{"id":4667,"date":"2025-10-26T20:24:43","date_gmt":"2025-10-26T13:24:43","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4667"},"modified":"2025-10-26T20:24:44","modified_gmt":"2025-10-26T13:24:44","slug":"finish-what-you-have-started-kisah-ibunda-di-balik-jemari-piano-miftahul-jannah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4667","title":{"rendered":"\u201cFinish What You Have Started\u201d: Kisah Ibunda di Balik Jemari Piano Miftahul Jannah"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada momen yang tak terlupakan bagi seorang ibu ketika melihat anaknya menemukan panggilan hatinya. Bagi Ibu Lestari, momen itu datang pada ulang tahun ke-7 putrinya, Miftahul Jannah, yang akrab dipanggil Tata. Alih-alih meminta boneka atau sepeda, Tata meminta satu hal sederhana namun berarti: <strong>les piano<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">\u201cWaktu itu saya pikir, ya sudah, saya kabulkan saja keinginannya,\u201d kenang Ibu Lestari. \u201cAwalnya hanya untuk mewujudkan permintaannya di hari ulang tahun. Tapi ternyata, dari situlah semuanya dimulai.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dari Hadiah Ulang Tahun Menjadi Jalan Hidup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tata kecil memulai perjalanan musiknya di <strong>Yamaha Music Square Palembang<\/strong>, mengikuti kursus <em>Junior Step Fundamental Course<\/em> sebelum melanjutkan ke <em>Popular Music Course<\/em> untuk piano klasik. Dari Buku 1 hingga Buku 6, satu demi satu sertifikat dikantongi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, bagi Ibu Lestari, musik bukan sekadar soal prestasi. \u201cSaya ingin ia belajar tanggung jawab,\u201d ujarnya. \u201cSaya selalu bilang, <em>Finish what you have started.<\/em> Kalau sudah memulai sesuatu, meski itu sekadar hobi, maka selesaikanlah. Jalani prosesnya dengan sabar dan fokus.\u201d<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-3-2-720x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4669\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-3-2-720x1024.jpeg 720w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-3-2-211x300.jpeg 211w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-3-2-768x1092.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-3-2.jpeg 789w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Di rumah, dukungan itu hadir dalam bentuk sederhana: menemani latihan, memberi ruang waktu di sela-sela sekolah, atau sekadar menjadi pendengar setia setiap kali Tata mencoba lagu baru.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Musik yang Menyembuhkan dan Menyeimbangkan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\">Bagi sang ibu, musik juga memiliki makna lain, ia melihatnya sebagai sarana untuk melatih keseimbangan antara otak kiri dan kanan, serta membantu Tata untuk tetap <em>relax<\/em> di tengah padatnya kegiatan sekolah. \u201cDengan bermain musik, anak bisa belajar disiplin tapi juga menikmati momen refreshing,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya? Sejak usia SD, Tata bukan hanya menonjol di piano, tapi juga di dunia vokal. Deretan prestasinya seolah berbicara sendiri: juara berbagai lomba menyanyi mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Lagu-lagu seperti <em>Rindu Palembang<\/em>, <em>Speechless<\/em>, <em>Never Enough<\/em>, dan <em>Ya Sallam<\/em> mengantarnya menjadi salah satu talenta muda yang diperhitungkan di Palembang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dari Yamaha ke Trinity College London<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan musik Tata berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Setelah lulus SD, ia melanjutkan pelatihan piano klasik di <strong>Granada Musica Studio<\/strong> di bawah bimbingan <strong>Miss Flora Monica Ghozali (Miss Lala)<\/strong> dengan kurikulum <strong>Trinity College London<\/strong>. Kini, Tata telah mencapai <strong>Grade 7<\/strong>, dan bersiap menuntaskan <strong>Grade 8,<\/strong> tahapan tertinggi sebelum jenjang diploma internasional.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"980\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-4-2.