{"id":3968,"date":"2025-06-29T05:19:05","date_gmt":"2025-06-28T22:19:05","guid":{"rendered":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?post_type=blog&#038;p=3968"},"modified":"2025-07-07T23:22:30","modified_gmt":"2025-07-07T16:22:30","slug":"memperkenalkan-strategi-strategi-deep-learning","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/?blog=memperkenalkan-strategi-strategi-deep-learning","title":{"rendered":"Memperkenalkan Strategi-strategi Deep Learning"},"content":{"rendered":"<p><strong>HARI <\/strong>kedua sesi <em>studi bersama<\/em> bagi seluruh guru SMA Xaverius 1 Palembang (Selasa, 24 Juni 2025) berlangsung penuh semangat dan inspirasi. Bertempat di ruang pertemuan lantai 3, acara yang dimulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB ini menghadirkan narasumber tunggal: <strong>Dr. Nancy Susiana, M.Pd<\/strong>, seorang dosen, peneliti, sekaligus pemerhati pendidikan dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, yang saat ini menjabat sebagai <strong>Dekan FKIP<\/strong>.<\/p>\n<p>Dengan tema <strong>\u201cMengoptimalkan Proses Belajar Mengajar di SMA Xaverius 1 Palembang dengan Pendekatan <em>Deep Learning<\/em>\u201d<\/strong>, para guru diajak untuk merenung, menggugat, dan menemukan kembali makna sejati dari proses pendidikan: tidak sekadar transfer ilmu, tetapi upaya menyentuh jiwa.<\/p>\n<p><strong>Mengajar dengan Kedalaman<\/strong><\/p>\n<p>Kesan pertama yang muncul dari sesi ini: <strong>antusias dan enerjik<\/strong>. Para guru terlihat terlibat aktif mengikuti setiap bagian workshop. Dr. Nancy memulai paparannya dengan menyinggung frase biblis yang inspiratif: <em>Duc in altum<\/em> \u2014 <em>Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam<\/em>. Kalimat ini menjadi simbol ajakan bagi para pendidik agar <strong>tidak puas dengan pembelajaran yang dangkal<\/strong>, tetapi terus menggali strategi baru yang bermakna dan transformatif.<\/p>\n<p>Salah satu prinsip utama dari <em>deep learning<\/em> adalah <strong>berangkat dari konsep sederhana menuju keterampilan berpikir tingkat tinggi<\/strong>, membentuk pemahaman yang kuat dan aplikatif dalam kehidupan nyata siswa.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3970\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-3-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-3-300x200.jpeg 300w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-3-1024x684.jpeg 1024w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-3-768x513.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-3.jpeg 1060w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>Paradigma Baru: Mengajar untuk Memuliakan<\/strong><\/p>\n<p>Dalam sesi reflektif yang memikat, Dr. Nancy mengajak para guru untuk <strong>mengubah cara pandang<\/strong> terhadap proses pembelajaran. Beberapa prinsip utama yang ia tekankan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Keterlibatan aktif:<\/strong> Pembelajaran akan bermakna jika ada partisipasi yang hidup antara guru dan peserta didik.<\/li>\n<li><strong>Berkesadaran penuh:<\/strong> Guru diundang untuk hadir &#8220;di sini dan saat ini&#8221; \u2014 sebuah sikap yang membuka ruang agar peserta didik juga hadir dengan kesadaran dan motivasi belajar.<\/li>\n<li><strong>Memuliakan sesama:<\/strong> Guru sejatinya membangun relasi yang menghargai dan menghormati siswa sebagai pribadi utuh.<\/li>\n<li><strong>Kreatif dan inovatif:<\/strong> Budaya belajar harus dibangun dengan ide-ide segar dan menyenangkan.<\/li>\n<li><strong>Adaptif pada teknologi:<\/strong> Digitalisasi pembelajaran bukan pilihan, tapi kebutuhan demi efisiensi dan efektivitas.<\/li>\n<li><strong>Pendekatan multidisipliner:<\/strong> Pembelajaran yang bermakna tak bisa berdiri sendiri; harus terhubung lintas mata pelajaran secara relevan dan kontekstual.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Strategi Praktis: Dari Gagasan ke Aksi<\/strong><\/p>\n<p>Agar tidak berhenti pada gagasan, Dr. Nancy membekali peserta dengan <strong>beragam strategi pembelajaran mendalam<\/strong> yang bisa langsung dipraktikkan di kelas. Dalam sesi kelompok, guru-guru mengeksplorasi metode seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Webmonster<\/li>\n<li>The Important Book<\/li>\n<li>Organize Grafik<\/li>\n<li>Web N Pass<\/li>\n<li>Menghancurkan Gambar<\/li>\n<li>Strategi Pernyataan Mundur<\/li>\n<li>HAS Synopsis<\/li>\n<li>Countdown Processing<\/li>\n<li>Karcis Masuk<\/li>\n<li>Berhenti dan Berpikir<\/li>\n<\/ul>\n<p>Semua strategi ini tidak hanya menstimulasi pemahaman, tapi juga membangun koneksi emosional dan intelektual siswa terhadap materi.<\/p>\n<p><strong>Akhir yang Bermakna<\/strong><\/p>\n<p>Dr. Nancy menutup sesinya dengan sebuah penekanan penting: <strong>pembelajaran yang bermakna lahir dari kesadaran, kegembiraan, dan relasi yang otentik.<\/strong> Guru bukan sekadar penyampai materi, tetapi <em>penyuluh kehidupan<\/em> yang membantu peserta didik menemukan terang di dalam dirinya sendiri.<\/p>\n<p>Sesi ini bukan hanya membuka wawasan, tapi juga menyalakan kembali semangat para guru untuk menghadirkan pendidikan yang <strong>lebih dalam, lebih bermakna, dan lebih memuliakan<\/strong>.*** (Ignas)<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-3971\" src=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-1-263x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"263\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-1-263x300.jpeg 263w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-1-899x1024.jpeg 899w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-1-768x875.jpeg 768w, https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Deep-learning-1.jpeg 913w\" sizes=\"auto, (max-width: 263px) 100vw, 263px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":3969,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[],"class_list":["post-3968","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog\/3968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/smaxaverius1.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fblog-kat&post=3968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}