{"id":4967,"date":"2026-02-22T18:41:46","date_gmt":"2026-02-22T11:41:46","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?post_type=blog&#038;p=4967"},"modified":"2026-02-22T18:41:47","modified_gmt":"2026-02-22T11:41:47","slug":"dari-rasa-cemas-ke-panggung-internasional","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?blog=dari-rasa-cemas-ke-panggung-internasional","title":{"rendered":"Dari Rasa Cemas ke Panggung Internasional"},"content":{"rendered":"\n<p>Riset, Keberanian, dan Mimpi Besar Seorang Jiyhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah riuh prestasi akademik akhir tahun, satu nama dari kelas XIA.3.1 SMA Xaverius 1 Palembang bersinar dengan caranya yang tenang namun bermakna: <strong>Jiyhan Kayfa Zahrah<\/strong>. Pada 21 Desember 2025 di Jakarta, ia berdiri di panggung International Research &amp; Innovation Festival (IRIF) dan mendengar namanya diumumkan sebagai peraih <strong>silver medal<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun kisah ini bukan sekadar tentang medali. Ini adalah cerita tentang keberanian melampaui rasa takut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ketika Nama Itu Dipanggil<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya benar-benar tidak menyangka,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>IRIF adalah kompetisi riset berskala internasional pertama yang ia ikuti. Ia datang tanpa ekspektasi tinggi. Baginya, bisa berpartisipasi saja sudah menjadi pengalaman berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat namanya disebut sebagai peraih medali perak, perasaannya campur aduk: terkejut, bahagia, dan penuh syukur.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cI feel very grateful and honored,\u201d katanya sederhana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"681\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-1-2-681x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4969\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-1-2-681x1024.jpeg 681w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-1-2-199x300.jpeg 199w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-1-2.jpeg 720w\" sizes=\"auto, (max-width: 681px) 100vw, 681px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Jiyhan melakukan penelitian<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Di balik senyum yang tampak tenang, ada perjalanan panjang yang tak terlihat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sembilan Jam Menyusuri Palembang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Prestasi ini tidak lahir dari ruang nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Jiyhan memilih kategori <strong>Business &amp; Entrepreneurship<\/strong> dengan judul riset yang unik dan kontekstual: <strong>\u201cPempek Sellers in Palembang Never Die: Linking Cultural Consumption Patterns to MSME Survival and SDG 8 Outcomes.\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Judul yang berani, sekaligus membumi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendapatkan data yang akurat, ia berkeliling kota Palembang selama kurang lebih <strong>9 jam<\/strong>. Ia mendatangi para pelaku UMKM pempek, mewawancarai mereka satu per satu, mencatat cerita dan angka, lalu mengolah data tersebut selama berhari-hari.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"603\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-2-1024x603.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4970\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-2-1024x603.jpeg 1024w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-2-300x177.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-2-768x452.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-2-1536x905.jpeg 1536w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-2.jpeg 1599w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ini awarding dan closing ceremony 21 Desember 2025<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Itu bukan sekadar tugas sekolah. Itu pengalaman riset nyata, turun ke lapangan, berinteraksi langsung, mendengar denyut ekonomi kecil yang menopang budaya kota.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cCukup menguras tenaga, tapi worth it,\u201d katanya dengan senyum.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Melawan Rasa Takut<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tantangan terbesarnya bukan pada data atau presentasi. Tantangan terbesarnya adalah dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengakui bahwa berinteraksi dengan orang asing membuatnya cemas. Memulai wawancara bukan hal yang mudah. Ada rasa takut, ragu, dan ingin mundur.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun justru di sanalah titik balik itu terjadi. Ia memilih melawan rasa takutnya. Ia memilih keluar dari zona nyaman. Dan di situlah ia menemukan versi dirinya yang lebih berani.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai seorang pendidik, kita tahu: pendidikan sejati bukan hanya soal nilai atau medali, tetapi tentang pertumbuhan karakter. Dan di momen itulah, Jiyhan bertumbuh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Proses yang Terstruktur dan Serius<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perjalanan ini juga ditempa oleh proses yang sistematis:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>International Research Class (22\u201330 November 2025)<\/strong><br>Belajar dari empat mentor, mulai dari menentukan ide riset hingga menyusun pitch deck.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mentoring Class<\/strong><br>Pendalaman kategori dan pematangan judul penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Presentasi (13 Desember 2025)<\/strong><br>Menghadapi juri Dr. Mohamad Al Siddik dengan penuh kesiapan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Awarding Ceremony (21 Desember 2025)<\/strong><br>Panggung pengumuman yang menjadi momen tak terlupakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Setiap tahap adalah latihan disiplin, keberanian, dan ketekunan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bukan Titik Akhir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Jiyhan, medali perak bukan garis finish.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"683\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-4-2-683x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4971\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-4-2-683x1024.jpeg 683w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-4-2-200x300.jpeg 200w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-4-2-768x1152.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Jiyhan-4-2.jpeg 849w\" sizes=\"auto, (max-width: 683px) 100vw, 683px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Jiyhan bersama medalinya<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cIni langkah awal dari banyak target yang ingin saya raih,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia tidak ingin cepat berpuas diri. Justru penghargaan ini menjadi bahan bakar baru untuk terus berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sikap inilah yang membuat prestasi memiliki makna: rendah hati dalam keberhasilan, tetapi tinggi dalam cita-cita.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pesan untuk Generasi Muda<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalimat yang ia sampaikan sederhana, tetapi kuat: \u201cJangan membatasi diri. Kembangkan potensi diri.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Sering kali yang membatasi kita bukan orang lain, melainkan ketakutan dalam diri sendiri. Padahal keberhasilan sering menunggu di luar zona nyaman.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sebuah Inspirasi dari Kelas XIA.3.1<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di ruang kelas XIA.3.1 SMA Xaverius 1 Palembang, mungkin Jiyhan tampak seperti siswi pada umumnya. Namun kini, ia telah membuktikan bahwa keberanian mencoba hal baru bisa membuka pintu internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Prestasinya mengingatkan kita semua: bahwa riset bisa lahir dari kearifan lokal, bahwa pempek bukan sekadar makanan, tetapi juga cerita tentang ketahanan ekonomi, dan bahwa seorang pelajar berusia belia pun mampu berbicara di panggung dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Medali itu memang berwarna perak. Namun keberanian yang ditempa di baliknya, itulah emas yang sesungguhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan mungkin, dari Palembang, seorang peneliti muda sedang menapaki jejak masa depannya dengan langkah yang semakin mantap. *** (Ignas)<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":4968,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[],"class_list":["post-4967","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog\/4967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4967"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fblog-kat&post=4967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}