{"id":4972,"date":"2026-02-27T04:09:59","date_gmt":"2026-02-26T21:09:59","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4972"},"modified":"2026-02-27T04:10:00","modified_gmt":"2026-02-26T21:10:00","slug":"menemukan-panggungnya-sendiri-langkah-berani-gheta-emerald-illova","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4972","title":{"rendered":"Menemukan Panggungnya Sendiri: Langkah Berani Gheta Emerald Illova"},"content":{"rendered":"\n<p>Di setiap sekolah selalu ada siswa yang bersinar bukan hanya karena nilai, tetapi karena keberanian mengekspresikan diri. Di kelas XIIA.1.2.2, nama itu adalah <strong>Gheta Emerald Illova<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak SMP kelas 8, Gheta sudah jatuh cinta pada dunia fashion show. Bakat itu bukan muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari rumah. Sang mama pernah meraih gelar <strong>Puteri Cempaka<\/strong> yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Madya <strong>Palembang<\/strong> pada tahun 1997. Dari cerita-cerita itulah, Gheta kecil belajar bahwa panggung bukan sekadar tempat berjalan dan tersenyum, tetapi ruang untuk percaya diri dan membawa nama baik diri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perjalanan seninya justru menemukan bentuknya di masa yang tak mudah: tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda. Pada masa MPLS SMP kelas 7, siswa diminta membuat video minat dan bakat dan mengirimkannya melalui <strong>Google Classroom<\/strong>. Banyak siswa mungkin memilih cara aman. Tetapi tidak dengan Gheta.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia teringat karakter dalam film pendek <strong>Mamak Beti<\/strong> karya <strong>Arif Muhammad<\/strong>, di mana satu orang bisa memerankan berbagai tokoh berbeda. Dengan peralatan sederhana dan bantuan sang kakak, Nie Fatrin Draghneva, Gheta merekam dirinya memainkan beragam karakter. Tidak ada panggung megah, tidak ada kostum mahal, tapi hanya keberanian dan kreativitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Di situlah bakat aktingnya mulai menemukan arah.<\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan itu berlanjut di kelas 9. Dalam tugas pelajaran agama, guru mereka, Ibu Launa Laura S.Ag, meminta presentasi tidak dilakukan secara biasa, melainkan diperagakan dalam bentuk akting. Gheta memerankan tokoh Asta dalam kisah yang emosional dan menantang: seorang remaja yang hamil di luar nikah. Bukan peran ringan. Tetapi Gheta menjalaninya dengan totalitas.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-3-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4974\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-3-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-3-225x300.jpeg 225w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-3-300x400.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-3-110x147.jpeg 110w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-3.jpeg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hasilnya mengejutkan. Ibu Launa tidak menyangka bakat sebesar itu tersembunyi di balik pribadi yang sederhana. \u201cAkting kamu bagus sekali, kenapa tidak masuk teater?\u201d katanya. Dukungan itu bukan sekadar pujian, melainkan pintu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pintu itu membawa Gheta menuju panggung pementasan drama di Gedung Yayasan Xaverius Palembang pada 20 Mei 2023. Dari tugas kelas menjadi pentas sungguhan, itulah lompatan keberanian yang lahir dari satu kesempatan yang direspons dengan serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Gheta bukan hanya tentang fashion show atau akting. Ini tentang tiga hal penting:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertama, bakat sering kali menemukan jalannya ketika diberi ruang.<\/li>\n\n\n\n<li>Kedua, dukungan guru dapat menjadi titik balik kehidupan siswa.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketiga, keterbatasan, bahkan pandemi, bisa menjadi panggung pertama bagi kreativitas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Gheta belajar bahwa seni bukan sekadar tampil, tetapi tentang keberanian menjadi diri sendiri. <strong>Fashion show<\/strong> melatih kepercayaan diri. <strong>Akting <\/strong>melatih empati dan penghayatan. Keduanya membentuk karakter: <strong>percaya diri namun peka, berani namun tetap rendah hati<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-1-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4975\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-1-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-1-225x300.jpeg 225w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-1-300x400.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-1-110x147.jpeg 110w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Gheta-1.jpeg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><strong>Gheta Emerald Illova<\/strong><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kini, sebagai siswi kelas XII, Gheta tidak hanya berjalan di atas panggung. Ia berjalan dengan kesadaran bahwa bakat adalah anugerah yang perlu diasah dan dibagikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena pada akhirnya, panggung terbesar bukanlah gedung pertunjukan, melainkan kehidupan itu sendiri. Dan Gheta Emerald Illova telah memulai langkahnya, dengan percaya diri, dengan dedikasi, dan dengan hati.*** (Ignas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di setiap sekolah selalu ada siswa yang bersinar bukan hanya karena nilai, tetapi karena keberanian mengekspresikan diri. Di kelas XIIA.1.2.2, nama itu adalah Gheta Emerald Illova. Sejak SMP kelas 8, Gheta sudah jatuh cinta pada dunia fashion show. Bakat itu bukan muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari rumah. Sang mama pernah meraih gelar Puteri Cempaka yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Madya Palembang pada tahun 1997. Dari cerita-cerita itulah, Gheta kecil belajar bahwa panggung bukan sekadar tempat berjalan dan tersenyum, tetapi ruang untuk percaya diri dan membawa nama baik diri sendiri. Namun, perjalanan seninya justru menemukan bentuknya di masa yang tak mudah: tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda. Pada masa MPLS SMP kelas 7, siswa diminta membuat video minat dan bakat dan mengirimkannya melalui Google Classroom. Banyak siswa mungkin memilih cara aman. Tetapi tidak dengan Gheta. Ia teringat karakter dalam film pendek Mamak Beti karya Arif Muhammad, di mana satu orang bisa memerankan berbagai tokoh berbeda. Dengan peralatan sederhana dan bantuan sang kakak, Nie Fatrin Draghneva, Gheta merekam dirinya memainkan beragam karakter. Tidak ada panggung megah, tidak ada kostum mahal, tapi hanya keberanian dan kreativitas. Di situlah bakat aktingnya mulai menemukan arah. Perjalanan itu berlanjut di kelas 9. Dalam tugas pelajaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4973,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[471,467,285,49],"class_list":["post-4972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan","tag-gheta-emerald-illova","tag-imlek-2026","tag-sma-bangau","tag-sma-xaverius-1-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4972"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4976,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4972\/revisions\/4976"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}