{"id":4589,"date":"2025-10-10T21:24:51","date_gmt":"2025-10-10T14:24:51","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4589"},"modified":"2025-10-10T21:28:31","modified_gmt":"2025-10-10T14:28:31","slug":"neo-elxaba-dentuman-semangat-dari-taman-purbakala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4589","title":{"rendered":"Neo-Elxaba: Dentuman Semangat dari Taman Purbakala"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>SUARA<\/strong> bass yang bergema, petikan gitar yang berpadu rapi, dentuman drum yang menghentak, dan vokal yang memikat, semua itu berpadu indah di bawah langit sore Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Kamis, 25 September 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi band <strong>Neo-Elxaba<\/strong>, band kebanggaan SMA Xaverius 1 Palembang yang berhasil meraih <strong>juara 2<\/strong> dalam ajang lomba band antar pelajar.<\/p>\n\n\n\n<p>Neo-Elxaba terdiri dari enam anggota berbakat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Clara Nathania Simarmata<\/strong> (XI A3.1) sebagai vokalis yang penuh ekspresi,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Matthew Valentino Natanael<\/strong> (XII A3.1) di bass,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jason Julian Kwa<\/strong> (XII A3.1) di gitar rhythm,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jovan Federico Atsu<\/strong> (XII A3.2) di keyboard,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dave Christian<\/strong> (XII A2.1) di drum, dan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Stanley Nathan Donargy<\/strong> (XII A1.1.2) sebagai gitaris lead.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam penampilan mereka, Neo-Elxaba membawakan dua lagu yang mampu memikat penonton dan tim juri: <strong>\u201cPetanglah Petang\u201d<\/strong> dan <strong>\u201cKesempurnaan Cinta.\u201d<\/strong> Aransemen yang apik dan chemistry antarpemain membuat lagu-lagu itu terasa hidup, seolah bercerita dengan nada dan emosi yang nyata.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"960\" height=\"967\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Band-3-2.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4591\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Band-3-2.jpeg 960w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Band-3-2-298x300.jpeg 298w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Band-3-2-150x150.jpeg 150w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Band-3-2-768x774.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Dave dan Jason<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagi Clara, sang vokalis muda, tampil di panggung besar adalah momen berharga. \u201cRasanya senang dan bangga bisa menyanyikan lagu <em>Kesempurnaan Cinta<\/em> yang sudah diaransemen dengan sangat bagus di panggung Taman Purbakala. Sangat senang juga bisa mengikuti lomba bersama Neo-Elxaba,\u201d ujarnya sambil tersenyum.<br><br>Clara juga berbagi sedikit rahasia tampil percaya diri di atas panggung: <em>\u201cMengolah emosi dan teknik vokal bukanlah hal mudah. Intinya tetaplah santai, jangan biarkan gugup menguasai. Lakukan saja sebaik mungkin.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Stanley, sang gitaris lead, mengungkap sisi unik dari harmoni permainan mereka. \u201cSaya fokus di melodi dan solo, sedangkan Jason di rhythm. Jadi permainan kita saling mengisi. Nggak ada yang menutupi, malah saling mengangkat,\u201d katanya.<br>Ia juga tak lupa menyinggung suasana di panggung. \u201cKalau soal heboh sih biasanya Dave, karena dia paling ekspresif di belakang drum. Energinya luar biasa! Tapi yang paling rileks itu Matthew, karena dia main dengan wajah tenang tapi dentuman bass-nya ngisi banget.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kekompakan mereka bukan hanya soal teknik, tapi juga rasa. Di balik setiap nada, ada semangat, persahabatan, dan cinta terhadap musik. Neo-Elxaba membuktikan bahwa bermain musik bukan sekadar tampil di panggung, tapi soal bagaimana menikmati proses bersama dan menginspirasi lewat harmoni.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan prestasi ini, Neo-Elxaba berhasil menorehkan warna baru di dunia musik pelajar Palembang. Mereka bukan hanya band sekolah, tapi simbol semangat muda, yang berani bermimpi, berkarya, dan bersuara lewat musik.*** (Ignas)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SUARA bass yang bergema, petikan gitar yang berpadu rapi, dentuman drum yang menghentak, dan vokal yang memikat, semua itu berpadu indah di bawah langit sore Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Kamis, 25 September 2025, menjadi hari yang tak terlupakan bagi band Neo-Elxaba, band kebanggaan SMA Xaverius 1 Palembang yang berhasil meraih juara 2 dalam ajang lomba band antar pelajar. Neo-Elxaba terdiri dari enam anggota berbakat: Dalam penampilan mereka, Neo-Elxaba membawakan dua lagu yang mampu memikat penonton dan tim juri: \u201cPetanglah Petang\u201d dan \u201cKesempurnaan Cinta.\u201d Aransemen yang apik dan chemistry antarpemain membuat lagu-lagu itu terasa hidup, seolah bercerita dengan nada dan emosi yang nyata. Bagi Clara, sang vokalis muda, tampil di panggung besar adalah momen berharga. \u201cRasanya senang dan bangga bisa menyanyikan lagu Kesempurnaan Cinta yang sudah diaransemen dengan sangat bagus di panggung Taman Purbakala. Sangat senang juga bisa mengikuti lomba bersama Neo-Elxaba,\u201d ujarnya sambil tersenyum. Clara juga berbagi sedikit rahasia tampil percaya diri di atas panggung: \u201cMengolah emosi dan teknik vokal bukanlah hal mudah. Intinya tetaplah santai, jangan biarkan gugup menguasai. Lakukan saja sebaik mungkin.\u201d Sementara itu, Stanley, sang gitaris lead, mengungkap sisi unik dari harmoni permainan mereka. \u201cSaya fokus di melodi dan solo, sedangkan Jason di rhythm. Jadi permainan kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4590,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[430,429,49,431],"class_list":["post-4589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan","tag-clara-nathania-simarmata","tag-neo-elxaba","tag-sma-xaverius-1-palembang","tag-stanley-nathan-donargy"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4589"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4593,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4589\/revisions\/4593"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}