{"id":5435,"date":"2026-06-27T10:33:03","date_gmt":"2026-06-27T03:33:03","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?post_type=blog&#038;p=5435"},"modified":"2026-06-27T10:33:05","modified_gmt":"2026-06-27T03:33:05","slug":"berangkat-sendiri-pulang-membawa-perak-asia","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?blog=berangkat-sendiri-pulang-membawa-perak-asia","title":{"rendered":"Berangkat Sendiri, Pulang Membawa Perak Asia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Semua berawal dari rasa bosan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada awal tahun 2022, <strong>Timothy Otniel Adi Kristara<\/strong>, alumni SMA Xaverius 1 Palembang angkatan 2024, mencoba berlatih Sambo. Tidak ada cita-cita besar saat itu. Ia hanya ingin mengisi waktu luang. Namun, siapa sangka, langkah kecil itu mengantarnya hingga ke panggung olahraga tingkat Asia dan Oseania.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Pada 25\u201328 Juni 2026, Timothy tampil dalam <strong>Asia and Oceania Sambo Championship<\/strong> di Manila, Filipina. Ia membawa nama Indonesia. Ia juga membawa mimpi yang telah dipupuk selama bertahun-tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Perjalanan menuju kejuaraan itu tidak mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Sejak lulus dari SMA Xaverius 1, Timothy berlatih tanpa mengenal kata bosan. Ia menjalani latihan dua hingga tiga kali setiap hari. Rutinitas itu berlangsung sejak tahun 2024. Hanya hari Minggu yang menjadi waktu istirahat. Selebihnya, ia menghabiskan waktu untuk memperkuat fisik, mengasah teknik, dan membangun mental bertanding.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Latihan keras itu lahir dari sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Sebelumnya, Timothy pernah mengikuti kejuaraan dunia. Ia gagal meraih hasil terbaik karena mengalami dislokasi bahu. Kekalahan itu meninggalkan luka. Namun, ia tidak memilih menyerah. Ia memilih bangkit. Kejuaraan Asia dan Oseania menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir perjalanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\">&#8220;Jujur, saya ingin membalas kegagalan itu. Saya juga memang suka dengan olahraga ini,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Di Manila, tantangan yang dihadapi ternyata lebih besar dari yang dibayangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Timothy berangkat seorang diri. Tidak ada pelatih yang mendampingi. Tidak ada rekan satu tim Indonesia yang berdiri di sudut arena. Saat atlet lain mendapat arahan dan dukungan dari pelatih mereka, Timothy harus mengandalkan dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Situasi itu sempat mengguncang mentalnya, terutama saat pertandingan final. Rasa sepi dan tekanan perlombaan membuat kepercayaan dirinya menurun. Namun, ia tidak membiarkan keadaan mengalahkan tekadnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ia tetap bertanding.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ia tetap berjuang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Ia tetap memberikan kemampuan terbaiknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size wp-block-paragraph\">Hasilnya, Timothy berhasil meraih <strong>Juara II Asia dan Oseania<\/strong>. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi dirinya, keluarga, almamater, dan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Namun, bagi Timothy, medali perak itu belum menjadi garis akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">&#8220;Saya belum puas,&#8221; katanya singkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Jawaban itu menunjukkan bahwa seorang juara sejati tidak berhenti setelah meraih prestasi. Ia justru melihat setiap keberhasilan sebagai langkah menuju pencapaian berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"871\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Timothy-2-871x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-5437\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Timothy-2-871x1024.jpeg 871w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Timothy-2-255x300.jpeg 255w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Timothy-2-768x903.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Timothy-2.jpeg 925w\" sizes=\"auto, (max-width: 871px) 100vw, 871px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Timothy foto bareng dengan pelatih dari New Zealand<\/em>.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Kisah Timothy mengajarkan bahwa kesuksesan sering kali berawal dari hal-hal sederhana. Dari rasa bosan yang berubah menjadi hobi. Dari latihan yang dilakukan setiap hari. Dari keberanian untuk bangkit setelah gagal. Bahkan, dari kemampuan tetap berdiri teguh ketika harus berjuang seorang diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Tidak semua orang akan berdiri di podium juara. Namun, setiap orang dapat belajar memiliki semangat yang sama: berani memulai, tekun berlatih, tidak menyerah saat gagal, dan tetap melangkah meski dukungan tidak selalu ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Karena pada akhirnya, kemenangan terbesar bukan hanya tentang mengalahkan lawan di arena. Kemenangan terbesar adalah mampu mengalahkan rasa takut, keraguan, dan keinginan untuk menyerah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size wp-block-paragraph\">Dan Timothy telah membuktikannya. &#8220;Kalau kita mau terus belajar dan berlatih, hasil akan mengikuti. Jangan takut memulai meskipun dari hal yang sederhana.&#8221; *** (Ignas)<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":5436,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[],"class_list":["post-5435","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog\/5435","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5435"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/5436"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5435"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fblog-kat&post=5435"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}