SEKILAS INFO
02-12-2023
  • 6 bulan yang lalu / PPDB Jalur TES dibuka Rabu, 1 November 2023 s.d. Rabu, 31 Januari 2024. Melalui website : ppdb.smaxaverius1.sch.id INFO lebih jelas bisa di lihat di menu Info PPDB diatas.
26
Mar 2022
Berusahalah yang Terbaik, Saya Pasti Bisa!

“CARA saya mempersiapkan diri untuk USP ini adalah dengan menjauhkan diri saya dari ponsel”, tulis Fransiska.

Hari ini, Sabtu (26 Maret 2022) merupakan hari keenam pelaksanaan USP. Mata Pelajaran yang diuji pada Ujian Satuan Pendidikan hari ini untuk jurusan MIPA (Fisika dan Ekonomi), sedangkan untuk jurusan IPS (Ekonomi dan BDSI).

Catatan reflektif dari Cesya Catherine dan Fransiska Angelika dari kelas XII IPS 1 hendak membagikan refleksinya atas pengalaman dan pergulatan selama USP 2022.

Fransiska dan teman-temannya ketika berkujung ke Panti Jompo yang berada di belakang Rumah Sakit Myria, Km 7 Palembang.

Cesya merasa kesulitan mengerjakan soal-soal yang diberikan. Kesulitan itu karena cakupan materi yang disajikan terlalu luas.

Tetap semangat

“Menurut saya USP ini saya cukup kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Hal ini dikarenakan materi yang harus dikuasai sangat banyak. Maka dari itu cukup menjadi pressure untuk saya dalam mendalami keseluruhan materi”, tulis Cesya.

Bagi Cesya, “Soal yang keluar saat USP seringkali berbeda dengan apa yang sudah saya pelajari. Sehingga terkadang membuat saya sedikit hopeless. Namun sebisa mungkin saya mengontrol diri agar tetap semangat dalam melewati USP ini”.

Fransiska menuturkan pengalaman persiapan USP yang dilaksanakan secara offline. “Belakangan ini, diri saya sedang sibuk mempelajari kembali materi-materi yang telah saya dapatkan ketika masih duduk di kelas X dan XI”.

Bingung

USP ini cukup menantang bagi Fransiska, betapa tidak “sebab materi yang diujikan dapat dikatakan terlampau banyak. Ditambah lagi, tidak semua guru memberikan kisi-kisi ataupun persebaran materi yang akan diujikan saat USP nanti sehingga tidak sedikit dari kami -peserta didik- merasa kebingungan ingin belajar dari mana”.

Brandon, XII MIPA 7, tes suhu sebelum masuk kompleks sekolah

Banyaknya materi dan penyebaran materi yang diuji tidak diketahui maka memunculkan sikap pasrah. “Faktor eksternal seperti itu nantinya dapat memicu timbulnya sikap fatalis atau menyerahkan diri pada nasib dari para murid. Sejujurnya, saya sempat merasa demikian ketika merasa bahwa materi yang harus dipelajari terlalu banyak. Hal itu dikarenakan saya telah bersikap pesimis di awal”, aku Fransiska.

Tantangan itu tidak melemahkan niat belajar Fransiska, “ketika saya telah merasakan dampak dari memilih untuk bersikap fatalis tadi, saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri. Semenjak saat itu, saya selalu mendorong diri saya untuk belajar, setidaknya baca-baca saja jika materinya memang sudah terlalu banyak, sehingga saat mengerjakan USP di kemudian hari, saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disuguhkan di layar handphone saya”.

Cari buku catatan

“Cara saya mempersiapkan diri untuk USP ini adalah dengan menjauhkan diri saya dari ponsel. Hal itu dikarenakan saya merasa bahwa ponsel adalah sumber distraksi yang dapat memecah konsentrasi saya”, trik dari Frasiska yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri ini.

Lebih lanjut Fransiska “mencari buku-buku catatan kelas X dan XI milik saya untuk mempelajari materi dari mata pelajaran yang bersangkutan dengan harapan agar saya bisa mengingat kembali materi-materi tersebut”.

Tidak kalah penting, Fransiska “menanamkan pola pikir optimistik di dalam diri saya. Tujuannya agar saya tidak memandang remeh diri saya sendiri dari awal. Saya berharap dengan menanamkan pola pikir optimistik tadi, saya bisa lebih percaya diri”.

Saya bisa

Selanjutanya Fransiska menyampaikan pesan sekaligus harapannya, “Meskipun saya merasa bahwa materi yang saya pelajari belum tuntas, setidaknya saya percaya dengan diri saya sendiri bahwa saya bisa”.

Peserta USP, Sabtu (26 Maret 2022)

Fransiska meyakini, “Intinya, yang terpenting adalah berusaha sebaik mungkin terlebih dahulu. Urusan hasil itu belakangan. Jika pada dasarnya, kita memang sudah melakukan yang terbaik, niscaya usaha tidak akan mengkhianati hasil. Namun, jika memang hasilnya nanti kurang baik, jangan terjebak dalam kesedihan yang berkepanjangan. Ambil pengalaman tersebut sebagai pelajaran agar diri kita bisa melakukan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang”. *** (Ignas Iwan Waning)