{"id":4367,"date":"2025-09-03T09:50:01","date_gmt":"2025-09-03T02:50:01","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4367"},"modified":"2025-09-04T04:49:39","modified_gmt":"2025-09-03T21:49:39","slug":"nugget-sayur-doa-dan-juara-kisah-tim-sma-xaverius-1-palembang-di-sph-business-plan-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=4367","title":{"rendered":"Nugget Sayur, Doa, dan Juara: Kisah Tim SMA Xaverius 1 Palembang di SPH Business Plan 2025"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Oleh: Gracella Angely Kristy (XIA.1.2)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>TANGGAL <\/strong>19 Agustus 2025 jadi hari yang tak terlupakan bagi Gracella Angely Kristy (XIA.1.2) dan timnya. Di dapur sekolah, mereka mencoba resep pertama untuk lomba Business Plan di Sekolah Palembang Harapan (SPH). Menu awalnya? Olahan ubi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, hasilnya jauh dari ekspektasi. Rasa hambar, tampilan kurang menarik, dan sama sekali tidak cocok untuk dilombakan. \u201cWaktu itu rasanya kayak&#8230; ya ampun, gagal total,\u201d kenang Gracella sambil tertawa.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi justru dari kegagalan itu lahirlah ide brilian: <strong>nugget sayur, <\/strong>makanan sehat yang ditujukan untuk anak-anak yang susah makan sayur.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perjuangan di Balik Nugget<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Persiapan lomba mereka hanya sekitar dua minggu. Bayangkan, satu minggu sebelum hari H, tim baru mencoba memasak nugget sayur. Dua sampai tiga kali percobaan dilakukan hanya dalam dua hari. Hasilnya? Akhirnya mereka menemukan rasa dan tekstur yang pas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tantangan belum berhenti. Presentasi PowerPoint baru digarap H-3. Pulang sekolah pun harus molor sampai jam 5\u20136 sore. Bahkan beberapa jam pelajaran terpaksa dikorbankan demi latihan masak dan menyusun materi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang paling susah itu bikin makanan yang sehat tapi modalnya rendah. Rasanya mustahil. Untung ada bimbingan Bu Yohana yang kasih arahan supaya perhitungan bisnis kami lebih realistis,\u201d jelas Gracella.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gugup, Doa, dan Presentasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hari lomba, 30 Agustus 2025, tim Xaverius 1 kebagian giliran terakhir, tepat pukul 10:30 WIB. Melihat tim lain sudah tampil, rasa gugup makin terasa. Tapi sebelum naik panggung, mereka memutuskan berdoa bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Doa itu ternyata jadi penguat. Presentasi mereka berjalan mulus. Saat menjelaskan nugget sayur, salah satu juri, yang ternyata seorang ibu, terlihat sangat antusias. Ia bahkan bilang kalau ide itu benar-benar dijual, ia mau beli untuk anaknya yang susah makan sayur.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rasa Puas yang Tak Tergantikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika diumumkan juara, rasa lelah, stres, dan begadang seolah hilang seketika. Tim Xaverius 1 berhasil meraih <strong>Juara 1 Business Plan SPH 2025<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSenang bercampur bangga banget. Semua pengorbanan dan kerja keras akhirnya terbayar,\u201d kata Gracella.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi mereka, kemenangan ini lebih dari sekadar piala. Ini tentang belajar jatuh, bangkit, kerja sama, dan selalu mengandalkan Tuhan. \u201cSemangat berjuang melawan kelemahan, alur yang baik datang dari proses yang tidak mudah. Jangan lupa juga libatkan Tuhan dalam setiap langkah,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tim Hebat di Balik Nugget Sayur<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mikhail Alexander Dwi Prasetyo<\/strong> (XIIA.2.1)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Felix Christian Anwar<\/strong> (X.7)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gracella Angely Kristy<\/strong> (XIA.1.2) *** (Ignas)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"810\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Gracela-2-810x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4369\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Gracela-2-810x1024.jpeg 810w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Gracela-2-237x300.jpeg 237w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Gracela-2-768x971.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Gracela-2-1215x1536.jpeg 1215w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Gracela-2-1620x2048.jpeg 1620w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Gracela-2-scaled.jpeg 2025w\" sizes=\"auto, (max-width: 810px) 100vw, 810px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Gracela, Felix dan Mikhail<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Gracella Angely Kristy (XIA.1.2) TANGGAL 19 Agustus 2025 jadi hari yang tak terlupakan bagi Gracella Angely Kristy (XIA.1.2) dan timnya. Di dapur sekolah, mereka mencoba resep pertama untuk lomba Business Plan di Sekolah Palembang Harapan (SPH). Menu awalnya? Olahan ubi. Sayangnya, hasilnya jauh dari ekspektasi. Rasa hambar, tampilan kurang menarik, dan sama sekali tidak cocok untuk dilombakan. \u201cWaktu itu rasanya kayak&#8230; ya ampun, gagal total,\u201d kenang Gracella sambil tertawa. Tapi justru dari kegagalan itu lahirlah ide brilian: nugget sayur, makanan sehat yang ditujukan untuk anak-anak yang susah makan sayur. Perjuangan di Balik Nugget Persiapan lomba mereka hanya sekitar dua minggu. Bayangkan, satu minggu sebelum hari H, tim baru mencoba memasak nugget sayur. Dua sampai tiga kali percobaan dilakukan hanya dalam dua hari. Hasilnya? Akhirnya mereka menemukan rasa dan tekstur yang pas. Tantangan belum berhenti. Presentasi PowerPoint baru digarap H-3. Pulang sekolah pun harus molor sampai jam 5\u20136 sore. Bahkan beberapa jam pelajaran terpaksa dikorbankan demi latihan masak dan menyusun materi. \u201cYang paling susah itu bikin makanan yang sehat tapi modalnya rendah. Rasanya mustahil. Untung ada bimbingan Bu Yohana yang kasih arahan supaya perhitungan bisnis kami lebih realistis,\u201d jelas Gracella. Gugup, Doa, dan Presentasi Hari lomba, 30 Agustus 2025, tim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4368,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[285,49],"class_list":["post-4367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan","tag-sma-bangau","tag-sma-xaverius-1-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4367"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4376,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4367\/revisions\/4376"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}