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4670\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-4-2.jpeg 720w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/piano-4-2-220x300.jpeg 220w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, namanya semakin dikenal di ajang kompetisi bergengsi. Ia meraih <strong>Diamond Award di Indonesia National Piano Festival 2025<\/strong>, <strong>Silver Award di Indonesia Music Celebration 2025<\/strong>, dan <strong>Diamond Award pada Hongkong International Youth Performing Art Festival 2022<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Melihat Buah Perjuangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Setiap kali Tata tampil di atas panggung, Ibu Lestari mengaku hatinya selalu bergetar. \u201cAda kebahagiaan yang sulit dijelaskan,\u201d ujarnya. \u201cMelihat anak mampu menuntaskan permainan piano klasik itu seperti menyaksikan hasil dari proses panjang yang penuh kesabaran.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, Tata bersiap untuk dua event besar berikutnya: <strong>INPF Vol. 2 (1 November 2025 di Wyndham OPI Hotel Palembang)<\/strong> dan <strong>Veranza Music Festival (16 November 2025 di Aston Hotel Palembang)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bukan Sekadar Nada, Tapi Nilai Hidup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Ibu Lestari, perjalanan ini bukan tentang sekadar deretan sertifikat atau piala. Ia tentang karakter, tentang membangun komitmen, disiplin, dan keindahan dalam proses. \u201cSaya hanya ingin dia belajar bertanggung jawab dengan pilihannya,\u201d tuturnya pelan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di balik setiap nada yang dimainkan Tata, ada cinta yang sabar dan bimbingan yang tak henti dari seorang ibu. Sebab di dunia musik klasik, sebagaimana dalam hidup, yang paling indah bukanlah tepuk tangan di akhir lagu, tapi kesetiaan dalam setiap latihan kecil yang membentuk harmoni besar.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dan seperti bunyi motto yang terus bergema di rumah itu: \u201cFinish what you have started.\u201d Karena dari ketekunan kecil hari ini, lahirlah simfoni besar di masa depan. *** <\/em>(Ignas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada momen yang tak terlupakan bagi seorang ibu ketika melihat anaknya menemukan panggilan hatinya. Bagi Ibu Lestari, momen itu datang pada ulang tahun ke-7 putrinya, Miftahul Jannah, yang akrab dipanggil Tata. Alih-alih meminta boneka atau sepeda, Tata meminta satu hal sederhana namun berarti: les piano. \u201cWaktu itu saya pikir, ya sudah, saya kabulkan saja keinginannya,\u201d kenang Ibu Lestari. \u201cAwalnya hanya untuk mewujudkan permintaannya di hari ulang tahun. Tapi ternyata, dari situlah semuanya dimulai.\u201d Dari Hadiah Ulang Tahun Menjadi Jalan Hidup Tata kecil memulai perjalanan musiknya di Yamaha Music Square Palembang, mengikuti kursus Junior Step Fundamental Course sebelum melanjutkan ke Popular Music Course untuk piano klasik. Dari Buku 1 hingga Buku 6, satu demi satu sertifikat dikantongi. Namun, bagi Ibu Lestari, musik bukan sekadar soal prestasi. \u201cSaya ingin ia belajar tanggung jawab,\u201d ujarnya. \u201cSaya selalu bilang, Finish what you have started. Kalau sudah memulai sesuatu, meski itu sekadar hobi, maka selesaikanlah. Jalani prosesnya dengan sabar dan fokus.\u201d Di rumah, dukungan itu hadir dalam bentuk sederhana: menemani latihan, memberi ruang waktu di sela-sela sekolah, atau sekadar menjadi pendengar setia setiap kali Tata mencoba lagu baru. Musik yang Menyembuhkan dan Menyeimbangkan Bagi sang ibu, musik juga memiliki makna lain, ia melihatnya sebagai sarana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4668,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4,252],"tags":[],"class_list":["post-4667","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan","category-pengalaman"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4667"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4671,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4667\/revisions\/4671"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}