{"id":3770,"date":"2025-05-24T12:22:42","date_gmt":"2025-05-24T19:22:42","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=3770"},"modified":"2025-05-24T12:38:40","modified_gmt":"2025-05-24T19:38:40","slug":"mengikuti-ziarah-porta-sancta-membuka-pintu-pengampunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?p=3770","title":{"rendered":"Mengikuti Ziarah Porta Sancta, Membuka Pintu Pengampunan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>TAHUN<\/strong> 2025 ini Gereja Katolik merayakan Tahun Yubelium, Peziarah Pengharapan. Perayaan Yubelium dicanangkan setiap 25 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada malam Natal 24 Desember 2024, Bapa Paus Fransiskus membuka Pintu Suci (<em>Porta Sancta<\/em>) Basilika Santo Petrus yang pertama sebagai tanda pembukaan tahun Yubileum 2025 dan diikuti pembukaan pintu-pintu suci lainnya di Basilika. Bagi Gereja Katolik, Yubelium adalah tahun pengampunan dosa, rekonsiliasi, pertobatan, dan penebusan dosa sakramental.<\/p>\n\n\n\n<p>Didampingi oleh Bapak dan Ibu yang mengajar Pendalaman Iman Katolik, siswa-siswi yang beragama Katolik SMA Xaverius 1 Palembang telah mengikuti Ziarah Porta Sancta di Gereja Katedral St Maria Palembang. Peserta didik dibagi dalam 2 sesi yakni kelas XI pada hari Jumat, 9 Mei 2025 dan Kelas X pada hari Jumat, 16 Mei 2025.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh OSISKA (Organisasi Siswa Intra Sekolah Katolik) SMA Xaverius 1 Palembang, khususnya dari sekbid 1, bidang kerohanian, peserta Ziarah Porta Sancta telah berkumpul di Gereja Katedral Pkl 12.30 wib.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-2-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3772\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-2-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-2-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-2-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Mengikuti sesi penjelasan dari pendamping dalam Gereja Katedral St Maria, Palembang (Jumat, 9 Mei 2025).<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Berikut kesan yang disampaikan oleh kedua peserta Ziarah Porta Sancta yakni <strong>Gladys Angelica Y <\/strong>(siswi kelas XI A3.2) dan <strong>Georgius Arthur Prasetyo<\/strong> (siswa kelas X.1).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Semangat tobat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Gladys menulis \u201cPeristiwa ini menjadi salah satu peristiwa yang cukup berkesan untuk saya. Kegiatan Porta Sancta memberi saya pengetahuan yang belum pernah saya ketahui sebelumnya tentang Gereja Katolik. Selama di Gereja Katedral St. Maria kami diberi <em>tour<\/em> dan diajarkan mengenai hal-hal berkaitan dengan Porta Sancta, setelah itu kami berdoa rosario bersama dengan teman-teman dan guru\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Ziarah Porta Sancta, lanjut Gladys, \u201cKita semua diajak untuk membuka pintu hati bagi kasih, pengampunan, dan harapan. Semoga pengalaman ini menjadi pengingat untuk terus hidup dalam semangat pertobatan dan pelayanan setiap hari\u201d.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"657\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-8-2-1024x657.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3781\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-8-2-1024x657.jpg 1024w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-8-2-300x192.jpg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-8-2-768x493.jpg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-8-2-1536x985.jpg 1536w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-8-2-2048x1314.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Arthur bersama teman-temannya, Jumat (16 Mei 2925)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Doa Salam Maria<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Arthur juga mencatat pengalamannya. \u201cPengalaman yang berkesan menurut saya selama mengikuti acara Porta Sancta yaitu ketika berdoa Rosario. Ketika berdoa Rosario tentu kami semua berdoa mengucap doa Salam Maria secara bergiliran\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda suatu moment dimana teman saya yaitu Michael dan Ryu yang kebetulan bukan berasal dari agama Katolik ikut berdoa Rosario. Luar biasanya ketika Michael dan Ryu mendapat giliran berdoa Salam Maria, mereka turut andil dalam mengucap doa salam Maria. Saya sangat terkesan dengan mereka yang rela meluangkan waktunya untuk ikut berziarah Porta Sancta serta berdoa bersama kami yang beragama Katolik\u201d, tulis Arthur, rekan sekelas dari Michael dan Ryu ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-6-1-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3777\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-6-1-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-6-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-6-1-768x512.jpg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-6-1-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Porta-Sancta-6-1-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Peserta sesi 1, foto bersama di teras pintu utama Gereja Katedral St Maria Palembang, sebelum pulang menuju rumah masing-masing.<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Bagi Arthur, \u201cmoment lain yang berkesan adalah ketika mengunjungi taman oa di Katedral. Di situ saya mendapatkan informasi baru mengenai sakrarium. Sakrarium sendiri adalah wadah atau sumur kecil yang digunakan dalam gereja Katolik untuk membuang benda-benda suci yang telah rusak atau tercemar. Informasi tersebut sangatlah baru bagi saya bahwa barang rohani yang sudah tidak layak atau rusak dapat di buang atau musnahkan di tempat tersebut\u201d.*** (Ignas)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TAHUN 2025 ini Gereja Katolik merayakan Tahun Yubelium, Peziarah Pengharapan. Perayaan Yubelium dicanangkan setiap 25 tahun. Pada malam Natal 24 Desember 2024, Bapa Paus Fransiskus membuka Pintu Suci (Porta Sancta) Basilika Santo Petrus yang pertama sebagai tanda pembukaan tahun Yubileum 2025 dan diikuti pembukaan pintu-pintu suci lainnya di Basilika. Bagi Gereja Katolik, Yubelium adalah tahun pengampunan dosa, rekonsiliasi, pertobatan, dan penebusan dosa sakramental. Didampingi oleh Bapak dan Ibu yang mengajar Pendalaman Iman Katolik, siswa-siswi yang beragama Katolik SMA Xaverius 1 Palembang telah mengikuti Ziarah Porta Sancta di Gereja Katedral St Maria Palembang. Peserta didik dibagi dalam 2 sesi yakni kelas XI pada hari Jumat, 9 Mei 2025 dan Kelas X pada hari Jumat, 16 Mei 2025. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh OSISKA (Organisasi Siswa Intra Sekolah Katolik) SMA Xaverius 1 Palembang, khususnya dari sekbid 1, bidang kerohanian, peserta Ziarah Porta Sancta telah berkumpul di Gereja Katedral Pkl 12.30 wib. Berikut kesan yang disampaikan oleh kedua peserta Ziarah Porta Sancta yakni Gladys Angelica Y (siswi kelas XI A3.2) dan Georgius Arthur Prasetyo (siswa kelas X.1). Semangat tobat Gladys menulis \u201cPeristiwa ini menjadi salah satu peristiwa yang cukup berkesan untuk saya. Kegiatan Porta Sancta memberi saya pengetahuan yang belum pernah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":3771,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesiswaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3770"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3783,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3770\/revisions\/3783"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}