{"id":4623,"date":"2025-10-16T08:35:07","date_gmt":"2025-10-16T01:35:07","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4623"},"modified":"2025-10-16T08:35:08","modified_gmt":"2025-10-16T01:35:08","slug":"tumbuh-bersama-di-lapangan-cerita-tiga-pemain-voli-sma-xaverius-1-palembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4623","title":{"rendered":"Tumbuh Bersama di Lapangan: Cerita Tiga Pemain Voli SMA Xaverius 1 Palembang"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>DERU<\/strong> bola yang memantul di lapangan, teriakan semangat dari pinggir garis, dan suara peluit yang sesekali memecah udara, semua itu adalah musik tersendiri bagi mereka yang mencintai bola voli. Di balik kemenangan dan sorak-sorai penonton, selalu ada kisah tentang proses, kebersamaan, dan tekad yang tumbuh dari satu latihan ke latihan berikutnya. Tiga nama ini, <strong>Nicholas Jo<\/strong>, <strong>Varencia<\/strong>, dan <strong>Gisela Keely Jade, <\/strong>adalah potret dari semangat itu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Nicholas Jo: Dari Iseng Jadi Serius<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi <strong>Nicholas Jo<\/strong>, siswa kelas XIIA.2.2, voli bukan sekadar olahraga. Ia menemukan di dalamnya sesuatu yang lebih dalam, <em>kerja sama, komunikasi, dan rasa percaya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"577\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Louis-2-1-1024x577.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4625\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Louis-2-1-1024x577.jpeg 1024w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Louis-2-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Louis-2-1-768x433.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Louis-2-1.jpeg 1250w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cSaya tertarik ikut voli karena olahraga ini <em>nggak<\/em> cuma soal tenaga,\u201d ujarnya sambil tersenyum. \u201cSetiap poin tuh seru banget, apalagi kalau timnya kompak dan saling percaya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Nicholas baru mengenal voli sejak kelas X semester dua. Awalnya hanya ikut main bareng teman-teman seusai sekolah, tapi dari situ justru tumbuh kecintaan yang tak terduga. Ia belajar dasar-dasarnya dengan sabar, lalu bergabung dengan klub agar bisa berkembang lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTeman-teman yang paling memotivasi saya,\u201d katanya jujur. \u201cMereka yang <em>ngajak<\/em> latihan, dukung, dan bikin suasana latihan jadi semangat terus.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kini, Nicholas tak hanya bermain untuk diri sendiri, tapi juga untuk tim yang telah jadi keluarganya di lapangan. Ia belajar bahwa kemenangan sejati bukan soal skor, melainkan tentang tumbuh bersama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Varencia: Semangat dari SMP yang Tak Pernah Padam<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beda dengan Nicholas, <strong>Varencia<\/strong> (kelas X.5) sudah jatuh cinta pada voli sejak kelas 8 SMP. \u201cWaktu itu saya diajak ikut lomba antar sekolah,\u201d kenangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang membuatnya bertahan hingga kini bukan hanya karena suka bermain, tapi karena lingkungan yang mendukung. \u201cSupport dari teman-teman dan fasilitas sekolah bikin saya makin semangat,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Varencia, kemenangan dalam pertandingan bukan hasil keberuntungan. Ia tahu betul, semua berawal dari <em>kerja sama tim, usaha yang konsisten, dan motivasi dari pelatih.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau satu aja di antara kami turun semangatnya, itu bisa terasa di lapangan,\u201d ujarnya lugas. \u201cMakanya kami saling jaga, saling dorong.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gisela Keely Jade: Voli Sebagai Ruang Untuk Bernapas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di antara jadwal padat dan tugas sekolah, <strong>Gisela Keely Jade<\/strong> (kelas XIIA.3.1) menemukan kedamaian di lapangan voli. Ia mulai aktif sejak kelas XI dan kini tak pernah absen di setiap sesi latihan.<br>\u201cAwalnya cuma buat isi waktu luang dan biar tetap bugar,\u201d ucapnya. \u201cTapi ternyata seru juga, lama-lama malah ketagihan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Gisela bahkan bergabung dengan klub voli <strong>PBV Bangau<\/strong>, sebuah komunitas baru yang berlatih di lapangan Universitas Katolik Musi Charitas. Latihannya padat, Senin, Jumat, Sabtu di sekolah, dan Selasa, Kamis, Sabtu di klub. Tapi bagi Gisela, itu bukan beban.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBermain voli itu seperti terapi,\u201d katanya. \u201cSetelah seharian belajar dan <em>mikirin<\/em> tugas, latihan bikin saya lebih tenang dan bahagia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Motivasinya sederhana tapi kuat: ingin hidup seimbang. \u201cSaya <em>pengin<\/em> waktu luang saya <em>nggak <\/em>cuma buat akademik, tapi juga buat hal positif yang bikin tubuh dan pikiran sehat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lebih dari Sekadar Olahraga<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dari Nicholas, Varencia, hingga Gisela, satu hal menjadi benang merah: <strong>voli telah mengajarkan mereka arti kebersamaan dan ketekunan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mereka datang dari kelas dan latar belakang yang berbeda, tapi di lapangan, semuanya sama, belajar, berjuang, dan tertawa bersama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"458\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/voli-1024x458.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4626\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/voli-1024x458.jpeg 1024w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/voli-300x134.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/voli-768x344.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/voli-1536x687.jpeg 1536w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/voli.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Di tengah riuh dunia remaja dan tuntutan akademik, mereka membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang menang, tapi juga tentang menemukan diri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena di setiap servis, passing, dan smash yang dilakukan, ada cerita kecil tentang keberanian untuk tumbuh dan semangat untuk terus melangkah.*** (Ignas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DERU bola yang memantul di lapangan, teriakan semangat dari pinggir garis, dan suara peluit yang sesekali memecah udara, semua itu adalah musik tersendiri bagi mereka yang mencintai bola voli. Di balik kemenangan dan sorak-sorai penonton, selalu ada kisah tentang proses, kebersamaan, dan tekad yang tumbuh dari satu latihan ke latihan berikutnya. Tiga nama ini, Nicholas Jo, Varencia, dan Gisela Keely Jade, adalah potret dari semangat itu. Nicholas Jo: Dari Iseng Jadi Serius Bagi Nicholas Jo, siswa kelas XIIA.2.2, voli bukan sekadar olahraga. Ia menemukan di dalamnya sesuatu yang lebih dalam, kerja sama, komunikasi, dan rasa percaya. \u201cSaya tertarik ikut voli karena olahraga ini nggak cuma soal tenaga,\u201d ujarnya sambil tersenyum. \u201cSetiap poin tuh seru banget, apalagi kalau timnya kompak dan saling percaya.\u201d Nicholas baru mengenal voli sejak kelas X semester dua. Awalnya hanya ikut main bareng teman-teman seusai sekolah, tapi dari situ justru tumbuh kecintaan yang tak terduga. Ia belajar dasar-dasarnya dengan sabar, lalu bergabung dengan klub agar bisa berkembang lebih jauh. \u201cTeman-teman yang paling memotivasi saya,\u201d katanya jujur. \u201cMereka yang ngajak latihan, dukung, dan bikin suasana latihan jadi semangat terus.\u201d Kini, Nicholas tak hanya bermain untuk diri sendiri, tapi juga untuk tim yang telah jadi keluarganya di lapangan. Ia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4624,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[439,440],"class_list":["post-4623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan","tag-nicholas-jo","tag-varencia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4623"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4623\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4627,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4623\/revisions\/4627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}