{"id":4679,"date":"2025-10-29T09:55:17","date_gmt":"2025-10-29T02:55:17","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4679"},"modified":"2025-10-29T09:56:31","modified_gmt":"2025-10-29T02:56:31","slug":"nada-persatuan-di-bawah-langit-sumpah-pemuda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4679","title":{"rendered":"Nada Persatuan di Bawah Langit Sumpah Pemuda"},"content":{"rendered":"\n<p>Palembang, pagi yang cerah pada <strong>Selasa, 28 Oktober 2025<\/strong>, halaman <strong>Kantor Gubernur Sumatera Selatan<\/strong> dipenuhi semangat muda yang bergetar. Bukan hanya dari lantunan lagu perjuangan atau derap langkah pasukan upacara, tetapi juga dari denting dawai yang menembus hati, suara biola dan cello yang dimainkan oleh para pelajar, simbol kesatuan dan keharmonisan dalam keberagaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Di antara <strong>32 pengisi acara<\/strong> yang tampil dalam <strong>Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97<\/strong>, tiga siswi dari <strong>SMA Xaverius 1 Palembang<\/strong> turut memberi warna: <strong>Tesalonika<\/strong>, <strong>Naomi Amelia Putri Manihuruk<\/strong>, dan <strong>Giselle Elvaretta Winata<\/strong>. Mereka bukan sekadar memainkan nada, tetapi menyalakan semangat generasi muda lewat musik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tesalonika: \u201cNada yang Menyatukan Rasa Bangga\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRasanya senang dan bangga bisa tampil memainkan biola di upacara besar ini,\u201d ujar <strong>Tesalonika (XI A2.2)<\/strong>, yang mencerminkan rasa puas setelah perjuangan latihan selama sepekan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah dua tahun berturut-turut ia tampil di acara ini. Bedanya, kali ini ia lebih tenang. \u201cTahun lalu saya gugup, tapi sekarang saya lebih menikmati. Bisa ikut lagi tahun ini adalah bentuk syukur dan kebanggaan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kecintaannya pada biola tumbuh sejak duduk di <strong>kelas 4 SD<\/strong>, saat mengikuti ekstrakurikuler musik. Meski sempat terhenti karena pandemi, ia kembali menemukan cintanya pada alat musik berdawai empat itu saat SMP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">\u201cSuara biola itu merdu sekali, tapi sulit dimainkan. Justru karena sulit itulah saya tertantang. Ada kepuasan tersendiri ketika akhirnya bisa membuat nada-nada itu hidup,\u201d ujarnya Tesaloika.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Naomi: \u201cMusik Menyatukan Tanpa Batas\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <strong>Naomi Amelia Putri Manihuruk (XI A1.2.1)<\/strong> mengaku perjuangan menjelang penampilan tidak mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTantangan terbesar itu membagi waktu. Seusai sekolah kami langsung latihan hingga sore menjelang malam,\u201d kenangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Namun dari proses itu, Naomi belajar tentang disiplin, kekompakan, dan makna sejati musik. \u201cMusik tidak mengenal suku, agama, dan golongan. Dalam orkestra, kami belajar bersatu hati agar harmoni bisa terwujud. Seperti Indonesia, musik hanya indah bila kita bekerja sama,\u201d ucapnya penuh arti.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Giselle: \u201cCello, Suara Jiwa dan Semangat Pemuda\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi <strong>Giselle Elvaretta Winata (XII A1.1.2)<\/strong>, pengalaman tampil dengan cello di peringatan Sumpah Pemuda menjadi momen berharga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">\u201cSaya sangat senang dan bangga bisa tampil. Dari sini saya belajar banyak hal: keberanian tampil di depan banyak orang, menambah teman baru, dan pengalaman yang tak terlupakan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Giselle memandang <strong>Sumpah Pemuda<\/strong> bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi sumber inspirasi.<br>\u201cBagi saya, Sumpah Pemuda adalah penyemangat untuk terus berkarya, mengembangkan bakat, dan berbuat sesuatu yang bermanfaat. Semangat itu saya wujudkan lewat musik,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Harmoni yang Menyatukan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai seorang penikmat biola profesional, saya melihat bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari <strong>perbedaan yang berpadu dengan indah<\/strong>. Begitu pula Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Biola-2-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4681\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Biola-2-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Biola-2-225x300.jpeg 225w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Biola-2-300x400.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Biola-2-110x147.jpeg 110w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Biola-2.jpeg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Giselle, Naomi dan Tesa<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketiga siswi ini, lewat nada-nada mereka, menunjukkan bahwa <strong>semangat Sumpah Pemuda masih hidup,<\/strong> tidak lagi dalam bentuk sumpah di kertas, tetapi dalam tindakan nyata: berlatih, berkolaborasi, dan berbagi semangat melalui musik.<\/p>\n\n\n\n<p>Di bawah langit Palembang, nada-nada biola dan cello mereka bukan hanya mengiringi upacara, tetapi juga <strong>menggema sebagai simbol persatuan<\/strong>, mengingatkan kita semua:<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelama masih ada nada yang dimainkan dengan hati, semangat pemuda takkan pernah mati.\u201d *** (Ignas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Palembang, pagi yang cerah pada Selasa, 28 Oktober 2025, halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan dipenuhi semangat muda yang bergetar. Bukan hanya dari lantunan lagu perjuangan atau derap langkah pasukan upacara, tetapi juga dari denting dawai yang menembus hati, suara biola dan cello yang dimainkan oleh para pelajar, simbol kesatuan dan keharmonisan dalam keberagaman. Di antara 32 pengisi acara yang tampil dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, tiga siswi dari SMA Xaverius 1 Palembang turut memberi warna: Tesalonika, Naomi Amelia Putri Manihuruk, dan Giselle Elvaretta Winata. Mereka bukan sekadar memainkan nada, tetapi menyalakan semangat generasi muda lewat musik. Tesalonika: \u201cNada yang Menyatukan Rasa Bangga\u201d \u201cRasanya senang dan bangga bisa tampil memainkan biola di upacara besar ini,\u201d ujar Tesalonika (XI A2.2), yang mencerminkan rasa puas setelah perjuangan latihan selama sepekan. Sudah dua tahun berturut-turut ia tampil di acara ini. Bedanya, kali ini ia lebih tenang. \u201cTahun lalu saya gugup, tapi sekarang saya lebih menikmati. Bisa ikut lagi tahun ini adalah bentuk syukur dan kebanggaan,\u201d katanya. Kecintaannya pada biola tumbuh sejak duduk di kelas 4 SD, saat mengikuti ekstrakurikuler musik. Meski sempat terhenti karena pandemi, ia kembali menemukan cintanya pada alat musik berdawai empat itu saat SMP. \u201cSuara biola itu merdu sekali, tapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4680,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4679","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4679"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4682,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4679\/revisions\/4682"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}