{"id":4736,"date":"2025-11-14T04:32:47","date_gmt":"2025-11-13T21:32:47","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4736"},"modified":"2025-11-14T04:32:48","modified_gmt":"2025-11-13T21:32:48","slug":"siwer-dari-sekolah-ke-panggung-inovasi-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4736","title":{"rendered":"\u201cSIWER: Dari Sekolah ke Panggung Inovasi Digital\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>SIANG<\/strong> itu, di aula Gedung DPD yang megah dekat OPI Mall, tiga siswa tampak duduk berdekatan. Wajah mereka sedikit tegang, tapi mata mereka menyala penuh semangat. Di tengah sorak peserta lain, terdengar nama mereka disebut: <strong>\u201cTim SIWER, Juara 2 Lomba Inovasi Digital Generasi Digital Intelektual (GDI)!\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi <strong>Aurelia Jessica Wirawinata<\/strong>, <strong>Mikhail Alexander Dwi Prasetyo<\/strong>, dan <strong>Vincent Joe Salim<\/strong>, momen itu bukan sekadar kemenangan, melainkan hasil dari perjalanan penuh kerja keras, tawa, dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dari Ide Sederhana ke 20 Besar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAwalnya kami nggak nyangka bisa sejauh ini,\u201d ujar Vincent mengenang. Lomba <strong>Inovasi Digital GDI<\/strong> ini memang bukan ajang biasa. Dimulai dari seleksi <em>top 20<\/em> pada 2 November, berlanjut ke <em>top 10<\/em> pada 6 November, hingga babak <em>top 3<\/em> pada 11 November, setiap tahapnya menuntut ide segar, data kuat, dan kemampuan presentasi yang solid.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim mereka memilih jalur yang tak populer: <strong>pertanian<\/strong>. \u201cBanyak peserta pilih tema edukasi atau bisnis, tapi kami pengin sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat kecil,\u201d jelas Vincent. Dari sanalah lahir <strong>SIWER<\/strong>, inovasi sederhana berbasis <em>Artificial Intelligence<\/em> (AI) yang dirancang untuk membantu petani mengelola lahan secara lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Waktu persiapan yang mepet tidak menyurutkan langkah mereka. \u201cKami cuma bisa kumpul setiap Rabu atau Kamis sepulang sekolah,\u201d kata Vincent. \u201cPokoknya sebelum H-7, kami harus rampung!\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Antara Zoom, Kopi, dan Gedung DPD<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seleksi awal dilakukan secara online melalui Zoom. Ketiganya memilih lokasi unik: <strong>Olympia Caffee<\/strong>. \u201cTempatnya nyaman, sinyal bagus, dan suasananya pas buat presentasi,\u201d kenang Vincent.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">Tak disangka, ide mereka menembus <em>top 10<\/em>!<\/p>\n\n\n\n<p>Babak berikutnya lebih menantang, presentasi langsung di <strong>Gedung DPD Palembang<\/strong>. \u201cWaktu yang dikasih cuma lima menit,\u201d ujar Vincent. \u201cTapi kami udah siap. Kami latih <em>timing<\/em> dan pembagian peran sampai malam.\u201d<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Digital-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4738\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Digital-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Digital-225x300.jpeg 225w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Digital-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Digital-300x400.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Digital-110x147.jpeg 110w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Digital.jpeg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dan hasilnya? Mereka lolos ke <em>top 3<\/em> dan berhak tampil di <strong>final di OPI Mall<\/strong>. \u201cSaingannya keren-keren, kebanyakan dari sekolah negeri. Tapi kami percaya diri. Kami udah punya PPT yang kuat dan pesan yang jelas,\u201d tambah Vincent.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kolaborasi dan Keberanian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tim kecil ini hanya beranggotakan tiga orang, meski panitia memperbolehkan empat. Namun, kekurangan jumlah bukan alasan untuk menyerah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPembagian tugas kami cair,\u201d jelas Vincent. \u201cKalau Mikhail buat PPT, aku dan Aurelia bantu revisi. Kalau aku nulis proposal, mereka bantu riset dan desain.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Motivasi mereka pun sederhana tapi tulus. \u201cAku diajak Mikhail dan Aurel karena ada rekomendasi dari Pak Nove,\u201d ujar Vincent. \u201cAwalnya ragu, tapi ternyata lomba ini nyambung sama jurusan aku dan passion-ku di teknologi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pelajaran dari SIWER<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi ketiganya, pengalaman ini membuka mata. \u201cAku belajar kalau AI itu bisa sangat bermanfaat kalau digunakan dengan benar,\u201d kata Vincent. \u201cBukan cuma untuk bisnis atau hiburan, tapi juga buat hal-hal nyata seperti pertanian dan edukasi.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">Vincent menambahkan, \u201cYang paling penting dari lomba ini bukan menangnya, tapi kerja tim dan semangat belajar bareng. Dari situ kami belajar menghargai ide masing-masing.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi mereka, \u201cTernyata inovasi itu nggak harus rumit. Asal punya niat dan mau belajar, semua bisa dimulai dari hal sederhana.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Catatan Redaksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan <strong>Aurelia Jessica Wirawinata<\/strong>, <strong>Mikhail Alexander Dwi Prasetyo<\/strong>, dan <strong>Vincent Joe Salim<\/strong> bukan sekadar kemenangan di ajang lomba, tapi juga cermin dari semangat generasi muda yang berani berpikir berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah gempuran teknologi yang sering terasa jauh dari realitas, mereka menunjukkan satu hal penting: <strong>inovasi sejati lahir dari kepedulian terhadap sesama.<\/strong>*** (Ignas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIANG itu, di aula Gedung DPD yang megah dekat OPI Mall, tiga siswa tampak duduk berdekatan. Wajah mereka sedikit tegang, tapi mata mereka menyala penuh semangat. Di tengah sorak peserta lain, terdengar nama mereka disebut: \u201cTim SIWER, Juara 2 Lomba Inovasi Digital Generasi Digital Intelektual (GDI)!\u201d Bagi Aurelia Jessica Wirawinata, Mikhail Alexander Dwi Prasetyo, dan Vincent Joe Salim, momen itu bukan sekadar kemenangan, melainkan hasil dari perjalanan penuh kerja keras, tawa, dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Dari Ide Sederhana ke 20 Besar \u201cAwalnya kami nggak nyangka bisa sejauh ini,\u201d ujar Vincent mengenang. Lomba Inovasi Digital GDI ini memang bukan ajang biasa. Dimulai dari seleksi top 20 pada 2 November, berlanjut ke top 10 pada 6 November, hingga babak top 3 pada 11 November, setiap tahapnya menuntut ide segar, data kuat, dan kemampuan presentasi yang solid. Tim mereka memilih jalur yang tak populer: pertanian. \u201cBanyak peserta pilih tema edukasi atau bisnis, tapi kami pengin sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat kecil,\u201d jelas Vincent. Dari sanalah lahir SIWER, inovasi sederhana berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu petani mengelola lahan secara lebih efisien. Waktu persiapan yang mepet tidak menyurutkan langkah mereka. \u201cKami cuma bisa kumpul setiap Rabu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4737,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4736"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4739,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4736\/revisions\/4739"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}