatkan organ hewan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Bagi kelompok saya sendiri, praktikum ini juga memberikan pengalaman yang tidak terlupakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pertama, saya merasa cukup seru karena kami menggunakan air dalam proses percobaan. Kedua, saya senang ketika dapat mengamati hasil penelitian yang sudah dilakukan. Namun, ada satu kejadian yang benar-benar membuat saya terkejut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\"><strong>Gelas ukur milik kelompok kami tiba-tiba pecah!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Saat itu saya sedang memegang termometer yang menyentuh gelas tersebut. Saya sendiri cukup heran karena kejadian itu berlangsung begitu tiba-tiba. Untungnya, kelompok kami segera membereskan alat dan bahan yang digunakan sehingga praktikum tetap dapat dilanjutkan dan diselesaikan dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Kejadian sederhana tersebut justru memberikan pelajaran yang cukup berarti bagi saya. Saya baru menyadari bahwa alat-alat laboratorium perlu digunakan dengan sangat hati-hati. Selain itu, beberapa alat ternyata memiliki harga yang tidak murah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\">Dari pengalaman tersebut, saya belajar bahwa praktikum bukan hanya tentang mendapatkan hasil percobaan. Praktikum juga mengajarkan kami untuk <strong>teliti, sabar, bertanggung jawab, bekerja sama, dan berhati-hati<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, pembelajaran tentang fotosintesis menjadi lebih menarik karena kami tidak hanya menghafal bahwa tumbuhan menghasilkan oksigen. Kami dapat melihat tanda-tandanya secara langsung melalui gelembung yang muncul pada Hydrilla.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Dari sebuah tanaman kecil di dalam air, kami belajar bahwa proses kehidupan yang tampak sederhana ternyata menyimpan banyak hal yang menarik untuk dipelajari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Hari itu, laboratorium bukan sekadar tempat melakukan percobaan. Bagi kami, laboratorium menjadi tempat untuk <strong>melihat ilmu pengetahuan bekerja secara nyata<\/strong>. Dan mungkin, inilah salah satu hal paling menyenangkan dari belajar Biologi: bukan hanya mengetahui bagaimana kehidupan berlangsung, tetapi juga <strong>menyaksikannya dengan mata sendiri.***<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Selena Aurellia Chandra | XII A.1.2.2 Pernahkah kita berpikir bahwa proses fotosintesis yang selama ini hanya kita pelajari melalui buku ternyata bisa disaksikan secara langsung? Pertanyaan itu terjawab ketika kami, siswa kelas XII A.1.2.2, mengikuti praktikum Biologi tentang fotosintesis menggunakan tanaman Hydrilla. Pada 8 September 2025, pukul 08.50\u201309.50, suasana pembelajaran Biologi terasa berbeda. Kami tidak hanya duduk mendengarkan penjelasan guru, tetapi turun langsung melakukan percobaan di laboratorium. Tujuan praktikum kali ini adalah mengamati proses fotosintesis pada tanaman Hydrilla dan melihat salah satu hasil dari proses tersebut, yaitu oksigen. Sebelum memulai percobaan, kami mendapatkan penjelasan mengenai tujuan, langkah-langkah praktikum, serta cara menggunakan alat dan bahan dengan benar. Setelah itu, setiap kelompok mulai menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Hydrilla kemudian diletakkan di dalam air dengan beberapa perlakuan. Ada tanaman yang terkena cahaya matahari, ada yang tidak terkena cahaya matahari, serta perlakuan menggunakan air dingin, air panas, dan larutan NaHCO\u2083 yang tetap mendapatkan cahaya matahari. Awalnya, semuanya terlihat biasa saja. Kami hanya menunggu dan mengamati tanaman yang berada di dalam air. Namun, setelah beberapa waktu, sesuatu yang menarik mulai terlihat. Gelembung-gelembung kecil muncul dari tanaman Hydrilla. Kami pun semakin penasaran. Ternyata, gelembung yang muncul tersebut menunjukkan adanya gas yang dihasilkan selama fotosintesis. Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":5609,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[463,285,49],"class_list":["post-5608","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-selena-aurellia-chandra","tag-sma-bangau","tag-sma-xaverius-1-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5608","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5608"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5608\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5610,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5608\/revisions\/5610"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5609"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5608"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5608"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5608"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}